<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Temukan Cara Meminimalisir Kalori di Beras</title><description>Dalam sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini, ilmuwan menemukan cara baru meminimalisir kalori di dalam beras.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/26/56/1124765/peneliti-temukan-cara-meminimalisir-kalori-di-beras</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/26/56/1124765/peneliti-temukan-cara-meminimalisir-kalori-di-beras"/><item><title>Peneliti Temukan Cara Meminimalisir Kalori di Beras</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/26/56/1124765/peneliti-temukan-cara-meminimalisir-kalori-di-beras</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/26/56/1124765/peneliti-temukan-cara-meminimalisir-kalori-di-beras</guid><pubDate>Kamis 26 Maret 2015 19:22 WIB</pubDate><dc:creator>Advent Jose</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/26/56/1124765/peneliti-temukan-cara-meminimalisir-kalori-di-beras-K4cuXrUunW.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustasi (foto : Ubergizmo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/26/56/1124765/peneliti-temukan-cara-meminimalisir-kalori-di-beras-K4cuXrUunW.jpg</image><title>Ilustasi (foto : Ubergizmo)</title></images><description>
CALIFORNIA - Dalam sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini, ilmuwan menemukan cara baru dalam memasak nasi. Melalui cara tersebut, mereka mengklaim dapat menurunkan kandungan kalori yang ada di dalam nasi.

Penelitian ini bertujuan untuk menanggulangi tingkat pertumbuhan yang mengkhawatirkan disebabkan oleh obesitas di seluruh dunia. Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh peneliti.

Satu cangkir nasi memiliki kadar hingga ratusan kalori, namun dengan mempersiapkan cara memasaknya menggunakan teknik khusus, dikatakan mampu menurunkan sekira 50-60 persen kalorinya.

Pertama, Anda dapat menambahkan satu sendok teh minyak kelapa (coconut oil) ke dalam air mendidih. Kemudian menambahkan setengah cangkir beras lalu didihkan selama 20 hingga 40 menit. Setelah itu dinginkan nasi selama sekira 12 jam.

Pertanyaannya bagaimana cara itu bisa bekerja untuk menurunkan kadar kalori di dalam nasi tersebut? berikut penjelasannya.

Peneliti menjelaskan, proses pemanasan dan pendinginan yang diterapkan saat memasak, merangsang reaksi kimia dalam makanan dan mengubah pati atau amilum (karbohidrat) yang ada di dalam beras ke dalam resistant starch (RS). Demikian seperti dikutip Ubergizmo, Kamis (26/3/2015).


</description><content:encoded>
CALIFORNIA - Dalam sebuah penelitian yang dilakukan baru-baru ini, ilmuwan menemukan cara baru dalam memasak nasi. Melalui cara tersebut, mereka mengklaim dapat menurunkan kandungan kalori yang ada di dalam nasi.

Penelitian ini bertujuan untuk menanggulangi tingkat pertumbuhan yang mengkhawatirkan disebabkan oleh obesitas di seluruh dunia. Berikut langkah-langkah yang disarankan oleh peneliti.

Satu cangkir nasi memiliki kadar hingga ratusan kalori, namun dengan mempersiapkan cara memasaknya menggunakan teknik khusus, dikatakan mampu menurunkan sekira 50-60 persen kalorinya.

Pertama, Anda dapat menambahkan satu sendok teh minyak kelapa (coconut oil) ke dalam air mendidih. Kemudian menambahkan setengah cangkir beras lalu didihkan selama 20 hingga 40 menit. Setelah itu dinginkan nasi selama sekira 12 jam.

Pertanyaannya bagaimana cara itu bisa bekerja untuk menurunkan kadar kalori di dalam nasi tersebut? berikut penjelasannya.

Peneliti menjelaskan, proses pemanasan dan pendinginan yang diterapkan saat memasak, merangsang reaksi kimia dalam makanan dan mengubah pati atau amilum (karbohidrat) yang ada di dalam beras ke dalam resistant starch (RS). Demikian seperti dikutip Ubergizmo, Kamis (26/3/2015).


</content:encoded></item></channel></rss>
