<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>iPhone Berada di Balik Keberhasilan Android</title><description>iPhone Berada di Balik Keberhasilan Android</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/27/207/1499675/iphone-berada-di-balik-keberhasilan-android</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/27/207/1499675/iphone-berada-di-balik-keberhasilan-android"/><item><title>iPhone Berada di Balik Keberhasilan Android</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/27/207/1499675/iphone-berada-di-balik-keberhasilan-android</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/27/207/1499675/iphone-berada-di-balik-keberhasilan-android</guid><pubDate>Selasa 27 September 2016 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Kustin Ayuwuragil Desmuflihah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/27/207/1499675/iphone-berada-di-balik-keberhasilan-android-khic3aNMHt.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Steve Jobs dan Andy Rubin</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/27/207/1499675/iphone-berada-di-balik-keberhasilan-android-khic3aNMHt.jpg</image><title>Foto: Steve Jobs dan Andy Rubin</title></images><description>CALIFORNIA &amp;ndash; Pada 2015, Android berjalan di 85 persen ponsel seluruh dunia. Di sisi lain, iPhone hanya menjalankan 11 persen iOS pada tahun yang sama. Namun, iPhone rupanya telah mendorong keberhasilan Android di masa lalu.

Sebuah cerita menarik dituliskan Bussiness Insider di balik kesuksesan Android. Andy Rubin, bapak Android, adalah seorang pengusaha, teknisi genius, dan pencinta robot. Saat membangun Android, dia awalnya membuat sistem operasi itu untuk kamera namun tak mendapat dukungan.

Rubin kemudian membangun Android untuk ponsel untuk membuat ponsel berjalan dengan cara yang berbeda. Pada 2000-an, para operator mengontrol apa pun dan mereka tidak ingin semua perusahaan besar dan kecil mengurangi keuntungan mereka.

Rubin membuat sebuah sistem operasi terbuka yang artinya semua orang bisa menyalin kode dari sumber asli untuk membuat Android di gadget mereka. Semua orang bisa membuatnya dan memodifikasi. Ide ini awalnya dianggap gila karena bertentangan dengan para operator dan tidak menguntungkan.

Kendati demikian, Rubin dan ketiga rekannya Chris White yang sebelumnya mendesain WebTV, Nick Sears mantan eksekutif marketing T-Mobile, dan Rich Miner yang bergabung paling akhir di 2004, tidak menyerah dengan Android. Mereka akhirnya menarik ketertarikan Larry Page dan Serge Brin, duo ajaib Google.

Setelah Rubin, Brin dan Serge mengobrol santai, Google membulatkan tekad untuk memangku Android yang saat itu sangat membutuhkan suntikan dana. Sempat ada pro dan kontra namun akhirnya Android bersedia dipinang Google dan mereka mendapatkan dana USD50 juta setelah enam bulan pertemuan pertama mereka di Januari 2005.Android kemudian masuk ke tubuh Google di Googleplex sebagai sebuah  tim kecil berbentuk startup. Setelah kehadiran Android, Google mulai  fokus membuat aplikasi untuk sistem operasinya sendiri karena sebelumnya  mereka membuat software untuk Nokia atau BlackBerry. Android memiliki misi untuk menyebarkan aplikasi Google.

Namun untuk bisa mendistribusikannya, Android perlu bekerja sama  dengan vendor ponsel dan operator. &amp;ldquo;Jika Anda ingin membangun ponsel,  itu hal berbeda. Itu yang dilakukan Apple. Kami pergi ke luar dan  membangun ponsel lalu kami harus membangun infrastruktur, aliansi dan  kerjasama,&amp;rdquo; ujar Rubin.

Sayangnya, usaha tersebut sangat sulit didapatkan saat itu. Namun  Google dan Android akhirnya berhasil bekerjasama dengan T-Mobile karena  perusahaan itu adalah mantan tempat kerja Nick Sears. Android pertama  hampir pertama dengan nama G1.

Namun pada 2007, Steve Jobs merilis iPhone pertama dengan layar  sentuh penuh. Rubin dan Google memutuskan untuk mendesain kembali G1  yang awalnya lebih mirip BlackBerry menjadi memiliki layar sentuh.

Sejak iPhone pertama bekerja sama eksklusif dengan At&amp;amp;T, operator  lainnya merasa terancam dan mulai berlari pada Android. Sistem operasi  ini tidak mengontrol konten secara penuh sehingga para operator,  developer dan pemilik konten masih bisa memodifikasi kode. Dari sinilah  awal kesuksesan Android dimulai.

Pada 2009, Motorola menjadi smartphone pertama yang lahir  dengan sistem operasi Android. Verizon menggelontorkan uang USD100 juta  untuk memasarkan ponsel yang dikenal sebagai nama Droid ini. Ponsel  inilah yang menjadi cikal bakal Android.</description><content:encoded>CALIFORNIA &amp;ndash; Pada 2015, Android berjalan di 85 persen ponsel seluruh dunia. Di sisi lain, iPhone hanya menjalankan 11 persen iOS pada tahun yang sama. Namun, iPhone rupanya telah mendorong keberhasilan Android di masa lalu.

Sebuah cerita menarik dituliskan Bussiness Insider di balik kesuksesan Android. Andy Rubin, bapak Android, adalah seorang pengusaha, teknisi genius, dan pencinta robot. Saat membangun Android, dia awalnya membuat sistem operasi itu untuk kamera namun tak mendapat dukungan.

Rubin kemudian membangun Android untuk ponsel untuk membuat ponsel berjalan dengan cara yang berbeda. Pada 2000-an, para operator mengontrol apa pun dan mereka tidak ingin semua perusahaan besar dan kecil mengurangi keuntungan mereka.

Rubin membuat sebuah sistem operasi terbuka yang artinya semua orang bisa menyalin kode dari sumber asli untuk membuat Android di gadget mereka. Semua orang bisa membuatnya dan memodifikasi. Ide ini awalnya dianggap gila karena bertentangan dengan para operator dan tidak menguntungkan.

Kendati demikian, Rubin dan ketiga rekannya Chris White yang sebelumnya mendesain WebTV, Nick Sears mantan eksekutif marketing T-Mobile, dan Rich Miner yang bergabung paling akhir di 2004, tidak menyerah dengan Android. Mereka akhirnya menarik ketertarikan Larry Page dan Serge Brin, duo ajaib Google.

Setelah Rubin, Brin dan Serge mengobrol santai, Google membulatkan tekad untuk memangku Android yang saat itu sangat membutuhkan suntikan dana. Sempat ada pro dan kontra namun akhirnya Android bersedia dipinang Google dan mereka mendapatkan dana USD50 juta setelah enam bulan pertemuan pertama mereka di Januari 2005.Android kemudian masuk ke tubuh Google di Googleplex sebagai sebuah  tim kecil berbentuk startup. Setelah kehadiran Android, Google mulai  fokus membuat aplikasi untuk sistem operasinya sendiri karena sebelumnya  mereka membuat software untuk Nokia atau BlackBerry. Android memiliki misi untuk menyebarkan aplikasi Google.

Namun untuk bisa mendistribusikannya, Android perlu bekerja sama  dengan vendor ponsel dan operator. &amp;ldquo;Jika Anda ingin membangun ponsel,  itu hal berbeda. Itu yang dilakukan Apple. Kami pergi ke luar dan  membangun ponsel lalu kami harus membangun infrastruktur, aliansi dan  kerjasama,&amp;rdquo; ujar Rubin.

Sayangnya, usaha tersebut sangat sulit didapatkan saat itu. Namun  Google dan Android akhirnya berhasil bekerjasama dengan T-Mobile karena  perusahaan itu adalah mantan tempat kerja Nick Sears. Android pertama  hampir pertama dengan nama G1.

Namun pada 2007, Steve Jobs merilis iPhone pertama dengan layar  sentuh penuh. Rubin dan Google memutuskan untuk mendesain kembali G1  yang awalnya lebih mirip BlackBerry menjadi memiliki layar sentuh.

Sejak iPhone pertama bekerja sama eksklusif dengan At&amp;amp;T, operator  lainnya merasa terancam dan mulai berlari pada Android. Sistem operasi  ini tidak mengontrol konten secara penuh sehingga para operator,  developer dan pemilik konten masih bisa memodifikasi kode. Dari sinilah  awal kesuksesan Android dimulai.

Pada 2009, Motorola menjadi smartphone pertama yang lahir  dengan sistem operasi Android. Verizon menggelontorkan uang USD100 juta  untuk memasarkan ponsel yang dikenal sebagai nama Droid ini. Ponsel  inilah yang menjadi cikal bakal Android.</content:encoded></item></channel></rss>
