<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ketahui Risiko Menambal Ban Tubeless Gunakan Lem Cair</title><description>Menambal ban menggunakan lem cair lubang ban tidak secara maksimal akan tertutup dan sifatnya sementara.&amp;nbsp;</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/09/21/15/1218392/ketahui-risiko-menambal-ban-tubeless-gunakan-lem-cair</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/09/21/15/1218392/ketahui-risiko-menambal-ban-tubeless-gunakan-lem-cair"/><item><title>Ketahui Risiko Menambal Ban Tubeless Gunakan Lem Cair</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/09/21/15/1218392/ketahui-risiko-menambal-ban-tubeless-gunakan-lem-cair</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/09/21/15/1218392/ketahui-risiko-menambal-ban-tubeless-gunakan-lem-cair</guid><pubDate>Selasa 22 September 2015 08:08 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/21/15/1218392/ketahui-risiko-menambal-ban-tubeless-gunakan-lem-cair-r79v8zUosw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketahui Risiko Menambal Ban Tubeless Gunakan Lem Cair (Foto: Ilustrasi/Youtube)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/21/15/1218392/ketahui-risiko-menambal-ban-tubeless-gunakan-lem-cair-r79v8zUosw.jpg</image><title>Ketahui Risiko Menambal Ban Tubeless Gunakan Lem Cair (Foto: Ilustrasi/Youtube)</title></images><description>
JAKARTA - Keuntungan sepeda motor memakai ban tubeless adalah tidak cepat kempis jika terkena benda tajam seperti paku dan lainnya. Ketika kondisi ban sudah parah baru pemilik motor mendatangi tempat tambal ban. Melihat cara menambal dengan cara ditusuk, tidak sedikit pengendara yang keberatan. Banyak yang beranggapan cara itu bisa merusak dinding ban.
Untuk menghindarinya, pengendara memakai cairan khusus penambal ban otomatis atau juga yang menutup lubang dengan cara meneteskan lem besi cair dari luar ban.
Menurut Dwi Triono, manager technical service PT Gajah Tunggal Tbk, penggunaan lem hanya berlaku sesaat saja, tidak bisa menutup lubang dalam jangka waktu yang lama.
&quot;Lem tidak bisa menambal ban, sifatnya hanya sementara saja untuk menutup lubang. Suatu saat lemnya bisa lepas lagi. Kalau untuk darurat, tidak masalah. Tapi akan terus-menerus dilem,&quot; terang Dwi.
Menambal ban dengan lem cair, lanjut dia, juga tidak mudah. Angin di dalam ban harus dikuras terlebih dahulu. Jika tidak, lem akan terus terbawa tekanan angin yang kuat.
&quot;Memasukkan cairan lem ke dalam lubang akan mengalami kesulitan, mungkin untuk menutup lapisan luar bisa tapi untuk benar-benar masuk ke lubang sepertinya akan sulit karena ban itu banyak lapisannya,&quot; tambah Dwi.
Ia menyarankan bila ban bocor lebih baik dibawa ke tempat tambal ban.
&quot;Kalau tambal ban tubeless pakai alat yang dimasukkan sampai dalam, lemnya itu menyatu di ban. Lebih baik tambal ban tubless ke tempat bengkel ketimbang menggunakan lem cair,&quot; pungkas Dwi.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Keuntungan sepeda motor memakai ban tubeless adalah tidak cepat kempis jika terkena benda tajam seperti paku dan lainnya. Ketika kondisi ban sudah parah baru pemilik motor mendatangi tempat tambal ban. Melihat cara menambal dengan cara ditusuk, tidak sedikit pengendara yang keberatan. Banyak yang beranggapan cara itu bisa merusak dinding ban.
Untuk menghindarinya, pengendara memakai cairan khusus penambal ban otomatis atau juga yang menutup lubang dengan cara meneteskan lem besi cair dari luar ban.
Menurut Dwi Triono, manager technical service PT Gajah Tunggal Tbk, penggunaan lem hanya berlaku sesaat saja, tidak bisa menutup lubang dalam jangka waktu yang lama.
&quot;Lem tidak bisa menambal ban, sifatnya hanya sementara saja untuk menutup lubang. Suatu saat lemnya bisa lepas lagi. Kalau untuk darurat, tidak masalah. Tapi akan terus-menerus dilem,&quot; terang Dwi.
Menambal ban dengan lem cair, lanjut dia, juga tidak mudah. Angin di dalam ban harus dikuras terlebih dahulu. Jika tidak, lem akan terus terbawa tekanan angin yang kuat.
&quot;Memasukkan cairan lem ke dalam lubang akan mengalami kesulitan, mungkin untuk menutup lapisan luar bisa tapi untuk benar-benar masuk ke lubang sepertinya akan sulit karena ban itu banyak lapisannya,&quot; tambah Dwi.
Ia menyarankan bila ban bocor lebih baik dibawa ke tempat tambal ban.
&quot;Kalau tambal ban tubeless pakai alat yang dimasukkan sampai dalam, lemnya itu menyatu di ban. Lebih baik tambal ban tubless ke tempat bengkel ketimbang menggunakan lem cair,&quot; pungkas Dwi.

</content:encoded></item></channel></rss>
