<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Janda Ini Gugat Twitter karena Bantu ISIS</title><description>Twitter digugat seorang janda asal AS, yang menuding bahwa jejaring sosial ini telah menjadi alat penyalur &quot;voice&quot; kelompok ISIS di Yordania</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/15/207/1289311/janda-ini-gugat-twitter-karena-bantu-isis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/15/207/1289311/janda-ini-gugat-twitter-karena-bantu-isis"/><item><title>Janda Ini Gugat Twitter karena Bantu ISIS</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/15/207/1289311/janda-ini-gugat-twitter-karena-bantu-isis</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2016/01/15/207/1289311/janda-ini-gugat-twitter-karena-bantu-isis</guid><pubDate>Sabtu 16 Januari 2016 01:00 WIB</pubDate><dc:creator>Arsan Mailanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2016/01/15/207/1289311/janda-ini-gugat-twitter-karena-bantu-isis-drJ3kNdKjl.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Dailystar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2016/01/15/207/1289311/janda-ini-gugat-twitter-karena-bantu-isis-drJ3kNdKjl.jpg</image><title>(Foto: Dailystar)</title></images><description>CALIFORNIA - Twitter Inc digugat seorang janda asal Amerika Serikat (AS), yang menuding bahwa jejaring sosial media ini telah menjadi alat penyalur &quot;voice&quot; kelompok ISIS di Yordania.

Wanita tersebut bernama Tamara Fields, perempuan dari Florida AS, yang suaminya meninggal di Yordania akibat serangan ISIS pada 9 November lalu.

Dia menyatakan, Twitter terus memberikan ISIS untuk mengakses platform microblogging tersebut, tanpa adanya kendali sehingga memungkinkan kelompok itu memberikan informasi.

&quot;Tanpa Twitter, ledakan pertumbuhan ISIS di beberapa tahun terakhir ini menjadikannya kelompok teroris paling ditakuti di dunia tidak akan mungkin terjadi,&quot; ujarnya seperti dikutip dari Ubergizmo, Sabtu (16/1/2016).

Fields beranggapan, platform Twitter dapat digunakan oleh siapa saja, sehingga memungkinkan mereka untuk untuk menyebarkan propaganda dan mengumpulkan uang untuk menarik anggota baru.

&quot;Saya menuntut agar Twitter ganti rugi, lantaran telah melanggar undang-undang antiterorisme, ancaman kekerasan, dan promosi terorisme yang ada di Twitter,&quot; ungkapnya.

Seperti yang diberitakan, situs jejaring ini telah mengubah kebijakannya dengan melarang konten-konten berisi ujaran kebencian, sara dan ajakan untuk melakukan kekerasan dan Twitter akan memblokir akun-akun seperti itu.

Tidak hanya itu, kelompok hacktivis Anonymous juga telah berusaha untuk mencoba dan mencatat banyak akun Twitter terkait ISIS, dan mengajukan banding ke masyarakat umum untuk mencoba dan membantu mereka.

Sekadar diketahui, suami dari Fields bernama Lloyd Fields yang merupakan satu dari lima orang yang tewas dalam sebuah serangan simpatisan ISIS di pusat pelatihan polisi di Yordania.

Mantan polisi Amerika Serikat tersebut sedang berada di Yordania untuk melatih polisi negara saat itu.</description><content:encoded>CALIFORNIA - Twitter Inc digugat seorang janda asal Amerika Serikat (AS), yang menuding bahwa jejaring sosial media ini telah menjadi alat penyalur &quot;voice&quot; kelompok ISIS di Yordania.

Wanita tersebut bernama Tamara Fields, perempuan dari Florida AS, yang suaminya meninggal di Yordania akibat serangan ISIS pada 9 November lalu.

Dia menyatakan, Twitter terus memberikan ISIS untuk mengakses platform microblogging tersebut, tanpa adanya kendali sehingga memungkinkan kelompok itu memberikan informasi.

&quot;Tanpa Twitter, ledakan pertumbuhan ISIS di beberapa tahun terakhir ini menjadikannya kelompok teroris paling ditakuti di dunia tidak akan mungkin terjadi,&quot; ujarnya seperti dikutip dari Ubergizmo, Sabtu (16/1/2016).

Fields beranggapan, platform Twitter dapat digunakan oleh siapa saja, sehingga memungkinkan mereka untuk untuk menyebarkan propaganda dan mengumpulkan uang untuk menarik anggota baru.

&quot;Saya menuntut agar Twitter ganti rugi, lantaran telah melanggar undang-undang antiterorisme, ancaman kekerasan, dan promosi terorisme yang ada di Twitter,&quot; ungkapnya.

Seperti yang diberitakan, situs jejaring ini telah mengubah kebijakannya dengan melarang konten-konten berisi ujaran kebencian, sara dan ajakan untuk melakukan kekerasan dan Twitter akan memblokir akun-akun seperti itu.

Tidak hanya itu, kelompok hacktivis Anonymous juga telah berusaha untuk mencoba dan mencatat banyak akun Twitter terkait ISIS, dan mengajukan banding ke masyarakat umum untuk mencoba dan membantu mereka.

Sekadar diketahui, suami dari Fields bernama Lloyd Fields yang merupakan satu dari lima orang yang tewas dalam sebuah serangan simpatisan ISIS di pusat pelatihan polisi di Yordania.

Mantan polisi Amerika Serikat tersebut sedang berada di Yordania untuk melatih polisi negara saat itu.</content:encoded></item></channel></rss>
