<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sosial Media Bisa Matikan Layanan Voice Telefon di Indonesia</title><description>Sosial media menjadi pilihan yang paling disukai oleh generasi Y di Indonesia, berusia 19 &amp;ndash; 34 tahun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/03/207/1112956/sosial-media-bisa-matikan-layanan-voice-telefon-di-indonesia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/03/207/1112956/sosial-media-bisa-matikan-layanan-voice-telefon-di-indonesia"/><item><title>Sosial Media Bisa Matikan Layanan Voice Telefon di Indonesia</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/03/207/1112956/sosial-media-bisa-matikan-layanan-voice-telefon-di-indonesia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/03/03/207/1112956/sosial-media-bisa-matikan-layanan-voice-telefon-di-indonesia</guid><pubDate>Selasa 03 Maret 2015 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Amril Amarullah</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/03/03/207/1112956/sosial-media-bisa-matikan-layanan-voice-telefon-di-indonesia-RR3Ig1QY22.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Sosial media menjadi alat komunikasi yang paling digandrungi di Indonesia (foto: ilustrasi)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/03/03/207/1112956/sosial-media-bisa-matikan-layanan-voice-telefon-di-indonesia-RR3Ig1QY22.jpg</image><title>Sosial media menjadi alat komunikasi yang paling digandrungi di Indonesia (foto: ilustrasi)</title></images><description>
JAKARTA &amp;ndash; Penggunaan telefon seluler belakangan menjadi tren masyarakat di kota-kota besar di Indonesia. Namun demikian, smartphone bagi khalayak banyak digunakan hanya untuk kebutuhan data ketimbang telefon.
Artinya, penggunaan komunikasi melalui layanan data untuk sosial media bakal mengalahkan tren voice telefon dua-tiga tahun lagi. Hal itu diperkuat dengan data yang dilansir Dimension Data&amp;rsquo;s Group menyebutkan bahwa trafik non voice (digital) diperkirakan mengalami peningkatan 87 persen contact centre dalam dua tahun ke depan.
&amp;ldquo;Sementara  dan trafik voice (berbicara kepada agen layanan pelanggan melalui telepon) akan menurun pada 42 persem contact center pada periode yang sama. Bahkan berdasarkan informasi yang berhasil kami himpun lebih dari 10 tahun terakhir, digital akan mengalahkan voice pada contact center dalam dua tahun kedepan,&amp;rdquo; kata Adam Foster, Dimension Data&amp;rsquo;s Group Executive &amp;ndash; Communications, di Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Bahkan, hampir 80 persen dari 901 organisasi di 72 negara yang disurvei dalam riset tahunan Global Contact Centre Benchmarking Report (GCCBR) yang dilakukan oleh Dimension Data meyakini bahwa sistem IT mereka saat ini tidak akan mampu memenuhi kebutuhan di masa depan, sementara 40 persen dari organisasi-organisasi tersebut bahkan mengatakan IT tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka saat ini.
Memasuki tahun yang ke-18, GCCBR menjadi satu-satunya laporan yang meriset perihal strategi dan tren kinerja operasional dari industri contact center dunia.
Denny Purwadi, Head of Solutions and Alliance, Dimension Data Indonesia menambahkan, di Indonesia, selain telefon, kemampuan aplikasi perangkat pintar akan meningkat hingga 42 persen (di dunia meningkat 54 persen), web chat akan meningkat hampir dua kali lipat hingga 58 persen (di dunia meningkat 70 persen), dan kehadiran sosial media sebesar 50 persen.
&amp;ldquo;Ternyata, sosial media menjadi pilihan yang paling disukai oleh generasi Y di Indonesia (berusia 19 &amp;ndash; 34 tahun), yang hanya menggunakan telepon sebagai pilihan terakhir mereka,&amp;rdquo; jelas Denny.
Hal ini, tentunya mendorong penggunaan komputasi awan baik public, private maupun hybrid, serta teknologinya terintegrasi di seluruh model arsitektur. Dalam 12 bulan terakhir, contact centres yang memilih model kepemilikan penuh telah berkurang sebanyak 13 persen.
Sementara dari contact centre yang belum memanfaatkan solusi komputasi awan sebanyak 34 persen tengah mempertimbangkan untuk menggunakan dalam waktu dekat.
Sementara itu, menurut Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) Andi Anugrah yang juga Ketua Umum Asia Pacific Contact Centre Leaders (APCCAL) untuk meningkatkan efektivitas layanan pelanggan, perusahaan perlu terus meningkatkan perangkat teknologi yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat atau penggunanya. &amp;ldquo;Saat ini penggunaan akses Customer Service melalui telefon mulai berkurang dan beralih ke sistem digital,&amp;rdquo; ujarnya.

</description><content:encoded>
JAKARTA &amp;ndash; Penggunaan telefon seluler belakangan menjadi tren masyarakat di kota-kota besar di Indonesia. Namun demikian, smartphone bagi khalayak banyak digunakan hanya untuk kebutuhan data ketimbang telefon.
Artinya, penggunaan komunikasi melalui layanan data untuk sosial media bakal mengalahkan tren voice telefon dua-tiga tahun lagi. Hal itu diperkuat dengan data yang dilansir Dimension Data&amp;rsquo;s Group menyebutkan bahwa trafik non voice (digital) diperkirakan mengalami peningkatan 87 persen contact centre dalam dua tahun ke depan.
&amp;ldquo;Sementara  dan trafik voice (berbicara kepada agen layanan pelanggan melalui telepon) akan menurun pada 42 persem contact center pada periode yang sama. Bahkan berdasarkan informasi yang berhasil kami himpun lebih dari 10 tahun terakhir, digital akan mengalahkan voice pada contact center dalam dua tahun kedepan,&amp;rdquo; kata Adam Foster, Dimension Data&amp;rsquo;s Group Executive &amp;ndash; Communications, di Jakarta, Selasa (3/3/2015).
Bahkan, hampir 80 persen dari 901 organisasi di 72 negara yang disurvei dalam riset tahunan Global Contact Centre Benchmarking Report (GCCBR) yang dilakukan oleh Dimension Data meyakini bahwa sistem IT mereka saat ini tidak akan mampu memenuhi kebutuhan di masa depan, sementara 40 persen dari organisasi-organisasi tersebut bahkan mengatakan IT tidak mampu memenuhi kebutuhan mereka saat ini.
Memasuki tahun yang ke-18, GCCBR menjadi satu-satunya laporan yang meriset perihal strategi dan tren kinerja operasional dari industri contact center dunia.
Denny Purwadi, Head of Solutions and Alliance, Dimension Data Indonesia menambahkan, di Indonesia, selain telefon, kemampuan aplikasi perangkat pintar akan meningkat hingga 42 persen (di dunia meningkat 54 persen), web chat akan meningkat hampir dua kali lipat hingga 58 persen (di dunia meningkat 70 persen), dan kehadiran sosial media sebesar 50 persen.
&amp;ldquo;Ternyata, sosial media menjadi pilihan yang paling disukai oleh generasi Y di Indonesia (berusia 19 &amp;ndash; 34 tahun), yang hanya menggunakan telepon sebagai pilihan terakhir mereka,&amp;rdquo; jelas Denny.
Hal ini, tentunya mendorong penggunaan komputasi awan baik public, private maupun hybrid, serta teknologinya terintegrasi di seluruh model arsitektur. Dalam 12 bulan terakhir, contact centres yang memilih model kepemilikan penuh telah berkurang sebanyak 13 persen.
Sementara dari contact centre yang belum memanfaatkan solusi komputasi awan sebanyak 34 persen tengah mempertimbangkan untuk menggunakan dalam waktu dekat.
Sementara itu, menurut Ketua Indonesia Contact Center Association (ICCA) Andi Anugrah yang juga Ketua Umum Asia Pacific Contact Centre Leaders (APCCAL) untuk meningkatkan efektivitas layanan pelanggan, perusahaan perlu terus meningkatkan perangkat teknologi yang sesuai dengan gaya hidup masyarakat atau penggunanya. &amp;ldquo;Saat ini penggunaan akses Customer Service melalui telefon mulai berkurang dan beralih ke sistem digital,&amp;rdquo; ujarnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
