<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ZTE Hadirkan Teknologi NFV dan IoT untuk Operator Telekomunikasi di Indonesia</title><description>ZTE menghadirkan teknologi terdepan NFV dan IoT (Internet of Things) bagi para operator telekomunikasi di Indonesia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/08/16/207/1465290/zte-hadirkan-teknologi-nfv-dan-iot-untuk-operator-telekomunikasi-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/08/16/207/1465290/zte-hadirkan-teknologi-nfv-dan-iot-untuk-operator-telekomunikasi-di-indonesia"/><item><title>ZTE Hadirkan Teknologi NFV dan IoT untuk Operator Telekomunikasi di Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/08/16/207/1465290/zte-hadirkan-teknologi-nfv-dan-iot-untuk-operator-telekomunikasi-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/08/16/207/1465290/zte-hadirkan-teknologi-nfv-dan-iot-untuk-operator-telekomunikasi-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 16 Agustus 2016 16:33 WIB</pubDate><dc:creator>Arsan Mailanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/08/16/207/1465290/zte-hadirkan-teknologi-nfv-dan-iot-untuk-operator-telekomunikasi-di-indonesia-ze078vqal4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Csharpcorner)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/08/16/207/1465290/zte-hadirkan-teknologi-nfv-dan-iot-untuk-operator-telekomunikasi-di-indonesia-ze078vqal4.jpg</image><title>(Foto: Csharpcorner)</title></images><description>JAKARTA - ZTE menghadirkan teknologi terdepan NFV dan IoT (Internet of Things) bagi para operator telekomunikasi di Indonesia, guna menghasilkan perubahan dalam operator telekomunikasi pelanggan dan pasar.

Penggunaan solusi NFV dan IoT milik ZTE untuk membantu operator-operator telekomunikasi, dalam menjawab peluang di era baru ini dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pelanggan.

Tiga hal penting akan hadir sebagai peningkatan konsumsi mobile broadband. Pertama, peningkatan konsumsi internet para individu secara mobile. Kedua, peningkatan konsumsi internet para perusahaan secara mobile membuat Bring Your Own Device (BYOD) untuk pengembangan LTE.

Ketiga, berkembangnya komunikasi data dari person-to-person menjadi person-to-machine dan machine-to-machine akan meningkatkan jumlah koneksi jaringan menjadi 50 sampai 10 miliar dan mobile IoT akan menjadi kenyataan.

Chief Architect dari ZTE CTO Group, Mo Li mengatakan, ZTE percaya kunci dari pengembangan jaringan telekomunikasi adalah mampu mengkonstruksikan lapisan jaringan secara horizontal.

&quot;Yang dapat mendukung kontrol yang terintegrasi dan manajemen yang selaras dengan memperkenalkan arsitektur Network Function Virtualization (NFV). Virtualisasi jaringan akan membuat jaringan yang dimiliki operator menjadi lebih cekatan, lebih terpercaya dan efisien,&quot; ujarnya.

Sebagaimana diketahui NFV merupakan bentuk migrasi peralatan telekomunikasi dari platform berdedikasi yang sudah ada menjadi server Commercial Off-The-Shelf (COTS).

&quot;Untuk menjawab permasalahan tersebut, jaringan dan platform layanan berbasis NFV dikembangkan. Platform cloud yang menggunakan teknologi NFV, hardware umum dan teknologi virtualisasi untuk mendukung berbagai macam aplikasi,&quot; paparnya.

Sementara VP Head of Presales ZTE USA Tom Mao menambahkan, saat arsitektur NFV digunakan, jaringan telekomunikasi akan secara nyata meningkat dalam pengelolaan otomatis dan cekatan.

&quot;Manfaatnya bagi pelanggan, mereka dapat lebih cepat menikmati layanan baru dari operator telekomunikasi dan mereka akan merasakan pengalaman kualitas jaringan yang lebih stabil,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - ZTE menghadirkan teknologi terdepan NFV dan IoT (Internet of Things) bagi para operator telekomunikasi di Indonesia, guna menghasilkan perubahan dalam operator telekomunikasi pelanggan dan pasar.

Penggunaan solusi NFV dan IoT milik ZTE untuk membantu operator-operator telekomunikasi, dalam menjawab peluang di era baru ini dan memberikan pelayanan yang lebih baik bagi para pelanggan.

Tiga hal penting akan hadir sebagai peningkatan konsumsi mobile broadband. Pertama, peningkatan konsumsi internet para individu secara mobile. Kedua, peningkatan konsumsi internet para perusahaan secara mobile membuat Bring Your Own Device (BYOD) untuk pengembangan LTE.

Ketiga, berkembangnya komunikasi data dari person-to-person menjadi person-to-machine dan machine-to-machine akan meningkatkan jumlah koneksi jaringan menjadi 50 sampai 10 miliar dan mobile IoT akan menjadi kenyataan.

Chief Architect dari ZTE CTO Group, Mo Li mengatakan, ZTE percaya kunci dari pengembangan jaringan telekomunikasi adalah mampu mengkonstruksikan lapisan jaringan secara horizontal.

&quot;Yang dapat mendukung kontrol yang terintegrasi dan manajemen yang selaras dengan memperkenalkan arsitektur Network Function Virtualization (NFV). Virtualisasi jaringan akan membuat jaringan yang dimiliki operator menjadi lebih cekatan, lebih terpercaya dan efisien,&quot; ujarnya.

Sebagaimana diketahui NFV merupakan bentuk migrasi peralatan telekomunikasi dari platform berdedikasi yang sudah ada menjadi server Commercial Off-The-Shelf (COTS).

&quot;Untuk menjawab permasalahan tersebut, jaringan dan platform layanan berbasis NFV dikembangkan. Platform cloud yang menggunakan teknologi NFV, hardware umum dan teknologi virtualisasi untuk mendukung berbagai macam aplikasi,&quot; paparnya.

Sementara VP Head of Presales ZTE USA Tom Mao menambahkan, saat arsitektur NFV digunakan, jaringan telekomunikasi akan secara nyata meningkat dalam pengelolaan otomatis dan cekatan.

&quot;Manfaatnya bagi pelanggan, mereka dapat lebih cepat menikmati layanan baru dari operator telekomunikasi dan mereka akan merasakan pengalaman kualitas jaringan yang lebih stabil,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
