<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Potongan Harga Puluhan Juta Tak Pengaruhi Penjualan Mobil</title><description>Meski banyak tawaran potongan harga dan promo lain, musim Lebaran tahun ini permintaan mobil baru cenderung sepi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/07/01/15/1174598/potongan-harga-puluhan-juta-tak-pengaruhi-penjualan-mobil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/07/01/15/1174598/potongan-harga-puluhan-juta-tak-pengaruhi-penjualan-mobil"/><item><title>Potongan Harga Puluhan Juta Tak Pengaruhi Penjualan Mobil</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/07/01/15/1174598/potongan-harga-puluhan-juta-tak-pengaruhi-penjualan-mobil</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/07/01/15/1174598/potongan-harga-puluhan-juta-tak-pengaruhi-penjualan-mobil</guid><pubDate>Kamis 02 Juli 2015 06:02 WIB</pubDate><dc:creator>Pius Mali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/07/01/15/1174598/potongan-harga-puluhan-juta-tak-pengaruhi-penjualan-mobil-G4jIfm4GIz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Diskon tak pengaruhi minat konsumen untuk membeli mobil jelang Lebaran (Thegreenguide)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/07/01/15/1174598/potongan-harga-puluhan-juta-tak-pengaruhi-penjualan-mobil-G4jIfm4GIz.jpg</image><title>Diskon tak pengaruhi minat konsumen untuk membeli mobil jelang Lebaran (Thegreenguide)</title></images><description>
JAKARTA - Jelang hari raya Idul Fitri pada diler memberikan promo berupa potongan harga (diskon) dan keringan uang muka atau down payment (DP), namun ternyata hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan. Musim Lebaran tahun ini permintaan mobil baru cenderung sepi berbeda dengan tahun lalu. Hal ini seperti diungkapkan oleh seorang wiraniaga dari beberapa diler brand mobil yang dikunjungi Okezone.
&quot;Tahun ini sepi, beda dengan tahun lalu. Musim Lebaran 2014 saya bisa jual di atas 10 unit. Kalau sekarang sampai akhir Juni 2015 saja baru jual enam unit, padahal sebentar lagi kan sudah masuk Lebaran,&quot; ujar seorang wiraniaga perempuan Auto2000, di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur.
Hal serupa juga dialami sales counter dari diler mobil Honda di Kalimalang. Ia berujar penjualan musim Lebaran tahun ini lebih rendah. Sampai akhir Juni 2015, ia baru menjual tujuh unit mobil. Padahal musim Lebaran 2014 sanggup menjual sebanyak 13 unit.
&quot;Sampai akhir Juni, jual tujuh mobil. Juli belum tahu nih bisa jual berapa, harapannya bisa melewati target. Tapi kalau dari pengalaman saya, sudah mau dekat Lebaran konsumen malas beli karena surat-suratnya lama karena kepotong hari libur. Makanya konsumen pikir mendingan ambil mobil sesudah hari raya saja,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, tenaga penjual mobil Daihatsu, Dewi, menyebut kalau penjualannya masih normal saja. Tidak ada peningkatan yang berarti dibanding bulan biasa. Meski demikian, ia tidak menyebut jumlah kendaraan yang sudah dijual kepada konsumen.
&quot;Tidak ada peningkatan. Masih normal-normal saja kok jualannya,&quot; pungkas dia.
Seperti diketahui perang promo dilakukan diler-diler mobil untuk menarik minat orang membeli mobil menjelang Lebaran. Bentuknya ada yang dalam bentuk potongan hingga Rp20 juta dan keringanan uang muka (DP). Meski ada peningkatan dibanding bulan biasa, namun jumlahnya tidak sebanyak bila dibanding tahun lalu. Kondisi perekonomian yang lesu membuat masyarakat cenderung menahan uang mereka.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Jelang hari raya Idul Fitri pada diler memberikan promo berupa potongan harga (diskon) dan keringan uang muka atau down payment (DP), namun ternyata hal ini tidak terlalu berpengaruh terhadap penjualan. Musim Lebaran tahun ini permintaan mobil baru cenderung sepi berbeda dengan tahun lalu. Hal ini seperti diungkapkan oleh seorang wiraniaga dari beberapa diler brand mobil yang dikunjungi Okezone.
&quot;Tahun ini sepi, beda dengan tahun lalu. Musim Lebaran 2014 saya bisa jual di atas 10 unit. Kalau sekarang sampai akhir Juni 2015 saja baru jual enam unit, padahal sebentar lagi kan sudah masuk Lebaran,&quot; ujar seorang wiraniaga perempuan Auto2000, di bilangan Kalimalang, Jakarta Timur.
Hal serupa juga dialami sales counter dari diler mobil Honda di Kalimalang. Ia berujar penjualan musim Lebaran tahun ini lebih rendah. Sampai akhir Juni 2015, ia baru menjual tujuh unit mobil. Padahal musim Lebaran 2014 sanggup menjual sebanyak 13 unit.
&quot;Sampai akhir Juni, jual tujuh mobil. Juli belum tahu nih bisa jual berapa, harapannya bisa melewati target. Tapi kalau dari pengalaman saya, sudah mau dekat Lebaran konsumen malas beli karena surat-suratnya lama karena kepotong hari libur. Makanya konsumen pikir mendingan ambil mobil sesudah hari raya saja,&amp;rdquo; ujarnya.
Sementara itu, tenaga penjual mobil Daihatsu, Dewi, menyebut kalau penjualannya masih normal saja. Tidak ada peningkatan yang berarti dibanding bulan biasa. Meski demikian, ia tidak menyebut jumlah kendaraan yang sudah dijual kepada konsumen.
&quot;Tidak ada peningkatan. Masih normal-normal saja kok jualannya,&quot; pungkas dia.
Seperti diketahui perang promo dilakukan diler-diler mobil untuk menarik minat orang membeli mobil menjelang Lebaran. Bentuknya ada yang dalam bentuk potongan hingga Rp20 juta dan keringanan uang muka (DP). Meski ada peningkatan dibanding bulan biasa, namun jumlahnya tidak sebanyak bila dibanding tahun lalu. Kondisi perekonomian yang lesu membuat masyarakat cenderung menahan uang mereka.
</content:encoded></item></channel></rss>
