<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Metode Otentikasi Biometrik Jadi Celah Baru Hacker</title><description>Kaspersky Lab baru-baru ini menyelidiki bagaimana penjahat cyber  memanfaatkan teknologi otentikasi terbaru ATM dengan cara biometrik.
&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/27/207/1500248/metode-otentikasi-biometrik-jadi-celah-baru-hacker</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/27/207/1500248/metode-otentikasi-biometrik-jadi-celah-baru-hacker"/><item><title>Metode Otentikasi Biometrik Jadi Celah Baru Hacker</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/27/207/1500248/metode-otentikasi-biometrik-jadi-celah-baru-hacker</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/27/207/1500248/metode-otentikasi-biometrik-jadi-celah-baru-hacker</guid><pubDate>Rabu 28 September 2016 04:03 WIB</pubDate><dc:creator>Arsan Mailanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/27/207/1500248/metode-otentikasi-biometrik-jadi-celah-baru-hacker-kiIdfL8M5Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Nikuv)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/27/207/1500248/metode-otentikasi-biometrik-jadi-celah-baru-hacker-kiIdfL8M5Q.jpg</image><title>(Foto: Nikuv)</title></images><description>JAKARTA - Para ahli Kaspersky Lab baru-baru ini menyelidiki bagaimana penjahat cyber memanfaatkan teknologi otentikasi terbaru ATM yang rencananya akan dipergunakan oleh perbankan.

Di saat banyak organisasi keuangan mempertimbangkan solusi berbasis biometrik menjadi salah satu teknologi tambahan paling menjanjikan dari metode otentikasi yang ada saat ini.

Teknologi baru ini dianggap sebagai teknologi pengganti dari metode yang ada. Namun, justru sebaliknya penjahat cyber melihat biometrik sebagai peluang baru untuk mencuri informasi sensitif.

Seiring berjalannya waktu, desain perangkat tersebut telah ditingkatkan agar tidak mudah terdeteksi. Dengan penerapan yang jauh lebih sulit, tetapi bukan tidak mungkin untuk mengkloning chip dan pin dari kartu pembayaran, perangkat dikembangkan menjadi apa yang disebut sebagai 'skimmer&amp;rsquo;.&amp;nbsp;

Sebagian  besar fungsi masih sama, namun mampu mengumpulkan informasi dari chip  kartu, memberikan informasi yang cukup  untuk melakukan serangan relay online. Industri perbankan menanggapi  isu ini dengan&amp;nbsp; solusi otentikasi terbaru, beberapa di antaranya  berdasarkan pada biometrik.

Menurut penyelidikan Kaspersky Lab terhadap kejahatan siber underground, sudah ada setidaknya dua belas penjual menawarkan skimmer yang mampu mencuri sidik jari korban dan setidaknya tiga penjual underground sudah meneliti perangkat yang mampu secara illegal memperoleh data dari urat nadi telapak tangan dan sistem identifikasi iris mata.

Gelombang pertama dari skimmer biometrik diamati melalui &quot;presale testing&quot; di September 2015. Bukti yang dikumpulkan oleh peneliti Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa selama pengujian awal, pengembang menemukan beberapa bug.

Namun, masalah utama adalah penggunaan modul GSM untuk transfer data biometrik modul tersebut terlalu lambat untuk mentransfer besarnya volume dari data yang diperoleh.

Ahli keamanan di Kaspersky Lab, Olga Kochetova mengungkapkan, masalah utama dengan biometrik adalah, tidak seperti password atau kode pin yang dapat dengan mudah dimodifikasi, mustahil untuk mengubah sidik jari atau iris mata pengguna.

&quot;Oleh karena itu, jika data Anda diretas sekali saja, maka tidak akan aman untuk menggunakan metode otentikasi biometrik lagi. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga data tersebut tetap aman dan mengirimkannya dengan cara yang aman,&quot; ujarnya dalam keterangan resmi kepada Okezone, Rabu (28/9/2016).

Menurutnya, data biometrik juga dicatat dalam paspor modern yang&amp;nbsp; disebut e-paspor serta visa. Jadi, jika seorang penyerang mencuri e-paspor, mereka tidak hanya memiliki dokumen, tetapi juga data biometrik orang itu. Mereka telah mencuri identitas seseorang.

&quot;Penggunaan alat-alat yang mampu membahayakan data biometrik bukan satu-satunya ancaman siber potensial terhadap ATM. Hacker akan terus melakukan serangan berbasis malware, serangan blackbox dan serangan jaringan untuk merebut data yang nantinya dapat digunakan untuk mencuri uang dari bank dan nasabahnya,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Para ahli Kaspersky Lab baru-baru ini menyelidiki bagaimana penjahat cyber memanfaatkan teknologi otentikasi terbaru ATM yang rencananya akan dipergunakan oleh perbankan.

Di saat banyak organisasi keuangan mempertimbangkan solusi berbasis biometrik menjadi salah satu teknologi tambahan paling menjanjikan dari metode otentikasi yang ada saat ini.

Teknologi baru ini dianggap sebagai teknologi pengganti dari metode yang ada. Namun, justru sebaliknya penjahat cyber melihat biometrik sebagai peluang baru untuk mencuri informasi sensitif.

Seiring berjalannya waktu, desain perangkat tersebut telah ditingkatkan agar tidak mudah terdeteksi. Dengan penerapan yang jauh lebih sulit, tetapi bukan tidak mungkin untuk mengkloning chip dan pin dari kartu pembayaran, perangkat dikembangkan menjadi apa yang disebut sebagai 'skimmer&amp;rsquo;.&amp;nbsp;

Sebagian  besar fungsi masih sama, namun mampu mengumpulkan informasi dari chip  kartu, memberikan informasi yang cukup  untuk melakukan serangan relay online. Industri perbankan menanggapi  isu ini dengan&amp;nbsp; solusi otentikasi terbaru, beberapa di antaranya  berdasarkan pada biometrik.

Menurut penyelidikan Kaspersky Lab terhadap kejahatan siber underground, sudah ada setidaknya dua belas penjual menawarkan skimmer yang mampu mencuri sidik jari korban dan setidaknya tiga penjual underground sudah meneliti perangkat yang mampu secara illegal memperoleh data dari urat nadi telapak tangan dan sistem identifikasi iris mata.

Gelombang pertama dari skimmer biometrik diamati melalui &quot;presale testing&quot; di September 2015. Bukti yang dikumpulkan oleh peneliti Kaspersky Lab mengungkapkan bahwa selama pengujian awal, pengembang menemukan beberapa bug.

Namun, masalah utama adalah penggunaan modul GSM untuk transfer data biometrik modul tersebut terlalu lambat untuk mentransfer besarnya volume dari data yang diperoleh.

Ahli keamanan di Kaspersky Lab, Olga Kochetova mengungkapkan, masalah utama dengan biometrik adalah, tidak seperti password atau kode pin yang dapat dengan mudah dimodifikasi, mustahil untuk mengubah sidik jari atau iris mata pengguna.

&quot;Oleh karena itu, jika data Anda diretas sekali saja, maka tidak akan aman untuk menggunakan metode otentikasi biometrik lagi. Itulah mengapa sangat penting untuk menjaga data tersebut tetap aman dan mengirimkannya dengan cara yang aman,&quot; ujarnya dalam keterangan resmi kepada Okezone, Rabu (28/9/2016).

Menurutnya, data biometrik juga dicatat dalam paspor modern yang&amp;nbsp; disebut e-paspor serta visa. Jadi, jika seorang penyerang mencuri e-paspor, mereka tidak hanya memiliki dokumen, tetapi juga data biometrik orang itu. Mereka telah mencuri identitas seseorang.

&quot;Penggunaan alat-alat yang mampu membahayakan data biometrik bukan satu-satunya ancaman siber potensial terhadap ATM. Hacker akan terus melakukan serangan berbasis malware, serangan blackbox dan serangan jaringan untuk merebut data yang nantinya dapat digunakan untuk mencuri uang dari bank dan nasabahnya,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
