<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Orang dengan Empat Penyakit Ini Sebaiknya Tak Nyetir Mobil</title><description>Seseorang dengan empat penyakit ini disarankan tidak mengemudikan mobil karena dapat membahayakan diri sendiri dan pengguna jalan lain.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/22/15/1294644/orang-dengan-empat-penyakit-ini-sebaiknya-tak-nyetir-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/22/15/1294644/orang-dengan-empat-penyakit-ini-sebaiknya-tak-nyetir-mobil"/><item><title>Orang dengan Empat Penyakit Ini Sebaiknya Tak Nyetir Mobil</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/22/15/1294644/orang-dengan-empat-penyakit-ini-sebaiknya-tak-nyetir-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/22/15/1294644/orang-dengan-empat-penyakit-ini-sebaiknya-tak-nyetir-mobil</guid><pubDate>Sabtu 23 Januari 2016 00:47 WIB</pubDate><dc:creator>Anton Suhartono</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/22/15/1294644/orang-dengan-empat-penyakit-ini-sebaiknya-tak-nyetir-mobil-PUYIhAMLoM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Para penderita empat penyakit ini sebaiknya tidak mengemudikan mobil (Telegraph.co.uk)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/22/15/1294644/orang-dengan-empat-penyakit-ini-sebaiknya-tak-nyetir-mobil-PUYIhAMLoM.jpg</image><title>Para penderita empat penyakit ini sebaiknya tidak mengemudikan mobil (Telegraph.co.uk)</title></images><description>JAKARTA - Mengemudikan mobil tidak bisa sembarangan karena hal ini meyangkut keselamatan bukan hanya pengemudi itu sendiri, namun juga pengguna jalan lain.
Ada banyak hal yang bisa memengaruhi seseorang tidak bisa berkonsentrasi maksimal ketika di balik kemudi, seperti kelelahan dan stres. Namun, bisa juga dari penyakit yang diderita.
Berikut penyakit-penyakit yang bisa memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengemudi, sebagaimana dijelaskan dalam rilis Carmudi:
1.	Hemianopsia
Hemianopsia adalah penyempitan bidang penglihatan yang membuat penderitanya memiliki pandangan terbatas. Penderita hanya melihat separuh bagian dari bidang penglihatan.  Obyek yang tadinya terlihat bisa tiba-tiba hilang dan menjadi gelap. Hal ini dikarenakan otak penderita mengalami kerusakan organik yang bisa disebabkan oleh stroke atau cedera kepala. Peneliti menyatakan penderita hemianopsia tidak disarankan untuk menyetir karena mereka akan mengalami kesulitan mendeteksi pejalan kaki atau objek bergerak lainnnya di jalan raya.
2.	Panic Attack atau Panic Disorder
Panic attack adalah serangan kepanikan yang menjurus kepada ketakutan hebat yang terjadi tiba-tiba tanpa ada sebab sebelumnya. Panic attack dapat menyerang kapan saja dalam kondisi apa pun. Penderita panic attack yang telah mengalami serangan sedikitnya empat kali sudah dikategorikan sebagai menderita Panic Disorder. Penderita panic attack sering disalahartikan sebagai penderita sakit jantung karena secara umum gejalanya mirip dengan serangan jantung, mulai dari detak cepat dan berdebar-debar, pusing, kepala seperti melayang, badan terasa dingin, nafas pendek-pendek, dan seakan-akan merasa akan meninggal atau sekarat.
Panic attack sering menyerang saat penderita sedang menyetir mobil. Oleh karena itu, penderita panic attack tidak disarankan menyetir mobil, terutama ketika sendirian.
3.	Epilepsi
Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik dalam otak yang menyebabkan kejang berulang. Penderita epilepsi dilarang untuk mengemudi karena epilepsi sering muncul tiba-tiba yang menyebabkan penderita kehilangan keseluruhan kontrol tubuh, otot menjadi kaku, pergerakan tidak terkontrol, dan penurunan kesadaran. Penderita epilepsi sangat rentan terpapar cahaya kendaraan yang sangat terang secara tiba-tiba. Di banyak negara, penderita epilepsi diperbolehkan menyetir dengan aturan tertentu. Di Amerika Serikat, bila dalam dua tahun berturut-turut tidak terkena serangan, penderita epilepsi diperbolehkan untuk menyetir.
4.	Vertigo
Terserang vertigo ketika menyetir sangat membahayakan. Penderita vertigo harus segera menepikan kendaraan. Vertigo merupakan rasa sakit kepala seakan-akan kepala berputar hebat yang disebabkan gangguan keseimbangan, seringkali disebabkan gangguan pada telinga bagian dalam.</description><content:encoded>JAKARTA - Mengemudikan mobil tidak bisa sembarangan karena hal ini meyangkut keselamatan bukan hanya pengemudi itu sendiri, namun juga pengguna jalan lain.
Ada banyak hal yang bisa memengaruhi seseorang tidak bisa berkonsentrasi maksimal ketika di balik kemudi, seperti kelelahan dan stres. Namun, bisa juga dari penyakit yang diderita.
Berikut penyakit-penyakit yang bisa memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengemudi, sebagaimana dijelaskan dalam rilis Carmudi:
1.	Hemianopsia
Hemianopsia adalah penyempitan bidang penglihatan yang membuat penderitanya memiliki pandangan terbatas. Penderita hanya melihat separuh bagian dari bidang penglihatan.  Obyek yang tadinya terlihat bisa tiba-tiba hilang dan menjadi gelap. Hal ini dikarenakan otak penderita mengalami kerusakan organik yang bisa disebabkan oleh stroke atau cedera kepala. Peneliti menyatakan penderita hemianopsia tidak disarankan untuk menyetir karena mereka akan mengalami kesulitan mendeteksi pejalan kaki atau objek bergerak lainnnya di jalan raya.
2.	Panic Attack atau Panic Disorder
Panic attack adalah serangan kepanikan yang menjurus kepada ketakutan hebat yang terjadi tiba-tiba tanpa ada sebab sebelumnya. Panic attack dapat menyerang kapan saja dalam kondisi apa pun. Penderita panic attack yang telah mengalami serangan sedikitnya empat kali sudah dikategorikan sebagai menderita Panic Disorder. Penderita panic attack sering disalahartikan sebagai penderita sakit jantung karena secara umum gejalanya mirip dengan serangan jantung, mulai dari detak cepat dan berdebar-debar, pusing, kepala seperti melayang, badan terasa dingin, nafas pendek-pendek, dan seakan-akan merasa akan meninggal atau sekarat.
Panic attack sering menyerang saat penderita sedang menyetir mobil. Oleh karena itu, penderita panic attack tidak disarankan menyetir mobil, terutama ketika sendirian.
3.	Epilepsi
Epilepsi adalah kelainan yang disebabkan oleh terbentuknya sinyal listrik dalam otak yang menyebabkan kejang berulang. Penderita epilepsi dilarang untuk mengemudi karena epilepsi sering muncul tiba-tiba yang menyebabkan penderita kehilangan keseluruhan kontrol tubuh, otot menjadi kaku, pergerakan tidak terkontrol, dan penurunan kesadaran. Penderita epilepsi sangat rentan terpapar cahaya kendaraan yang sangat terang secara tiba-tiba. Di banyak negara, penderita epilepsi diperbolehkan menyetir dengan aturan tertentu. Di Amerika Serikat, bila dalam dua tahun berturut-turut tidak terkena serangan, penderita epilepsi diperbolehkan untuk menyetir.
4.	Vertigo
Terserang vertigo ketika menyetir sangat membahayakan. Penderita vertigo harus segera menepikan kendaraan. Vertigo merupakan rasa sakit kepala seakan-akan kepala berputar hebat yang disebabkan gangguan keseimbangan, seringkali disebabkan gangguan pada telinga bagian dalam.</content:encoded></item></channel></rss>
