<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Lebih Dekat Bulan Biru</title><description>Mengenal Lebih Dekat Bulan Biru yang akan terjadi malam ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/05/21/56/1394359/mengenal-lebih-dekat-bulan-biru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/05/21/56/1394359/mengenal-lebih-dekat-bulan-biru"/><item><title>Mengenal Lebih Dekat Bulan Biru</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/05/21/56/1394359/mengenal-lebih-dekat-bulan-biru</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/05/21/56/1394359/mengenal-lebih-dekat-bulan-biru</guid><pubDate>Sabtu 21 Mei 2016 13:50 WIB</pubDate><dc:creator>Kustin Ayuwuragil Desmuflihah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/21/56/1394359/mengenal-lebih-dekat-bulan-biru-utvhiYUozG.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mengenal Lebih Dekat Bulan Biru (Foto: Discovery)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/21/56/1394359/mengenal-lebih-dekat-bulan-biru-utvhiYUozG.jpg</image><title>Mengenal Lebih Dekat Bulan Biru (Foto: Discovery)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Malam ini, blue moon atau bulan biru akan menghiasi langit malam penduduk Bumi. Namun, tak seperti terminologinya yang berhubungan dengan warna biru, blue moon terlihat sama saja dengan bulan purnama lainnya. Lalu mengapa disebut &amp;lsquo;bulan biru&amp;rsquo;?

Menurut Sky and Telescope, Sabtu (21/5/2016), &amp;nbsp;cerita rakyatlah yang memulai penyebutan bulan biru ketika bulan purnama kedua terjadi dalam satu bulan di kalender Masehi. Terminologi tersebut telah ada selama 400 tahun tetapi baru sepenuhnya dimengerti sekira 25 tahun belakangan.

Kenyataannya, penggunaan sangat awal dari istilah ini absurd seperti mengatakan bulan terbuat dari keju hijau. Absurditas keduanya jelas, tidak mungkin ada keraguan. Ungkapan &amp;lsquo;dia berpendapat bulan biru&amp;rsquo; digunakan oleh rata-rata orang &amp;nbsp;di abad ke-16 sama halnya ketika orang modern menggunakan kata &amp;lsquo;hitam adalah putih&amp;rsquo;.  Konsep bahwa bulan biru tidak masuk akal (arti sesungguhnya) sehingga akhirnya menyebabkan arti kedua, yaitu &quot;tidak akan pernah.&quot; Pada abad ke-18, lahirlah idiom &amp;lsquo;once in a blue moon&amp;rsquo; yang menyatakan bahwa hal yang dikatakan tidak akan pernah terjadi karena bulan tidak akan pernah berwarna biru.

Namun, sejarah berkata lain saat Gunung Krakatau meletus pada 1883. Debu vulkanis telah membuat bulan tenggelam berwarnya hijau dan purnama menjadi biru di seluruh dunia selama dua tahun. Pada 1927, musim hujan India yang terlambat tiba dan musim kemarau ekstra panjang meledakkan cukup debu untuk bulan biru. Bulan di timur laut Amerika Utara membiru pada 1951 ketika kebakaran hutan besar di bagian barat Kanada melemparkan partikel asap ke langit.

Sejarah tersebut menggeser sedikit makna blue moon karena  fenomena tersebut benar-benar terjadi meski sangat amat jarang pada  pertengahan abad ke-19. Arti bulan biru berubah menjadi momen yang &amp;lsquo;bisa  terjadi meski sangat jarang&amp;rsquo; dan digunakan hingga saat ini.

Momen yang dimaksud adalah bulan purnama keempat dalam satu musim.  Satu musim umumnya berlangsung selama tiga bulan di negara-negara dengan  empat musim sehingga ini adalah momen yang masih langka. &amp;nbsp;Namun, makna  ini akhirnya kembali sedikit bergeser dalam penggunaannya saat ini.

Pada 1988, bulan purnama kedua pada Mei dikabarkan stasiun radio dan  koran-koran Amerika Utara sebagai bulan biru. Pemberitaan itu mengundang  perhatian media internasional. Sejak saat itu banyak restoran dan  pagelaran seni yang ikut mempopulerkan istilah blue moon.

Istilah blue moon akhirnya digunakan untuk menyebut bulan  kedua di dalam satu bulan kalender masehi dalam ilmu astronomi. Fenomena  ini umumnya terjadi 1-3 tahun sekali. Setelah nanti malam, Anda baru  akan bisa menyaksikan blue moon pada 31 Januari 2018.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Malam ini, blue moon atau bulan biru akan menghiasi langit malam penduduk Bumi. Namun, tak seperti terminologinya yang berhubungan dengan warna biru, blue moon terlihat sama saja dengan bulan purnama lainnya. Lalu mengapa disebut &amp;lsquo;bulan biru&amp;rsquo;?

Menurut Sky and Telescope, Sabtu (21/5/2016), &amp;nbsp;cerita rakyatlah yang memulai penyebutan bulan biru ketika bulan purnama kedua terjadi dalam satu bulan di kalender Masehi. Terminologi tersebut telah ada selama 400 tahun tetapi baru sepenuhnya dimengerti sekira 25 tahun belakangan.

Kenyataannya, penggunaan sangat awal dari istilah ini absurd seperti mengatakan bulan terbuat dari keju hijau. Absurditas keduanya jelas, tidak mungkin ada keraguan. Ungkapan &amp;lsquo;dia berpendapat bulan biru&amp;rsquo; digunakan oleh rata-rata orang &amp;nbsp;di abad ke-16 sama halnya ketika orang modern menggunakan kata &amp;lsquo;hitam adalah putih&amp;rsquo;.  Konsep bahwa bulan biru tidak masuk akal (arti sesungguhnya) sehingga akhirnya menyebabkan arti kedua, yaitu &quot;tidak akan pernah.&quot; Pada abad ke-18, lahirlah idiom &amp;lsquo;once in a blue moon&amp;rsquo; yang menyatakan bahwa hal yang dikatakan tidak akan pernah terjadi karena bulan tidak akan pernah berwarna biru.

Namun, sejarah berkata lain saat Gunung Krakatau meletus pada 1883. Debu vulkanis telah membuat bulan tenggelam berwarnya hijau dan purnama menjadi biru di seluruh dunia selama dua tahun. Pada 1927, musim hujan India yang terlambat tiba dan musim kemarau ekstra panjang meledakkan cukup debu untuk bulan biru. Bulan di timur laut Amerika Utara membiru pada 1951 ketika kebakaran hutan besar di bagian barat Kanada melemparkan partikel asap ke langit.

Sejarah tersebut menggeser sedikit makna blue moon karena  fenomena tersebut benar-benar terjadi meski sangat amat jarang pada  pertengahan abad ke-19. Arti bulan biru berubah menjadi momen yang &amp;lsquo;bisa  terjadi meski sangat jarang&amp;rsquo; dan digunakan hingga saat ini.

Momen yang dimaksud adalah bulan purnama keempat dalam satu musim.  Satu musim umumnya berlangsung selama tiga bulan di negara-negara dengan  empat musim sehingga ini adalah momen yang masih langka. &amp;nbsp;Namun, makna  ini akhirnya kembali sedikit bergeser dalam penggunaannya saat ini.

Pada 1988, bulan purnama kedua pada Mei dikabarkan stasiun radio dan  koran-koran Amerika Utara sebagai bulan biru. Pemberitaan itu mengundang  perhatian media internasional. Sejak saat itu banyak restoran dan  pagelaran seni yang ikut mempopulerkan istilah blue moon.

Istilah blue moon akhirnya digunakan untuk menyebut bulan  kedua di dalam satu bulan kalender masehi dalam ilmu astronomi. Fenomena  ini umumnya terjadi 1-3 tahun sekali. Setelah nanti malam, Anda baru  akan bisa menyaksikan blue moon pada 31 Januari 2018.</content:encoded></item></channel></rss>
