<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenal Ban Tubeless</title><description>Ban tubeless memiliki keunggulan lebih stabil dan tidak mudah bocor karena menggunakan lapisan Inner liner.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/09/13/15/1213475/mengenal-ban-tubeless</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/09/13/15/1213475/mengenal-ban-tubeless"/><item><title>Mengenal Ban Tubeless</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/09/13/15/1213475/mengenal-ban-tubeless</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/09/13/15/1213475/mengenal-ban-tubeless</guid><pubDate>Senin 14 September 2015 05:59 WIB</pubDate><dc:creator>Santo Evren Sirait</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/09/13/15/1213475/mengenal-ban-tubeless-KbXX0cTr7w.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (fot:severusutomo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/09/13/15/1213475/mengenal-ban-tubeless-KbXX0cTr7w.jpg</image><title>Ilustrasi (fot:severusutomo)</title></images><description>
JAKARTA - Dahulu hanya ada satu pilihan jenis ban yaitu ban tubetype atau ban yang masih menggunakan pelapis di dalam, kini seiring berkembangnya teknologi hadirlah ban&amp;nbsp; tubeless. Ban jenis ini lebih praktis dan tidak merepotkan Jika terkena paku atau benda tajam karena lebih tahan lama. Tak heran jika ban jenis ini sekarang banyak digunakan para pemilik kendaraan. Bahkan beberapa agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Tanah Air telah meenggunakan ban tubeless sebagai produk standar.
Ada beberapa hal penting yang patut diketahui tentang ban tubeless. Sebagaimana disampaikan oleh Dwi Triono, manager technical service PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban GT Radial dan IRC, sebenarnya ban tubeless tetap mempunyai ban dalam, namun dalam bentuk lapisan yang sudah menyatu dengan ban atau dinamakan lapisan inner liner.
Secara fisik, antara ban tubeless dan tubetype tampak tidak berbeda. Namun jika diperhatikan lebih dekat baru tampak perbedaannya. &quot;Bentuk fisik, ada tulisannya tubeless. Kalau ban biasa tidak ada tulisannya tapi ada juga yang tertulis tubetype,&quot; terang Dwi.
Dibanding ban biasa, harga ban tubeless lebih mahal, namun di balik itu ada keunggulan yang dimiliki ban tubeless ketimbang ban biasa.
&quot;Perawatan mudah, balancing lebih bagus, dan lebih stabil,&quot; pungkas Dwi.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Dahulu hanya ada satu pilihan jenis ban yaitu ban tubetype atau ban yang masih menggunakan pelapis di dalam, kini seiring berkembangnya teknologi hadirlah ban&amp;nbsp; tubeless. Ban jenis ini lebih praktis dan tidak merepotkan Jika terkena paku atau benda tajam karena lebih tahan lama. Tak heran jika ban jenis ini sekarang banyak digunakan para pemilik kendaraan. Bahkan beberapa agen pemegang merek (APM) sepeda motor di Tanah Air telah meenggunakan ban tubeless sebagai produk standar.
Ada beberapa hal penting yang patut diketahui tentang ban tubeless. Sebagaimana disampaikan oleh Dwi Triono, manager technical service PT Gajah Tunggal Tbk, produsen ban GT Radial dan IRC, sebenarnya ban tubeless tetap mempunyai ban dalam, namun dalam bentuk lapisan yang sudah menyatu dengan ban atau dinamakan lapisan inner liner.
Secara fisik, antara ban tubeless dan tubetype tampak tidak berbeda. Namun jika diperhatikan lebih dekat baru tampak perbedaannya. &quot;Bentuk fisik, ada tulisannya tubeless. Kalau ban biasa tidak ada tulisannya tapi ada juga yang tertulis tubetype,&quot; terang Dwi.
Dibanding ban biasa, harga ban tubeless lebih mahal, namun di balik itu ada keunggulan yang dimiliki ban tubeless ketimbang ban biasa.
&quot;Perawatan mudah, balancing lebih bagus, dan lebih stabil,&quot; pungkas Dwi.
</content:encoded></item></channel></rss>
