<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Muncul Bintang Terang di Arah Timur saat Gerhana Matahari Total</title><description>Ilmuwan meneliti korona atau cahaya semu di sekitar Matahari pada saat terjadi Gerhana Matahari Total.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/03/09/56/1331720/muncul-bintang-terang-di-arah-timur-saat-gerhana-matahari-total</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/03/09/56/1331720/muncul-bintang-terang-di-arah-timur-saat-gerhana-matahari-total"/><item><title>Muncul Bintang Terang di Arah Timur saat Gerhana Matahari Total</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/03/09/56/1331720/muncul-bintang-terang-di-arah-timur-saat-gerhana-matahari-total</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/03/09/56/1331720/muncul-bintang-terang-di-arah-timur-saat-gerhana-matahari-total</guid><pubDate>Rabu 09 Maret 2016 17:31 WIB</pubDate><dc:creator>Risna  Nur Rahayu</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/03/09/56/1331720/muncul-bintang-terang-di-arah-timur-saat-gerhana-matahari-total-ymFRpB01go.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/03/09/56/1331720/muncul-bintang-terang-di-arah-timur-saat-gerhana-matahari-total-ymFRpB01go.jpg</image><title>(Foto: Shutterstock)</title></images><description>BELITUNG - Ilmuwan meneliti korona atau cahaya semu di sekitar Matahari pada saat terjadi Gerhana Matahari Total. Pada saat gerhana itu terjadi, maka langit akan gelap, sementara menampilkan korona berwarna putih yang terlihat oleh mata.

Menggunakan alat oleh para peneliti, korona tersebut bisa diamati untuk dianalisis. &quot;Kita lihat korona, kalau tidak ada gerhana, (korona) itu tidak akan terlihat,&quot; ujar peneliti astronomi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB, Prof DR Suhardja D. Wiramiharjda, M.Sc.

Korona ini memiliki kecepatan yang bisa dihitung melalui alat. &quot;Tapi dengan alat, LAPAN yang meneliti bisa mengalkulasi berapa kecepatannya,&quot; tambahnya. Dijelaskan bahwa korona merupakan bagian terluar dari Matahari, yang terlihat terang putih pada saat gerhana Matahari.

Pada saat terjadi gerhana tadi pagi, kabarnya terlihat pula bintang terang di arah timur. Saat gerhana mengakibatkan gelap pada satu area, maka kemungkinan bintang yang terang itu merupakan planet. Suhardja tidak menyebutkan nama planet dari objek tersebut.

Suhardja mengatakan, pada saat gerhana Matahari, hal ini bisa mempengaruhi kehidupan flora dan fauna. Selain itu, manusia yang melihat gerhana juga dianjurkan untuk menggunakan kacamata khusus.

&quot;Begitu gelap (GMT), pupil mata kita besar sekali. Begitu keluar (selesai GMT), itu terang sekali. Jadi kaget, baiknya pakai itu (kacamata). Kalau matahari, tidak gerhana pun berbahaya kalau dilihat terus, 20 detik memandang matahari, bisa rusak mata kita,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>BELITUNG - Ilmuwan meneliti korona atau cahaya semu di sekitar Matahari pada saat terjadi Gerhana Matahari Total. Pada saat gerhana itu terjadi, maka langit akan gelap, sementara menampilkan korona berwarna putih yang terlihat oleh mata.

Menggunakan alat oleh para peneliti, korona tersebut bisa diamati untuk dianalisis. &quot;Kita lihat korona, kalau tidak ada gerhana, (korona) itu tidak akan terlihat,&quot; ujar peneliti astronomi dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam ITB, Prof DR Suhardja D. Wiramiharjda, M.Sc.

Korona ini memiliki kecepatan yang bisa dihitung melalui alat. &quot;Tapi dengan alat, LAPAN yang meneliti bisa mengalkulasi berapa kecepatannya,&quot; tambahnya. Dijelaskan bahwa korona merupakan bagian terluar dari Matahari, yang terlihat terang putih pada saat gerhana Matahari.

Pada saat terjadi gerhana tadi pagi, kabarnya terlihat pula bintang terang di arah timur. Saat gerhana mengakibatkan gelap pada satu area, maka kemungkinan bintang yang terang itu merupakan planet. Suhardja tidak menyebutkan nama planet dari objek tersebut.

Suhardja mengatakan, pada saat gerhana Matahari, hal ini bisa mempengaruhi kehidupan flora dan fauna. Selain itu, manusia yang melihat gerhana juga dianjurkan untuk menggunakan kacamata khusus.

&quot;Begitu gelap (GMT), pupil mata kita besar sekali. Begitu keluar (selesai GMT), itu terang sekali. Jadi kaget, baiknya pakai itu (kacamata). Kalau matahari, tidak gerhana pun berbahaya kalau dilihat terus, 20 detik memandang matahari, bisa rusak mata kita,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
