<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>China Basmi Peredaran Konten Porno di WeChat</title><description>China mengambil langkah serius terkait penghapusan konten 'nakal' yang beredar di aplikasi pesan, WeChat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/26/207/1124817/china-basmi-peredaran-konten-porno-di-wechat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/26/207/1124817/china-basmi-peredaran-konten-porno-di-wechat"/><item><title>China Basmi Peredaran Konten Porno di WeChat</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/26/207/1124817/china-basmi-peredaran-konten-porno-di-wechat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/26/207/1124817/china-basmi-peredaran-konten-porno-di-wechat</guid><pubDate>Kamis 26 Maret 2015 22:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/26/207/1124817/china-basmi-peredaran-konten-porno-di-wechat-mtPsDtLLdb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">China Basmi Peredaran Konten Pornodi WeChat (Foto : WeChat)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/26/207/1124817/china-basmi-peredaran-konten-porno-di-wechat-mtPsDtLLdb.jpg</image><title>China Basmi Peredaran Konten Pornodi WeChat (Foto : WeChat)</title></images><description>
BEIJING - Peredaran konten porno di China tampaknya akan semakin dipersulit. Laporan Reuters mengungkapkan, China mengambil langkah serius terkait penghapusan konten 'nakal' yang beredar di aplikasi pesan, WeChat.
Dilansir Engadget, Kamis (26/3/2015), tidak hanya foto dan video yang ditargetkan untuk diberantas, Cyberspace Administration di China juga bergerak menarget pesan teks. Pesan teks ini yang berbau pelecehan seksual, pertukaran istri, serta informasi berbahaya lainnya.
Bagi para pelanggar atau siapapun yang berbagi konten tersebut, maka akun mereka kabarnya akan ditutup selama sepekan. Bila diketahui melakukan pelanggaran kembali, maka akun pengguna bisa di-banned atau dilarang dari WeChat selamanya.
WeChat merupakan aplikasi pesan populer terbesar yang memiliki sekira 500 juta pengguna dan 80 persen penggunanya berada di China. WeChat bersaing dengan aplikasi pesan lainnya seperti WhatsApp dan Kik Messenger.
Herwindra Sulistyibudi, Public Relation Dept Head WeChat awal tahun ini mengatakan, WeChat memperkuat konten dan menghadirkan fitur-fitur terbaru. Dirinya juga menyatakan saat ini perusahaan ingin fokus mengajak pengguna yang belum menjadi pengguna aktif agar menjadi pengguna aktif.
Dengan strategi demikian diharapkan akan lebih banyak lagi orang yang menggunakan WeChat dan mendorong pengguna untuk lebih aktif. Lebih jauh dirinya menyatakan, WeChat fokus menyasar pengguna yang berada di rentang usia 15 hingga 35 tahun. Namun yang menjadi target utama adalah yang berada di rentang usia 15-21 tahun.
</description><content:encoded>
BEIJING - Peredaran konten porno di China tampaknya akan semakin dipersulit. Laporan Reuters mengungkapkan, China mengambil langkah serius terkait penghapusan konten 'nakal' yang beredar di aplikasi pesan, WeChat.
Dilansir Engadget, Kamis (26/3/2015), tidak hanya foto dan video yang ditargetkan untuk diberantas, Cyberspace Administration di China juga bergerak menarget pesan teks. Pesan teks ini yang berbau pelecehan seksual, pertukaran istri, serta informasi berbahaya lainnya.
Bagi para pelanggar atau siapapun yang berbagi konten tersebut, maka akun mereka kabarnya akan ditutup selama sepekan. Bila diketahui melakukan pelanggaran kembali, maka akun pengguna bisa di-banned atau dilarang dari WeChat selamanya.
WeChat merupakan aplikasi pesan populer terbesar yang memiliki sekira 500 juta pengguna dan 80 persen penggunanya berada di China. WeChat bersaing dengan aplikasi pesan lainnya seperti WhatsApp dan Kik Messenger.
Herwindra Sulistyibudi, Public Relation Dept Head WeChat awal tahun ini mengatakan, WeChat memperkuat konten dan menghadirkan fitur-fitur terbaru. Dirinya juga menyatakan saat ini perusahaan ingin fokus mengajak pengguna yang belum menjadi pengguna aktif agar menjadi pengguna aktif.
Dengan strategi demikian diharapkan akan lebih banyak lagi orang yang menggunakan WeChat dan mendorong pengguna untuk lebih aktif. Lebih jauh dirinya menyatakan, WeChat fokus menyasar pengguna yang berada di rentang usia 15 hingga 35 tahun. Namun yang menjadi target utama adalah yang berada di rentang usia 15-21 tahun.
</content:encoded></item></channel></rss>
