<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>ISIS Bangun Dua Aplikasi Pesan Android Sendiri</title><description>Menurut Ghost Security Group (GhostSec),&amp;nbsp; ISIS akhirnya membangun aplikasi perpesanan sendiri di  Android.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/16/207/1289594/isis-bangun-dua-aplikasi-pesan-android-sendiri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/16/207/1289594/isis-bangun-dua-aplikasi-pesan-android-sendiri"/><item><title>ISIS Bangun Dua Aplikasi Pesan Android Sendiri</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/16/207/1289594/isis-bangun-dua-aplikasi-pesan-android-sendiri</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/16/207/1289594/isis-bangun-dua-aplikasi-pesan-android-sendiri</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 10:13 WIB</pubDate><dc:creator>Kustin Ayuwuragil Desmuflihah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/16/207/1289594/isis-bangun-dua-aplikasi-pesan-android-sendiri-NaPXW9DrRB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ISIS Bangun Dua Aplikasi Pesan Android Sendiri (Foto: The Next Web)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/16/207/1289594/isis-bangun-dua-aplikasi-pesan-android-sendiri-NaPXW9DrRB.jpg</image><title>ISIS Bangun Dua Aplikasi Pesan Android Sendiri (Foto: The Next Web)</title></images><description>SURIAH &amp;ndash; Menurut Ghost Security Group (GhostSec), setelah &quot;diusir&quot; dari berbagai media sosial, ISIS akhirnya membangun aplikasi perpesanan sendiri di Android.

GhostSec menyebutkan bahwa aplikasi Alwari digunakan anggota teroris untuk berkomunikasi satu sama lain. Namun GhostSec menemukan bahwa fitur komunikasi terenkripsi tersebut belum sempurna dibanding&amp;nbsp; Telegram atau lainnya. Demikian seperti email yang diterima Defense One dan dilansir dari The Next Web, Sabtu (16/1/2016).

&quot;Enkripsinya tidak sebagus buatan perusahaan yang memiliki pusat riset dan pengembangan. Tapi eksistensinya membuktikan bahwa mereka berusaha mengamankan saluran komunikasinya,&quot; terang juru bicara GhostSec.

Di sisi lain, Amaq Agency merupakan aplikasi yang khusus dibuat untuk menyebar propaganda. Bukan sembarang orang yang dapat menemukannya di toko aplikasi Google, melainkan orang yang telah memiliki kode tertentu untuk digunakan di perangkat Android.

Sebelumnya, ISIS menggunakan aplikasi Telegram untuk berkomunikasi. Namun aplikasi saingan WhatsApp itu kemudian memutuskan untuk memblokir akun-akun yang berkaitan dengan ISIS, totalnya 78 akun dengan 12 bahasa.

Untuk menyebar propaganda, ISIS sempat tak ragu untuk melakukannya melalui Facebook dan Twitter. Namun, dua media sosial terbesar itu akhirnya menolak upaya ISIS.</description><content:encoded>SURIAH &amp;ndash; Menurut Ghost Security Group (GhostSec), setelah &quot;diusir&quot; dari berbagai media sosial, ISIS akhirnya membangun aplikasi perpesanan sendiri di Android.

GhostSec menyebutkan bahwa aplikasi Alwari digunakan anggota teroris untuk berkomunikasi satu sama lain. Namun GhostSec menemukan bahwa fitur komunikasi terenkripsi tersebut belum sempurna dibanding&amp;nbsp; Telegram atau lainnya. Demikian seperti email yang diterima Defense One dan dilansir dari The Next Web, Sabtu (16/1/2016).

&quot;Enkripsinya tidak sebagus buatan perusahaan yang memiliki pusat riset dan pengembangan. Tapi eksistensinya membuktikan bahwa mereka berusaha mengamankan saluran komunikasinya,&quot; terang juru bicara GhostSec.

Di sisi lain, Amaq Agency merupakan aplikasi yang khusus dibuat untuk menyebar propaganda. Bukan sembarang orang yang dapat menemukannya di toko aplikasi Google, melainkan orang yang telah memiliki kode tertentu untuk digunakan di perangkat Android.

Sebelumnya, ISIS menggunakan aplikasi Telegram untuk berkomunikasi. Namun aplikasi saingan WhatsApp itu kemudian memutuskan untuk memblokir akun-akun yang berkaitan dengan ISIS, totalnya 78 akun dengan 12 bahasa.

Untuk menyebar propaganda, ISIS sempat tak ragu untuk melakukannya melalui Facebook dan Twitter. Namun, dua media sosial terbesar itu akhirnya menolak upaya ISIS.</content:encoded></item></channel></rss>
