<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Komponen Mobil yang Sering Lupa Diservis dan Diganti</title><description>Semakin banyak mobil digunakan, makin banyak pula pemilik yang lalai mengganti komponen penting mobil mereka. Apa saja komponen tersebut?</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/03/10/15/1332210/komponen-mobil-yang-sering-lupa-diservis-dan-diganti</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/03/10/15/1332210/komponen-mobil-yang-sering-lupa-diservis-dan-diganti"/><item><title>Komponen Mobil yang Sering Lupa Diservis dan Diganti</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/03/10/15/1332210/komponen-mobil-yang-sering-lupa-diservis-dan-diganti</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/03/10/15/1332210/komponen-mobil-yang-sering-lupa-diservis-dan-diganti</guid><pubDate>Kamis 10 Maret 2016 12:26 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/10/15/1332210/komponen-mobil-yang-sering-lupa-diservis-dan-diganti-o9GA5VpT5t.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Survei menyebutkan, 77 persen mobil di dunia saat ini sudah harus direparasi atau diservis (lpgservice)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/10/15/1332210/komponen-mobil-yang-sering-lupa-diservis-dan-diganti-o9GA5VpT5t.jpg</image><title>Survei menyebutkan, 77 persen mobil di dunia saat ini sudah harus direparasi atau diservis (lpgservice)</title></images><description>JAKARTA - Pemilik dan pengguna mobil di dunia terus bertambah dari tahun ke tahun. Indikasinya, setiap tahun puluhan juta mobil baru terjual di seluruh dunia. Selain itu, meningkatnya penggunaan mobil bisa dirasakan dari semakin macetnya kondisi jalan terutama di negara berkembang.
Namun, meningkatnya penggunaan mobil belum diimbangi dengan pemahaman yang baik dari para pemilik serta pengendara. Salah satunya, mereka tidak memahami bagian mana saja dari mobil yang harus sering dicek secara rutin.
Berdasarkan data Carmudi, sebanyak 77 persen mobil yang beredar di dunia saat ini berada pada kondisi yang harus direparasi atau diservis. Kerusakan paling sering adalah, 22 persen pada oli mesin, 20 persen pada radiator sekaligus kipas, serta 18 persen pada rem.
Selain itu, ada komponen mobil yang harus diganti karena masa pakainya telah berakhir, namun masih tetap dibiarkan oleh pengendaranya. Sebanyak 10 persen pemilik mobil tidak mengganti ban mobil mereka tepat waktu setelah masa pakainya habis atau kedaluwarsa.  Begitu pun dengan lampu depan mobil yang seringkali terlupakan untuk diganti oleh 13 persen pemilik mobil.
Hal yang paling sering dilupakan adalah karet dari wiper depan mobil, sebanyak 14 persen pemilik mobil malas menggantinya secara rutin. Padahal jika tidak diganti, karet wiper bisa mengeras dan tidak optimal dalam membersihkan kaca mobil atau bahkan dapat menggores kaca itu sendiri.
Hal yang menarik, 40 persen pemilik mobil memilih untuk mencoba memperbaiki kerusakan mobil mereka secara mandiri terlebih dahulu sebelum diserahkan ke bengkel. Beberapa hal yang sering pula terlupakan adalah 10 persen pengendara lupa mengganti selang baru dan 19 persennya lalai mengganti filter udara.
Apabila dilihat dari kecenderungan melakukan servis, 73 persen pemilik mobil memilih kembali ke bengkel terakhir yang dipilih untuk mereparasi mobilnya kembali. Data ini menarik karena mayoritas pemilik mobil ternyata cukup merasa puas dengan pelayanan bengkel yang sebelumnya mereka kunjungi sehingga memutuskan untuk datang kembali.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemilik dan pengguna mobil di dunia terus bertambah dari tahun ke tahun. Indikasinya, setiap tahun puluhan juta mobil baru terjual di seluruh dunia. Selain itu, meningkatnya penggunaan mobil bisa dirasakan dari semakin macetnya kondisi jalan terutama di negara berkembang.
Namun, meningkatnya penggunaan mobil belum diimbangi dengan pemahaman yang baik dari para pemilik serta pengendara. Salah satunya, mereka tidak memahami bagian mana saja dari mobil yang harus sering dicek secara rutin.
Berdasarkan data Carmudi, sebanyak 77 persen mobil yang beredar di dunia saat ini berada pada kondisi yang harus direparasi atau diservis. Kerusakan paling sering adalah, 22 persen pada oli mesin, 20 persen pada radiator sekaligus kipas, serta 18 persen pada rem.
Selain itu, ada komponen mobil yang harus diganti karena masa pakainya telah berakhir, namun masih tetap dibiarkan oleh pengendaranya. Sebanyak 10 persen pemilik mobil tidak mengganti ban mobil mereka tepat waktu setelah masa pakainya habis atau kedaluwarsa.  Begitu pun dengan lampu depan mobil yang seringkali terlupakan untuk diganti oleh 13 persen pemilik mobil.
Hal yang paling sering dilupakan adalah karet dari wiper depan mobil, sebanyak 14 persen pemilik mobil malas menggantinya secara rutin. Padahal jika tidak diganti, karet wiper bisa mengeras dan tidak optimal dalam membersihkan kaca mobil atau bahkan dapat menggores kaca itu sendiri.
Hal yang menarik, 40 persen pemilik mobil memilih untuk mencoba memperbaiki kerusakan mobil mereka secara mandiri terlebih dahulu sebelum diserahkan ke bengkel. Beberapa hal yang sering pula terlupakan adalah 10 persen pengendara lupa mengganti selang baru dan 19 persennya lalai mengganti filter udara.
Apabila dilihat dari kecenderungan melakukan servis, 73 persen pemilik mobil memilih kembali ke bengkel terakhir yang dipilih untuk mereparasi mobilnya kembali. Data ini menarik karena mayoritas pemilik mobil ternyata cukup merasa puas dengan pelayanan bengkel yang sebelumnya mereka kunjungi sehingga memutuskan untuk datang kembali.</content:encoded></item></channel></rss>
