<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bingung Cari Tempat Parkir Kosong, Daimler Bikin Solusinya</title><description>Produsen mobil Daimler AG membuat teknologi untuk membantu para pengemudi mencari lahan parkir yang kosong.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/05/15/1481542/bingung-cari-tempat-parkir-kosong-daimler-bikin-solusinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/05/15/1481542/bingung-cari-tempat-parkir-kosong-daimler-bikin-solusinya"/><item><title>Bingung Cari Tempat Parkir Kosong, Daimler Bikin Solusinya</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/05/15/1481542/bingung-cari-tempat-parkir-kosong-daimler-bikin-solusinya</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/09/05/15/1481542/bingung-cari-tempat-parkir-kosong-daimler-bikin-solusinya</guid><pubDate>Senin 05 September 2016 13:52 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/09/05/15/1481542/bingung-cari-tempat-parkir-kosong-daimler-bikin-solusinya-shf03B9gnO.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Daimler dan Bosch membuat teknologi untuk membantu pengemudi mencari tempat parkir kosong (Foto: AFP)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/09/05/15/1481542/bingung-cari-tempat-parkir-kosong-daimler-bikin-solusinya-shf03B9gnO.jpg</image><title>Daimler dan Bosch membuat teknologi untuk membantu pengemudi mencari tempat parkir kosong (Foto: AFP)</title></images><description>STUTTGART - Daimler mengembangkan teknologi sensor untuk mencari parkir kosong di perkotaan. Teknologi ini dibuat untuk membantu pengemudi menghemat waktu mencari ruang parkir yang kosong.
&quot;Mencari tempat parkir terkadang memakan waktu yang lama, bahkan lebih lama dari perjalanan. Ini menyebabkan stres dan menjengkelkan,&quot; demikian pernyataan produsen mobil yang membawahi merek Mercedes Benz dan Smart itu, seperti dikutip dari AFP.
Dalam mengembangkan teknologi ini Daimler bekerja sama dengan produsen suku cadang kendaraan terbesar di dunia, Bosch. Teknologi ini disebut &amp;lsquo;parkir berbasis komunitas&amp;rsquo;. Uji coba dilakukan di Stuttgart, Jerman.
Setiap mobil yang ingin berpartisipasi akan dipasangkan sensor suara untuk memindai kondisi jalan yang dilewati. Sensor akan bekerja jika kendaraan dipacu di bawah 55 kilometer per jam. Sensor akan menginformasikan data ke cloud Bosch yang kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk informasi lahan parkir kosong secara real time kepada pengendara lain.
Salah satu tantangan dari penerapan teknologi ini adalah bagaimana sensor mengidentifikasi apakah suatu ruang cukup untuk digunakan parkir mobil atau tidak. Namun semakin banyak mobil yang lewat di titik yang sama, maka informasi mengenai luas ruang parkir juga akan semakin akurat.
Teknologi ini akan semakin berguna jika mobil yang mengikutinya semakin banyak. Informasi mengenai lahan parkir kosong juga bisa tersaji di aplikasi smartphone yang dibuat produsen mobil.</description><content:encoded>STUTTGART - Daimler mengembangkan teknologi sensor untuk mencari parkir kosong di perkotaan. Teknologi ini dibuat untuk membantu pengemudi menghemat waktu mencari ruang parkir yang kosong.
&quot;Mencari tempat parkir terkadang memakan waktu yang lama, bahkan lebih lama dari perjalanan. Ini menyebabkan stres dan menjengkelkan,&quot; demikian pernyataan produsen mobil yang membawahi merek Mercedes Benz dan Smart itu, seperti dikutip dari AFP.
Dalam mengembangkan teknologi ini Daimler bekerja sama dengan produsen suku cadang kendaraan terbesar di dunia, Bosch. Teknologi ini disebut &amp;lsquo;parkir berbasis komunitas&amp;rsquo;. Uji coba dilakukan di Stuttgart, Jerman.
Setiap mobil yang ingin berpartisipasi akan dipasangkan sensor suara untuk memindai kondisi jalan yang dilewati. Sensor akan bekerja jika kendaraan dipacu di bawah 55 kilometer per jam. Sensor akan menginformasikan data ke cloud Bosch yang kemudian diolah dan disajikan dalam bentuk informasi lahan parkir kosong secara real time kepada pengendara lain.
Salah satu tantangan dari penerapan teknologi ini adalah bagaimana sensor mengidentifikasi apakah suatu ruang cukup untuk digunakan parkir mobil atau tidak. Namun semakin banyak mobil yang lewat di titik yang sama, maka informasi mengenai luas ruang parkir juga akan semakin akurat.
Teknologi ini akan semakin berguna jika mobil yang mengikutinya semakin banyak. Informasi mengenai lahan parkir kosong juga bisa tersaji di aplikasi smartphone yang dibuat produsen mobil.</content:encoded></item></channel></rss>
