<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Alasan Anak Muda Mesti Melek Startup</title><description>Startup dimaknai sebagai perusahaan rintisan atau masih membangun serta mencari model bisnis yang sesuai.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/12/31/207/1086160/ini-alasan-anak-muda-mesti-melek-startup</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2014/12/31/207/1086160/ini-alasan-anak-muda-mesti-melek-startup"/><item><title>Ini Alasan Anak Muda Mesti Melek Startup</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/12/31/207/1086160/ini-alasan-anak-muda-mesti-melek-startup</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2014/12/31/207/1086160/ini-alasan-anak-muda-mesti-melek-startup</guid><pubDate>Rabu 31 Desember 2014 13:06 WIB</pubDate><dc:creator>Advent Jose</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/31/207/1086160/ini-alasan-anak-muda-mesti-melek-startup-n9d98TVgt3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">foto ilustrasi membangun perencanaan startup (Thenextweb)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/31/207/1086160/ini-alasan-anak-muda-mesti-melek-startup-n9d98TVgt3.jpg</image><title>foto ilustrasi membangun perencanaan startup (Thenextweb)</title></images><description>
CALIFORNIA &amp;ndash; Belakangan ini istilah startup begitu heboh terdengar di lini massa. Startup seringkali diidentikan dengan konotasi perusahaan teknologi atau internet. Namun sebenarnya apa makna startup sebenarnya?
Menurut Wikipedia, startup dimaknai sebagai perusahaan rintisan atau masih membangun serta mencari model bisnis yang sesuai. Startup juga umumnya adalah perusahaan yang belum lama beroperasi dan masih dalam fase pengembangan.
Startup lazim diindentikan dengan perusahaan teknologi karena istilah ini mulai populer secara internasional ketika era gelembung dot-com (dot-com bubble) bermunculan. Pada  periode 1998 &amp;ndash; 2000, banyak perusahaan berinisial &amp;lsquo;dot-com&amp;rsquo; didirikan secara berbarengan.
Menurut Rama Mamuaya, founder dailySocial.net, yang dikutip dari teknojurnal, start up dirangkum dalam tiga variabel yakni, beroperasi kurang dari tiga tahun, memiliki kurang dari 20 karyawan serta berpendapatan kurang dari USD100 ribu pertahun.
Dikutip dari laman Techcrunch, Rabu (31/12/2014), startup diklasifikasikan dalam tiga kata kunci yang dinamakan dengan &amp;lsquo;aturan 50, 100, atau 500&amp;rsquo;.
Maksudnya adalah apabila perusahaan telah memiliki pendapatan sekira USD50 juta dalam 12 bulan, kemudian memiliki karyawan sekira 100 orang atau lebih, serta telah bernilai USD500 juta, artinya perusahaan tersebut tidak bisa lagi disebut sebagai startup.
Namun demikian istilah startup yang selalu dikaitkan dengan dunia teknologi tidak selalu tepat. Karena pada dasarnya startup adalah sebuah bisnis baru berskala kecil seperti UKM. Platformnya pun tidak harus selalu online, bisa juga offline.
Hanya saja startup cenderung bergerak di bidang-bidang online dan IT seperti pembuatan aplikasi, web, situs jual beli online dan lainnya.
Yasunobo Hashimoto, Direktur Rakuten Belanja Online mengatakan, untuk membangun sebuah start-up ecommerce yang sukses diperlukan beberapa hal. Diantaranya adalah memastikan kepuasan pelanggan atau konsumen.
&quot;Kita harus berpandangan dari perspektif konsumen dengan memposisikan diri layaknya seorang konsumen. Dengan begitu kita akan memahami hal apa saja yang dibutuhkan konsumen,&quot; ucap pria yang biasa disapa Yas kepada Okezone saat diwawancarai di kantor Rakuten beberapa waktu lalu.
Ada alasan kuat kenapa pemuda khususnya harus membangun startup. Salah satunya adalah, ke depan dunia digital mampu menjadi ladang uang yang potensial. Sebagai contoh menurut Andry Huzain, SVP Marketing and Business Development, Lazada Indonesia, industri e-commerce di Indonesia diprediksikan akan tumbuh hingga USD25 milliar pada tahun 2016.
</description><content:encoded>
CALIFORNIA &amp;ndash; Belakangan ini istilah startup begitu heboh terdengar di lini massa. Startup seringkali diidentikan dengan konotasi perusahaan teknologi atau internet. Namun sebenarnya apa makna startup sebenarnya?
Menurut Wikipedia, startup dimaknai sebagai perusahaan rintisan atau masih membangun serta mencari model bisnis yang sesuai. Startup juga umumnya adalah perusahaan yang belum lama beroperasi dan masih dalam fase pengembangan.
Startup lazim diindentikan dengan perusahaan teknologi karena istilah ini mulai populer secara internasional ketika era gelembung dot-com (dot-com bubble) bermunculan. Pada  periode 1998 &amp;ndash; 2000, banyak perusahaan berinisial &amp;lsquo;dot-com&amp;rsquo; didirikan secara berbarengan.
Menurut Rama Mamuaya, founder dailySocial.net, yang dikutip dari teknojurnal, start up dirangkum dalam tiga variabel yakni, beroperasi kurang dari tiga tahun, memiliki kurang dari 20 karyawan serta berpendapatan kurang dari USD100 ribu pertahun.
Dikutip dari laman Techcrunch, Rabu (31/12/2014), startup diklasifikasikan dalam tiga kata kunci yang dinamakan dengan &amp;lsquo;aturan 50, 100, atau 500&amp;rsquo;.
Maksudnya adalah apabila perusahaan telah memiliki pendapatan sekira USD50 juta dalam 12 bulan, kemudian memiliki karyawan sekira 100 orang atau lebih, serta telah bernilai USD500 juta, artinya perusahaan tersebut tidak bisa lagi disebut sebagai startup.
Namun demikian istilah startup yang selalu dikaitkan dengan dunia teknologi tidak selalu tepat. Karena pada dasarnya startup adalah sebuah bisnis baru berskala kecil seperti UKM. Platformnya pun tidak harus selalu online, bisa juga offline.
Hanya saja startup cenderung bergerak di bidang-bidang online dan IT seperti pembuatan aplikasi, web, situs jual beli online dan lainnya.
Yasunobo Hashimoto, Direktur Rakuten Belanja Online mengatakan, untuk membangun sebuah start-up ecommerce yang sukses diperlukan beberapa hal. Diantaranya adalah memastikan kepuasan pelanggan atau konsumen.
&quot;Kita harus berpandangan dari perspektif konsumen dengan memposisikan diri layaknya seorang konsumen. Dengan begitu kita akan memahami hal apa saja yang dibutuhkan konsumen,&quot; ucap pria yang biasa disapa Yas kepada Okezone saat diwawancarai di kantor Rakuten beberapa waktu lalu.
Ada alasan kuat kenapa pemuda khususnya harus membangun startup. Salah satunya adalah, ke depan dunia digital mampu menjadi ladang uang yang potensial. Sebagai contoh menurut Andry Huzain, SVP Marketing and Business Development, Lazada Indonesia, industri e-commerce di Indonesia diprediksikan akan tumbuh hingga USD25 milliar pada tahun 2016.
</content:encoded></item></channel></rss>
