<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pokemon GO dan Kebangkitan Game Berbasis AR</title><description>Pokemon GO dan Kebangkitan {Game} Berbasis AR</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/07/25/326/1446260/pokemon-go-dan-kebangkitan-game-berbasis-ar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/07/25/326/1446260/pokemon-go-dan-kebangkitan-game-berbasis-ar"/><item><title>Pokemon GO dan Kebangkitan Game Berbasis AR</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/07/25/326/1446260/pokemon-go-dan-kebangkitan-game-berbasis-ar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/07/25/326/1446260/pokemon-go-dan-kebangkitan-game-berbasis-ar</guid><pubDate>Senin 25 Juli 2016 16:38 WIB</pubDate><dc:creator>Aditya Gema Pratomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/07/25/326/1446260/pokemon-go-dan-kebangkitan-game-berbasis-ar-iCpYoLRiIj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pokemon GO dan Kebangkitan Game Berbasi AR (foto: Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/07/25/326/1446260/pokemon-go-dan-kebangkitan-game-berbasis-ar-iCpYoLRiIj.jpg</image><title>Pokemon GO dan Kebangkitan Game Berbasi AR (foto: Youtube)</title></images><description>JAKARTA - Keberhasilan tak terduga dari game Pokemon GO membuat istilah 'Augmented Reality' (AR) lebih dikenal masyarakat. Teknologi ini memungkinkan objek virtual berada di dunia nyata.
Dalam kasus Pokemon GO, pemain dapat menangkap Pokemon di dunia nyata. Hal inilah yang dianggap oleh para gamer sebagai terobosan baru di dunia game. Namun, apakah kepopuleran Pokemon GO menjadi pertanda bagi kebangkitan game berbasis VR?
Beberapa perusahaan besar memang sudah terlihat membangun perangkat yang dapat mendukung game berbasis AR. Perusahaan besar seperti Google dan Microsoft sudah menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap sektor ini.
Microsoft misalnya, perusahaan ini membuat perangkat yang dinamakan Hololens. Satya Nadella sendiri berkeyakinan bahwa teknologi augmented reality yang digunakan dalam Microsoft HoloLens adalah platform komputasi di masa depan. &quot;Ini sama saja ketika Anda menggunakan Microsoft Excel untuk pertama kalinya,&quot; jelasnya mengenai masa depan HoloLens.
Perangkat ini juga dapat digunakan untuk bermain game. Dalam sebuah demo, Microsoft pernah menunjukkan bagaimana HoloLens dapat digunakan untuk bermain Minecraft. Dengan HoloLens, bermain game terasa lebih nyata.
Di sisi lain, Google juga sedang berusaha membangun perangkat AR bernama Magic Leap. Dari sebuah video, mereka menunjukkan bagaimana gamer dapat menembak monster yang berada di depannya dengan menggunakan perangkat ini.
Dari kedua kasus tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa AR adalah tren gaming di masa depan. Pengalaman yang nyata adalah faktor utama kepopuleran game berbasis AR disukai masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, dan kemajuan teknologi, game modern telah berhasil untuk melebihi ekspektasi dari konsumen. Dalam hal ini, Pokemon GO sudah berhasil menjadi pembuka bagi game berbasis AR lainnya untuk segera hadir. Demikian seperti dikutip dari Wall Street Journal, Senin (25/7/2016).
</description><content:encoded>JAKARTA - Keberhasilan tak terduga dari game Pokemon GO membuat istilah 'Augmented Reality' (AR) lebih dikenal masyarakat. Teknologi ini memungkinkan objek virtual berada di dunia nyata.
Dalam kasus Pokemon GO, pemain dapat menangkap Pokemon di dunia nyata. Hal inilah yang dianggap oleh para gamer sebagai terobosan baru di dunia game. Namun, apakah kepopuleran Pokemon GO menjadi pertanda bagi kebangkitan game berbasis VR?
Beberapa perusahaan besar memang sudah terlihat membangun perangkat yang dapat mendukung game berbasis AR. Perusahaan besar seperti Google dan Microsoft sudah menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap sektor ini.
Microsoft misalnya, perusahaan ini membuat perangkat yang dinamakan Hololens. Satya Nadella sendiri berkeyakinan bahwa teknologi augmented reality yang digunakan dalam Microsoft HoloLens adalah platform komputasi di masa depan. &quot;Ini sama saja ketika Anda menggunakan Microsoft Excel untuk pertama kalinya,&quot; jelasnya mengenai masa depan HoloLens.
Perangkat ini juga dapat digunakan untuk bermain game. Dalam sebuah demo, Microsoft pernah menunjukkan bagaimana HoloLens dapat digunakan untuk bermain Minecraft. Dengan HoloLens, bermain game terasa lebih nyata.
Di sisi lain, Google juga sedang berusaha membangun perangkat AR bernama Magic Leap. Dari sebuah video, mereka menunjukkan bagaimana gamer dapat menembak monster yang berada di depannya dengan menggunakan perangkat ini.
Dari kedua kasus tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa AR adalah tren gaming di masa depan. Pengalaman yang nyata adalah faktor utama kepopuleran game berbasis AR disukai masyarakat.
Seiring berjalannya waktu, dan kemajuan teknologi, game modern telah berhasil untuk melebihi ekspektasi dari konsumen. Dalam hal ini, Pokemon GO sudah berhasil menjadi pembuka bagi game berbasis AR lainnya untuk segera hadir. Demikian seperti dikutip dari Wall Street Journal, Senin (25/7/2016).
</content:encoded></item></channel></rss>
