<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kasus Lazada Berikan Dampak Buruk bagi E-Commerce</title><description>Kasus beli iPhone 6 Plus dapat sabun mandi melalui Lazada disebut dapat menimbulkan dampak buruk bagi e-commerce lain di Indonesia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/07/01/207/1174356/kasus-lazada-berikan-dampak-buruk-bagi-e-commerce</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/07/01/207/1174356/kasus-lazada-berikan-dampak-buruk-bagi-e-commerce"/><item><title>Kasus Lazada Berikan Dampak Buruk bagi E-Commerce</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/07/01/207/1174356/kasus-lazada-berikan-dampak-buruk-bagi-e-commerce</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/07/01/207/1174356/kasus-lazada-berikan-dampak-buruk-bagi-e-commerce</guid><pubDate>Rabu 01 Juli 2015 11:32 WIB</pubDate><dc:creator>Lanjar Wiratri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/01/207/1174356/kasus-lazada-berikan-dampak-buruk-bagi-e-commerce-UQmAV15hZi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kasus Lazada Berikan Dampak Buruk Bagi E-Commerce (Foto: DPhase)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/01/207/1174356/kasus-lazada-berikan-dampak-buruk-bagi-e-commerce-UQmAV15hZi.jpg</image><title>Kasus Lazada Berikan Dampak Buruk Bagi E-Commerce (Foto: DPhase)</title></images><description>
JAKARTA - Kasus beli iPhone 6 Plus dapat sabun mandi melalui situs belanja online Lazada yang dialami seseorang bernama Danis Darusman, disebut-sebut mampu menimbulkan dampak buruk bagi e-commerce di Indonesia.
Menurut Sekjen Indonesia Telecommunications Users Group (IDUTG), Muhammad Jumadi, mengatakan, permasalahan yang banyak dialami e-commerce saat ini adalah masuknya data yang besar namun tidak diimbangi oleh sistem aplikasi yang baik.
&amp;ldquo;Salah satu permasalahan dalam e-commerce ialah dengan data yang besar banyak kemungkinan salah code apabila tidak disiapkan sistem aplikasi yang memadai, perlu adanya sistem keamanan yang memadai sehingga data tidak mudah di-hacked,&amp;rdquo; ujar Jumadi kepada Okezone.
Meskipun tidak ada indikasi di-hack atau sistem keamanan yang dimiliki Lazada telah benar-benar aman, Lazada tetap perlu melakukan evaluasi terkait sistem yang ada di dalam tubuh mereka.
&amp;ldquo;Jika sistem keamanan data Lazada memang sudah secure, ada kemungkinan kesalahan kode barang dalam sistem di Lazada yang menyebabkan peristiwa itu dapat terjadi,&amp;rdquo; tambah Jumadi.
Jumadi memberikan beberapa catatannya terkait masalah salah kirim barang yang dilakukan Lazada tersebut. Ia pun mengungkapkan jika konsumen yang merasa dirugikan dapat menuntut e-commerce bersangkutan karena memang ada dasar hukumnya.
&amp;ldquo;Seharusnya Lazada mempunyai sistem informasi tracking barang tepat yang disesuaikan dengan kode booking dan jumlah pembayaran, tidak mungkin konsumen bayar dengan nilai yang mahal untuk sabun batangan,&amp;rdquo; papar Jumadi.
&amp;ldquo;UU No. 8 perlindungan konsumen bisa digunakan oleh konsumen untuk mengklaim hal tersebut. Peristiwa terkait Lazada dapat menjadi preseden buruk bagi e-commerce kalau sampai terjadi salah kirim barang bisa jadi boomerang untuk e-commerce lain di Indonesia,&amp;rdquo; tambahnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Kasus beli iPhone 6 Plus dapat sabun mandi melalui situs belanja online Lazada yang dialami seseorang bernama Danis Darusman, disebut-sebut mampu menimbulkan dampak buruk bagi e-commerce di Indonesia.
Menurut Sekjen Indonesia Telecommunications Users Group (IDUTG), Muhammad Jumadi, mengatakan, permasalahan yang banyak dialami e-commerce saat ini adalah masuknya data yang besar namun tidak diimbangi oleh sistem aplikasi yang baik.
&amp;ldquo;Salah satu permasalahan dalam e-commerce ialah dengan data yang besar banyak kemungkinan salah code apabila tidak disiapkan sistem aplikasi yang memadai, perlu adanya sistem keamanan yang memadai sehingga data tidak mudah di-hacked,&amp;rdquo; ujar Jumadi kepada Okezone.
Meskipun tidak ada indikasi di-hack atau sistem keamanan yang dimiliki Lazada telah benar-benar aman, Lazada tetap perlu melakukan evaluasi terkait sistem yang ada di dalam tubuh mereka.
&amp;ldquo;Jika sistem keamanan data Lazada memang sudah secure, ada kemungkinan kesalahan kode barang dalam sistem di Lazada yang menyebabkan peristiwa itu dapat terjadi,&amp;rdquo; tambah Jumadi.
Jumadi memberikan beberapa catatannya terkait masalah salah kirim barang yang dilakukan Lazada tersebut. Ia pun mengungkapkan jika konsumen yang merasa dirugikan dapat menuntut e-commerce bersangkutan karena memang ada dasar hukumnya.
&amp;ldquo;Seharusnya Lazada mempunyai sistem informasi tracking barang tepat yang disesuaikan dengan kode booking dan jumlah pembayaran, tidak mungkin konsumen bayar dengan nilai yang mahal untuk sabun batangan,&amp;rdquo; papar Jumadi.
&amp;ldquo;UU No. 8 perlindungan konsumen bisa digunakan oleh konsumen untuk mengklaim hal tersebut. Peristiwa terkait Lazada dapat menjadi preseden buruk bagi e-commerce kalau sampai terjadi salah kirim barang bisa jadi boomerang untuk e-commerce lain di Indonesia,&amp;rdquo; tambahnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
