<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Temukan Dunia Tersembunyi di Bawah Antartika Barat</title><description>Peneliti Temukan Dunia Tersembunyi di Bawah Antartika Barat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/05/02/56/1378539/peneliti-temukan-dunia-tersembunyi-di-bawah-antartika-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/05/02/56/1378539/peneliti-temukan-dunia-tersembunyi-di-bawah-antartika-barat"/><item><title>Peneliti Temukan Dunia Tersembunyi di Bawah Antartika Barat</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/05/02/56/1378539/peneliti-temukan-dunia-tersembunyi-di-bawah-antartika-barat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/05/02/56/1378539/peneliti-temukan-dunia-tersembunyi-di-bawah-antartika-barat</guid><pubDate>Selasa 03 Mei 2016 05:03 WIB</pubDate><dc:creator>Dini Listiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/05/02/56/1378539/peneliti-temukan-dunia-tersembunyi-di-bawah-antartika-barat-fmTB3hz3xM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peneliti Temukan Dunia Tersembunyi (Foto: Daily Mail)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/05/02/56/1378539/peneliti-temukan-dunia-tersembunyi-di-bawah-antartika-barat-fmTB3hz3xM.jpg</image><title>Peneliti Temukan Dunia Tersembunyi (Foto: Daily Mail)</title></images><description>CALIFORNIA &amp;ndash; Para peneliti dilaporkan telah mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di bawah Antartika Barat. Mereka mengatakan, subglacial Lake Whillans, yang terletak 800 meter di bawah lapisan es Antartika Barat mirip dengan lahan basah.

Mereka berharap dengan menganalisis daerah bisa memberi wawasan baru bagaimana permukaan air laut akan naik dan es mencair akibat pemanasan global. Temuan berasal dari proyek Whillans Ice Streaming subglacial Access Research Drilling (WISSARD) yang didanai oleh National Science Foundation (NSF).

Subglacial Lake Whillans yang telah dilapisi es mencair ternyata mengandung sejumlah kecil air laut dari sedimen laut kuno di dasar danau. Air danau secara periodik mengalir melalui jalur ke laut, tetapi dengan energi yang cukup memadai membawa banyak sedimen.

Pemahaman baru ini tidak akan memungkinkan para ilmuwan lebih memahami biogeokimia dan mekanik dari danau itu sendiri, tetapi juga memungkinkan untuk menggunakan informasi tersebut agar meningkatkan model tentang bagaimana sistem subglacial danau Antariksa berinteraksi dengan es di atas dan bawah sedimen.

Dilansir DailyMail, Selasa (3/5/2016), dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Geophysical Research Letters lead author Matthew Siegfried dari Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, dan rekan-rekannya melaporkan data Global Positioning System (GPS) menunjukkan drainase periodik dari peningkatkan kecepatan pada dasar lapisan es, dan dapat mempercepat pergerakan es sebanyak empat persen dalam ledakan singkat.

Para penulis mengatakan, dinamika jangka pendek ini bisa menjadi sangat penting untuk pemahaman masa depan, perubahan lapisan es jangka panjang yang lebih baik. Sementara itu, dalam makalah kedua yang diterbitkan Geology, lead author Alexander Michaud dari Montana State University dan rekannya menggunakan data yang diambil dari 38 sentimeter (15 inci) inti panjang sedimen danau untuk mengkarakteristikan kimia air di danau dan sedimen.

Mereka menemukan danau air utama berasal dari lelehan di dasar lapisan es menutupi danau dengan kontribusi kecil dari air laut, yang terperangkap dalam sedimen di bawah lapisan es selama periode interglasial terakhir, ketika lapisan es Antartika melemah.

Dalam makalah ketiga, yang diterbitkan dalam journal Earth and Planetary Science Letter, lead author Timothy Hodson of Northern Illinois University dan rekannya meneliti inti sedimen lain, diambil dari danau untuk menemukan lebih banyak tentang hubungan antara lapisan es, hirdrologi subglacial dan sedimen yang mendasar.
</description><content:encoded>CALIFORNIA &amp;ndash; Para peneliti dilaporkan telah mengungkapkan apa yang sebenarnya terjadi di bawah Antartika Barat. Mereka mengatakan, subglacial Lake Whillans, yang terletak 800 meter di bawah lapisan es Antartika Barat mirip dengan lahan basah.

Mereka berharap dengan menganalisis daerah bisa memberi wawasan baru bagaimana permukaan air laut akan naik dan es mencair akibat pemanasan global. Temuan berasal dari proyek Whillans Ice Streaming subglacial Access Research Drilling (WISSARD) yang didanai oleh National Science Foundation (NSF).

Subglacial Lake Whillans yang telah dilapisi es mencair ternyata mengandung sejumlah kecil air laut dari sedimen laut kuno di dasar danau. Air danau secara periodik mengalir melalui jalur ke laut, tetapi dengan energi yang cukup memadai membawa banyak sedimen.

Pemahaman baru ini tidak akan memungkinkan para ilmuwan lebih memahami biogeokimia dan mekanik dari danau itu sendiri, tetapi juga memungkinkan untuk menggunakan informasi tersebut agar meningkatkan model tentang bagaimana sistem subglacial danau Antariksa berinteraksi dengan es di atas dan bawah sedimen.

Dilansir DailyMail, Selasa (3/5/2016), dalam sebuah makalah yang diterbitkan di Geophysical Research Letters lead author Matthew Siegfried dari Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, dan rekan-rekannya melaporkan data Global Positioning System (GPS) menunjukkan drainase periodik dari peningkatkan kecepatan pada dasar lapisan es, dan dapat mempercepat pergerakan es sebanyak empat persen dalam ledakan singkat.

Para penulis mengatakan, dinamika jangka pendek ini bisa menjadi sangat penting untuk pemahaman masa depan, perubahan lapisan es jangka panjang yang lebih baik. Sementara itu, dalam makalah kedua yang diterbitkan Geology, lead author Alexander Michaud dari Montana State University dan rekannya menggunakan data yang diambil dari 38 sentimeter (15 inci) inti panjang sedimen danau untuk mengkarakteristikan kimia air di danau dan sedimen.

Mereka menemukan danau air utama berasal dari lelehan di dasar lapisan es menutupi danau dengan kontribusi kecil dari air laut, yang terperangkap dalam sedimen di bawah lapisan es selama periode interglasial terakhir, ketika lapisan es Antartika melemah.

Dalam makalah ketiga, yang diterbitkan dalam journal Earth and Planetary Science Letter, lead author Timothy Hodson of Northern Illinois University dan rekannya meneliti inti sedimen lain, diambil dari danau untuk menemukan lebih banyak tentang hubungan antara lapisan es, hirdrologi subglacial dan sedimen yang mendasar.
</content:encoded></item></channel></rss>
