<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ilmuwan Kembangkan Alat Navigasi Peta Melalui Otot Kaki </title><description>Ilmuwan kembangkan alat navigasi peta melalui otot kaki dan membantu mengatur arah Anda hanya melalui aliran listrik yang lemah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/04/15/56/1134481/ilmuwan-kembangkan-alat-navigasi-peta-melalui-otot-kaki</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/04/15/56/1134481/ilmuwan-kembangkan-alat-navigasi-peta-melalui-otot-kaki"/><item><title>Ilmuwan Kembangkan Alat Navigasi Peta Melalui Otot Kaki </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/04/15/56/1134481/ilmuwan-kembangkan-alat-navigasi-peta-melalui-otot-kaki</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/04/15/56/1134481/ilmuwan-kembangkan-alat-navigasi-peta-melalui-otot-kaki</guid><pubDate>Rabu 15 April 2015 18:01 WIB</pubDate><dc:creator>Dini Listiyani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/04/15/56/1134481/ilmuwan-kembangkan-alat-navigasi-peta-melalui-otot-kaki-osdU1Z4Dmz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilmuwan Kembangkan Alat Navigasi Peta Melalui Otot Kaki (Yahoo Tech)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/04/15/56/1134481/ilmuwan-kembangkan-alat-navigasi-peta-melalui-otot-kaki-osdU1Z4Dmz.jpg</image><title>Ilmuwan Kembangkan Alat Navigasi Peta Melalui Otot Kaki (Yahoo Tech)</title></images><description>
WASHINGTON &amp;ndash; Guna mendapat navigasi jalan, saat ini banyak pengguna mengandalkan fasilitas teknologi dari Google Maps pada perangkat pintarnya seperti tablet, smartphone, dan smartwatch. Namun, seorang ilmuwan dari Universitas Hanover menemukan alternatif untuk memandu jalan Anda, terutama saat berjalan kaki.

Sebagaimana dilansir YahooTech, Rabu (15/4/2015), alternatif itu disebut sebagai actuated navigation (navigasi yang digerakkan). Teknologi pada perangkat ini bekerja berdasarkan kejutan muatan listrik melalui otot-otot di kaki untuk memengaruhi arah yang akan diambil.

Elektroda ditempatkan pada kulit, di atas otot sartorius, dan sinyal listrik yang lemah dialirkan melaluinya. Arus listrik yang dialirkan tersebut menyebabkan kaki pengguna berubah arah sedikit demi sedikit. Tentunya ini juga dibantu dengan GPS pada ponsel pengguna untuk menentukan ke mana akan pergi.

Elektroda tersebut kemungkinan dapat diintegrasikan ke pakaian dan menjadikan pakaian yang digunakan penggunanya menjadi pakaian cerdas.

Dalam laporan sistem, yang dikenal sebagai Cruise Control untuk pejalan kaki itu, menunjukkan bahwa pengguna tidak perlu mengikuti arah yang menghasil sentakan. Sebab, pengguna memiliki kontrol penuh atas tubuhnya.

</description><content:encoded>
WASHINGTON &amp;ndash; Guna mendapat navigasi jalan, saat ini banyak pengguna mengandalkan fasilitas teknologi dari Google Maps pada perangkat pintarnya seperti tablet, smartphone, dan smartwatch. Namun, seorang ilmuwan dari Universitas Hanover menemukan alternatif untuk memandu jalan Anda, terutama saat berjalan kaki.

Sebagaimana dilansir YahooTech, Rabu (15/4/2015), alternatif itu disebut sebagai actuated navigation (navigasi yang digerakkan). Teknologi pada perangkat ini bekerja berdasarkan kejutan muatan listrik melalui otot-otot di kaki untuk memengaruhi arah yang akan diambil.

Elektroda ditempatkan pada kulit, di atas otot sartorius, dan sinyal listrik yang lemah dialirkan melaluinya. Arus listrik yang dialirkan tersebut menyebabkan kaki pengguna berubah arah sedikit demi sedikit. Tentunya ini juga dibantu dengan GPS pada ponsel pengguna untuk menentukan ke mana akan pergi.

Elektroda tersebut kemungkinan dapat diintegrasikan ke pakaian dan menjadikan pakaian yang digunakan penggunanya menjadi pakaian cerdas.

Dalam laporan sistem, yang dikenal sebagai Cruise Control untuk pejalan kaki itu, menunjukkan bahwa pengguna tidak perlu mengikuti arah yang menghasil sentakan. Sebab, pengguna memiliki kontrol penuh atas tubuhnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
