<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bos XL Ungkap Tantangan Bisnis E-commerce di Indonesia</title><description>CEO XL Dian Siswarini mengungkapkan bahwa mengembangkan bisnis e-commerce di Indonesia sangat sulit.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/12/08/54/1263331/bos-xl-ungkap-tantangan-bisnis-e-commerce-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/12/08/54/1263331/bos-xl-ungkap-tantangan-bisnis-e-commerce-di-indonesia"/><item><title>Bos XL Ungkap Tantangan Bisnis E-commerce di Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/12/08/54/1263331/bos-xl-ungkap-tantangan-bisnis-e-commerce-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/12/08/54/1263331/bos-xl-ungkap-tantangan-bisnis-e-commerce-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 08 Desember 2015 19:00 WIB</pubDate><dc:creator>Kustin Ayuwuragil Desmuflihah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/12/08/54/1263331/bos-xl-ungkap-tantangan-bisnis-e-commerce-di-indonesia-PyV8bzPh4r.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO XL Ungkap Tantangan Bisnis {E-commerce} di Indonesia (Foto: Muhammad Sabqi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/12/08/54/1263331/bos-xl-ungkap-tantangan-bisnis-e-commerce-di-indonesia-PyV8bzPh4r.jpg</image><title>CEO XL Ungkap Tantangan Bisnis {E-commerce} di Indonesia (Foto: Muhammad Sabqi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Penetrasi e-commerce di Indonesia sudah sangat marak. Mulai dari pasar online luar negeri hingga lokal berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian netizen.
Melalui wawancara khusus, Senin (7/12/2015), CEO XL Dian Siswarini mengungkapkan bahwa mengembangkan bisnis e-commerce di Indonesia sangat sulit. XL yang joint venture untuk membangun Elevenia memiliki beberapa tantangan tertentu.
&quot;E-commerce adalah bagian dari strategi kita walaupun susah banget. Kenapa berat itu karena matrix bisnis dan cara mengerjakannya itu beda banget. Jadi kalau kita combine, nggak akan nyambung itu. Mereka itu ngukur kesuksesan dari apa, dari hits. Nggak ada revenue. Nah kalo kita combine ke buku kita, itu enggak masuk,&quot; terang Dian.
Dian juga menyadari bahwa perusahaan semacam ini alot untuk berkembang. &quot;Bayangin saja ya, Amazone itu rugi delapan tahun. Jadi sangat sulit untuk comprehend. Apalagi semuanya masuk padahal enggak semuanya berhasil. Seperti eBay, Amazon, sebut saja semuanya yang masuk ke Indonesia dengan duit yang gila-gilaan,&quot; jelasnya.
Kendati demikian, Dian tak ingin &quot;ngoyo&quot; ketika menurutnya ekosistem e-commerce di tanah air belum memadai. Seharusnya fondasi bisnis online dibangun dengan apik terlebih dahulu sebelum berharap dikembangkan lebih jauh.
&quot;Memang harusnya dilihat kondisinya biar cepat berkembang dari fondasinya. Sekarang menurut saya masih belum karena sebenarnya ekosistemnya masih lemah banget untuk e-commerce, infastrukturnya, logistiknya, payment,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Penetrasi e-commerce di Indonesia sudah sangat marak. Mulai dari pasar online luar negeri hingga lokal berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian netizen.
Melalui wawancara khusus, Senin (7/12/2015), CEO XL Dian Siswarini mengungkapkan bahwa mengembangkan bisnis e-commerce di Indonesia sangat sulit. XL yang joint venture untuk membangun Elevenia memiliki beberapa tantangan tertentu.
&quot;E-commerce adalah bagian dari strategi kita walaupun susah banget. Kenapa berat itu karena matrix bisnis dan cara mengerjakannya itu beda banget. Jadi kalau kita combine, nggak akan nyambung itu. Mereka itu ngukur kesuksesan dari apa, dari hits. Nggak ada revenue. Nah kalo kita combine ke buku kita, itu enggak masuk,&quot; terang Dian.
Dian juga menyadari bahwa perusahaan semacam ini alot untuk berkembang. &quot;Bayangin saja ya, Amazone itu rugi delapan tahun. Jadi sangat sulit untuk comprehend. Apalagi semuanya masuk padahal enggak semuanya berhasil. Seperti eBay, Amazon, sebut saja semuanya yang masuk ke Indonesia dengan duit yang gila-gilaan,&quot; jelasnya.
Kendati demikian, Dian tak ingin &quot;ngoyo&quot; ketika menurutnya ekosistem e-commerce di tanah air belum memadai. Seharusnya fondasi bisnis online dibangun dengan apik terlebih dahulu sebelum berharap dikembangkan lebih jauh.
&quot;Memang harusnya dilihat kondisinya biar cepat berkembang dari fondasinya. Sekarang menurut saya masih belum karena sebenarnya ekosistemnya masih lemah banget untuk e-commerce, infastrukturnya, logistiknya, payment,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
