<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Memanfaatkan Kotoran Sapi Diolah Menjadi Bahan Bakar</title><description>Satu ekor sapi dengan kotoran setiap hari 15 kilo telsh bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga satu hari.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/02/17/56/1314767/memanfaatkan-kotoran-sapi-diolah-menjadi-bahan-bakar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/02/17/56/1314767/memanfaatkan-kotoran-sapi-diolah-menjadi-bahan-bakar"/><item><title>Memanfaatkan Kotoran Sapi Diolah Menjadi Bahan Bakar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/02/17/56/1314767/memanfaatkan-kotoran-sapi-diolah-menjadi-bahan-bakar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/02/17/56/1314767/memanfaatkan-kotoran-sapi-diolah-menjadi-bahan-bakar</guid><pubDate>Rabu 17 Februari 2016 18:56 WIB</pubDate><dc:creator></dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/02/17/56/1314767/memanfaatkan-kotoran-sapi-diolah-menjadi-bahan-bakar-FEdihsn7St.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (foto: Istimewa)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/02/17/56/1314767/memanfaatkan-kotoran-sapi-diolah-menjadi-bahan-bakar-FEdihsn7St.jpg</image><title>ilustrasi (foto: Istimewa)</title></images><description>PADANG - Petani hingga kini belum membiasakan pemanfaatan kotoran ternak sebagai bahan bakar dan berbagai kebutuhan lainnya. Padahal potensi bahan bakar sangat besar dan bisa dimafaatkan untuk kebutuhan bahan bakar rumah tangga. Buktinya, 1.500 ton kotoran sapi di Pesisir Selatan berpotensi dimanfaatkan untuk bahan bakar.
&amp;ldquo;Selama ini potensi itu hanya terbuang di pinggir kandang atau berserakan di pinggir jalan dan bahakan kantor pemerintah karena pola tatalaksana peternakan tidak dilaksanakan dengan baik,&amp;rdquo; kata Bustami, dikutip dari Harian Haluan, Rabu (17/2/2016), yang telah tiga tahun memanfaatkan kotoran ternak untuk bahan bakar.
Data dari BPS Pessel, tahun 2011, jumlah ternak sapi mencapai 98.000 ekor dengan jumlah kotoran yang dihasilkan setiap hari sebesar 1.470.000 kilogram atau setara dengan 1.470 ton.
Satu ekor sapi dengan kotoran setiap hari 15 kilo telsh bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga satu hari. Dimana setiap 15 kilogram bisa menyalakan komporgas selama lima atau enam jam. Sementara jumlah rumah tangga di Pesisir Selatan hanya berkisar 95 ribu saja.
&amp;ldquo;Kotoran sapi di Pesisir Selatan bila diman faatkan untuk sumber energi melebihi kebutuhan energi di dapur,&amp;rdquo; ungkap Bustami, salah seorang warga Pesisir Selatan yang telah memanfaatkan kotoran ternak untuk sumber bahan bakar.
Menurutnya, bila pemerintah mau mensosialisasikan penggunaan biogas yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan bakar, maka akan menguntungkan pemerintah dan masyarakat. Keuntungan pemerintah adalah, ternak di Pesisir Selatan tidak akan ada yang berkeliaran atau dilepas. Lingkungan akan tampak indah dan terurus.
&amp;ldquo;Selanjutnya keuntungan lain, kekhawatiran kekurangan bahgan bakar di Pesisir Selatan akan hilang sebab sumber energi untuk bahan bakar dapur di Pesisir Selatan lebih dari cukup,&amp;rdquo; kata Bustami lagi.
Bustami semenjak empat bulan belakangan telah memanfaatkan kotoran ternaknya untuk keperluan bahan bakar dapur, misalnya menanak nasi, masak air dan lain sebagainya.
&amp;ldquo;Penggunaan energi kotoran ternak tersebut telah meringankan beban keluarga, setidaknya untuk biaya didapur. Penggunaan biogas juga terbilang aman bagi rumah tangga dsan lingkungan. Berdasarkan petunjuk, bahkan kotoran ternak juga bisa digunakan sebabagi bahan bakar menggerakkan generator untuk penerangan rumah tangga,&amp;rdquo; kata Bustami.
Disebutkannya, selain untuk energi, limbah dari pembuatan biogas juga bisa digunakan untuk pupuk. Lahan pertanian milik Bustami, semenjak empat bulan belakangan dipupuk dengan limbah pembuatan biogas.</description><content:encoded>PADANG - Petani hingga kini belum membiasakan pemanfaatan kotoran ternak sebagai bahan bakar dan berbagai kebutuhan lainnya. Padahal potensi bahan bakar sangat besar dan bisa dimafaatkan untuk kebutuhan bahan bakar rumah tangga. Buktinya, 1.500 ton kotoran sapi di Pesisir Selatan berpotensi dimanfaatkan untuk bahan bakar.
&amp;ldquo;Selama ini potensi itu hanya terbuang di pinggir kandang atau berserakan di pinggir jalan dan bahakan kantor pemerintah karena pola tatalaksana peternakan tidak dilaksanakan dengan baik,&amp;rdquo; kata Bustami, dikutip dari Harian Haluan, Rabu (17/2/2016), yang telah tiga tahun memanfaatkan kotoran ternak untuk bahan bakar.
Data dari BPS Pessel, tahun 2011, jumlah ternak sapi mencapai 98.000 ekor dengan jumlah kotoran yang dihasilkan setiap hari sebesar 1.470.000 kilogram atau setara dengan 1.470 ton.
Satu ekor sapi dengan kotoran setiap hari 15 kilo telsh bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga satu hari. Dimana setiap 15 kilogram bisa menyalakan komporgas selama lima atau enam jam. Sementara jumlah rumah tangga di Pesisir Selatan hanya berkisar 95 ribu saja.
&amp;ldquo;Kotoran sapi di Pesisir Selatan bila diman faatkan untuk sumber energi melebihi kebutuhan energi di dapur,&amp;rdquo; ungkap Bustami, salah seorang warga Pesisir Selatan yang telah memanfaatkan kotoran ternak untuk sumber bahan bakar.
Menurutnya, bila pemerintah mau mensosialisasikan penggunaan biogas yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan bakar, maka akan menguntungkan pemerintah dan masyarakat. Keuntungan pemerintah adalah, ternak di Pesisir Selatan tidak akan ada yang berkeliaran atau dilepas. Lingkungan akan tampak indah dan terurus.
&amp;ldquo;Selanjutnya keuntungan lain, kekhawatiran kekurangan bahgan bakar di Pesisir Selatan akan hilang sebab sumber energi untuk bahan bakar dapur di Pesisir Selatan lebih dari cukup,&amp;rdquo; kata Bustami lagi.
Bustami semenjak empat bulan belakangan telah memanfaatkan kotoran ternaknya untuk keperluan bahan bakar dapur, misalnya menanak nasi, masak air dan lain sebagainya.
&amp;ldquo;Penggunaan energi kotoran ternak tersebut telah meringankan beban keluarga, setidaknya untuk biaya didapur. Penggunaan biogas juga terbilang aman bagi rumah tangga dsan lingkungan. Berdasarkan petunjuk, bahkan kotoran ternak juga bisa digunakan sebabagi bahan bakar menggerakkan generator untuk penerangan rumah tangga,&amp;rdquo; kata Bustami.
Disebutkannya, selain untuk energi, limbah dari pembuatan biogas juga bisa digunakan untuk pupuk. Lahan pertanian milik Bustami, semenjak empat bulan belakangan dipupuk dengan limbah pembuatan biogas.</content:encoded></item></channel></rss>
