<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bosch Indonesia Tak Main-Main jika Ada Suku Cadangnya yang Dipalsukan</title><description>Tantangan berat dalam memasarkan produk suku cadang aftermarket di Indonesia adalah pemalsuan produk. Bagaimana merek Bosch menghadpinya?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/06/10/15/1411118/bosch-indonesia-tak-main-main-jika-ada-suku-cadangnya-yang-dipalsukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/06/10/15/1411118/bosch-indonesia-tak-main-main-jika-ada-suku-cadangnya-yang-dipalsukan"/><item><title>Bosch Indonesia Tak Main-Main jika Ada Suku Cadangnya yang Dipalsukan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/06/10/15/1411118/bosch-indonesia-tak-main-main-jika-ada-suku-cadangnya-yang-dipalsukan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/06/10/15/1411118/bosch-indonesia-tak-main-main-jika-ada-suku-cadangnya-yang-dipalsukan</guid><pubDate>Jum'at 10 Juni 2016 07:12 WIB</pubDate><dc:creator>Pius Mali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/06/10/15/1411118/bosch-indonesia-tak-main-main-jika-ada-suku-cadangnya-yang-dipalsukan-D0UqXFATCf.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Merek sukucadang Bosch punya cara tersendiri untuk menghadapi pemalsuan produk (Mali/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/06/10/15/1411118/bosch-indonesia-tak-main-main-jika-ada-suku-cadangnya-yang-dipalsukan-D0UqXFATCf.jpg</image><title>Merek sukucadang Bosch punya cara tersendiri untuk menghadapi pemalsuan produk (Mali/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Produsen suku cadang kendaraan Jerman, Bosch, menghadapi tantangan berat dalam memasarkan produk suku cadang aftermarket yaitu pemalsuan produk. Ini juga dialami banyak produsen spare part lain di Indonesia.
Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, Griselda Iwandi, tak memungkiri adanya suku cadang imitasi Bosch.
&quot;Memang kalau ngomong suku cadang itu (imitasi) menjadi hal yang paling sulit. Saat suatu merek sudah terkenal dan sudah laku, imitasinya cepat sekali. Apalagi di Indonesia ini,&quot; ujarnya di Jakarta, Kamis 9 Juni 2016 malam.
Untuk menghadapinya, lanjut Selda sapaan akrabnya, pihak Bosch Indonesia memiliki divisi khusus yang memantau kondisi pasar suku cadang di Indonesia. Termasuk mengawasai jika ada pemalsuan produk.
&quot;Kami ada divisi legal untuk memantau kegiatan seperti ini atau hal-hal yang terjadi di market. Itu kemudian di-follow up dengan serius. Ya masalah ini seperti jamur, yang ditumpas sekali lalu tumbuh lagi. Ini memang perlu follow up yang continue. Ada divisi legal yang melakukan pengecekan secara reguler dan menentukan tindakan yang akan dilakukan,&quot; tutup Selda.</description><content:encoded>JAKARTA - Produsen suku cadang kendaraan Jerman, Bosch, menghadapi tantangan berat dalam memasarkan produk suku cadang aftermarket yaitu pemalsuan produk. Ini juga dialami banyak produsen spare part lain di Indonesia.
Marketing Manager Bosch Automotive Aftermarket Indonesia, Griselda Iwandi, tak memungkiri adanya suku cadang imitasi Bosch.
&quot;Memang kalau ngomong suku cadang itu (imitasi) menjadi hal yang paling sulit. Saat suatu merek sudah terkenal dan sudah laku, imitasinya cepat sekali. Apalagi di Indonesia ini,&quot; ujarnya di Jakarta, Kamis 9 Juni 2016 malam.
Untuk menghadapinya, lanjut Selda sapaan akrabnya, pihak Bosch Indonesia memiliki divisi khusus yang memantau kondisi pasar suku cadang di Indonesia. Termasuk mengawasai jika ada pemalsuan produk.
&quot;Kami ada divisi legal untuk memantau kegiatan seperti ini atau hal-hal yang terjadi di market. Itu kemudian di-follow up dengan serius. Ya masalah ini seperti jamur, yang ditumpas sekali lalu tumbuh lagi. Ini memang perlu follow up yang continue. Ada divisi legal yang melakukan pengecekan secara reguler dan menentukan tindakan yang akan dilakukan,&quot; tutup Selda.</content:encoded></item></channel></rss>
