<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Melihat Lebih Dekat Pabrik TV LG </title><description>Televisi Ultra High Definition (UHD) dan TV berpanel OLED (Organic Light  Emitting Diode) merupakan varian televisi dengan teknologi baru.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/02/27/57/1111501/melihat-lebih-dekat-pabrik-tv-lg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2015/02/27/57/1111501/melihat-lebih-dekat-pabrik-tv-lg"/><item><title>Melihat Lebih Dekat Pabrik TV LG </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2015/02/27/57/1111501/melihat-lebih-dekat-pabrik-tv-lg</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2015/02/27/57/1111501/melihat-lebih-dekat-pabrik-tv-lg</guid><pubDate>Jum'at 27 Februari 2015 14:56 WIB</pubDate><dc:creator>Lanjar Wiratri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2015/02/27/57/1111501/melihat-lebih-dekat-pabrik-tv-lg-x2ToPs4ASw.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pabrik TV LG di Cibitung (Foto: Lanjar Wiratri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2015/02/27/57/1111501/melihat-lebih-dekat-pabrik-tv-lg-x2ToPs4ASw.jpg</image><title>Pabrik TV LG di Cibitung (Foto: Lanjar Wiratri/Okezone)</title></images><description>
CIBITUNG - Televisi Ultra High Definition (UHD) dan TV berpanel OLED (Organic Light Emitting Diode) merupakan varian televisi dengan teknologi baru. Penjualannya di Indonesia juga telah dilakukan dan diharapkan mampu memberikan pengalaman menikmati tayangan televisi dengan teknologi terkini.

Salah satu perusahaan elektronik raksasa di Asia, LG, memberikan kesempatan pada media untuk mengunjungi pabrik pembuatan TV UHD dan TV dengan panel OLED di Cibitung, Bekasi, Jumat (27/2/2015).
&amp;nbsp;
Televisi dikategorikan sebagai Ultra HD merujuk pada resolusi layar dengan kekuatan 3.840 x 2.160 piksel, atau setara dengan empat kali kualitas layar televisi Full HD. Resolusi tersebut bahkan diklaim teringgi untuk diterapkan pada sebuah perangkat televisi.

Sementara TV dengan panel OLED memiliki keunggulan pada tingkat ketebalannya yang hanya 4mm. Hal tersebut dikarenakan TV OLED tidak memerlukan rangkaian lampu sebagai pencahayaan belakang untuk menampilkan gambar.

Dengan piksel rapat, TV OLED mampu menghasilkan gambar dengan kualitas terbaik. Varian televisi tersebut bahkan diklaim memiliki rasio kontras gambar lebih daripada televisi dengan panel LED.
&amp;nbsp;
Proses pertama untuk menghasilkan kedua jenis televisi canggih tersebut disebut assembly, untuk pemasangan modul dan komponen penting pada panel yang akan menjadi perangkat TV. Proses tersebut lalu dilanjutkan dengan pemasangan casing televisi itu sendiri.

Material pembuat TV tersebut 70 persen berasal dari pabrik manufaktur LG di Korea Selatan. Lalu, 30 persen sisanya merupakan komponen asli Indonesia.

Setelah tahap assembly, selanjutnya masuk ke tahap pengecekan. Termasuk di dalamnya mengenai visual inspection guna melihat kelengkapan fisik dan fitur dari produk televisi seperti tes kualitas layar, pengetesan teknologi 3D, hingga pengecekan port HDMI.

Bahkan dalam salah satu proses, televisi harus melalui sebuah mesin yang disebut auto machine dengan menggunakan teknologi kamera. Teknologi tersebut mampu memberikan predikat 'good' atau 'not good' untuk produk televisi yang telah diproduksi.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, yakni pengetesan dengan cara memasukkan televisi ke dalam ruangan 'heatrun'. TV UHD dan OLED akan dinyalakan selama 72 jam nonstop untuk menguji ketahanan suhunya.

Terakhir, sebelum didistribusikan, produk televisi UHD dan OLED harus melalui uji coba drop test. Drop test dilakukan dengan cara membanting produk televisi yang telah disampling sebelumnya.
</description><content:encoded>
CIBITUNG - Televisi Ultra High Definition (UHD) dan TV berpanel OLED (Organic Light Emitting Diode) merupakan varian televisi dengan teknologi baru. Penjualannya di Indonesia juga telah dilakukan dan diharapkan mampu memberikan pengalaman menikmati tayangan televisi dengan teknologi terkini.

Salah satu perusahaan elektronik raksasa di Asia, LG, memberikan kesempatan pada media untuk mengunjungi pabrik pembuatan TV UHD dan TV dengan panel OLED di Cibitung, Bekasi, Jumat (27/2/2015).
&amp;nbsp;
Televisi dikategorikan sebagai Ultra HD merujuk pada resolusi layar dengan kekuatan 3.840 x 2.160 piksel, atau setara dengan empat kali kualitas layar televisi Full HD. Resolusi tersebut bahkan diklaim teringgi untuk diterapkan pada sebuah perangkat televisi.

Sementara TV dengan panel OLED memiliki keunggulan pada tingkat ketebalannya yang hanya 4mm. Hal tersebut dikarenakan TV OLED tidak memerlukan rangkaian lampu sebagai pencahayaan belakang untuk menampilkan gambar.

Dengan piksel rapat, TV OLED mampu menghasilkan gambar dengan kualitas terbaik. Varian televisi tersebut bahkan diklaim memiliki rasio kontras gambar lebih daripada televisi dengan panel LED.
&amp;nbsp;
Proses pertama untuk menghasilkan kedua jenis televisi canggih tersebut disebut assembly, untuk pemasangan modul dan komponen penting pada panel yang akan menjadi perangkat TV. Proses tersebut lalu dilanjutkan dengan pemasangan casing televisi itu sendiri.

Material pembuat TV tersebut 70 persen berasal dari pabrik manufaktur LG di Korea Selatan. Lalu, 30 persen sisanya merupakan komponen asli Indonesia.

Setelah tahap assembly, selanjutnya masuk ke tahap pengecekan. Termasuk di dalamnya mengenai visual inspection guna melihat kelengkapan fisik dan fitur dari produk televisi seperti tes kualitas layar, pengetesan teknologi 3D, hingga pengecekan port HDMI.

Bahkan dalam salah satu proses, televisi harus melalui sebuah mesin yang disebut auto machine dengan menggunakan teknologi kamera. Teknologi tersebut mampu memberikan predikat 'good' atau 'not good' untuk produk televisi yang telah diproduksi.
&amp;nbsp;
Selanjutnya, yakni pengetesan dengan cara memasukkan televisi ke dalam ruangan 'heatrun'. TV UHD dan OLED akan dinyalakan selama 72 jam nonstop untuk menguji ketahanan suhunya.

Terakhir, sebelum didistribusikan, produk televisi UHD dan OLED harus melalui uji coba drop test. Drop test dilakukan dengan cara membanting produk televisi yang telah disampling sebelumnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
