<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dari Bahan Sampah, Arif Bisa Bikin BBM Sekelas Pertamax</title><description>Arif, seorang mantan guru, menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mengolah sampah menjadi BBM beroktan 93 atau sekelas pertamax.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/12/13/15/1078785/dari-bahan-sampah-arif-bisa-bikin-bbm-sekelas-pertamax</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2014/12/13/15/1078785/dari-bahan-sampah-arif-bisa-bikin-bbm-sekelas-pertamax"/><item><title>Dari Bahan Sampah, Arif Bisa Bikin BBM Sekelas Pertamax</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/12/13/15/1078785/dari-bahan-sampah-arif-bisa-bikin-bbm-sekelas-pertamax</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2014/12/13/15/1078785/dari-bahan-sampah-arif-bisa-bikin-bbm-sekelas-pertamax</guid><pubDate>Senin 15 Desember 2014 06:24 WIB</pubDate><dc:creator>Mukhtar Bagus</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/12/13/15/1078785/dari-bahan-sampah-arif-bisa-bikin-bbm-sekelas-pertamax-mykrBtmlOa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Arif membuat BBM beroktan 93 atau sekelas pertamax dari bahan sampah (Dok: Mukhtar/Sindo TV)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/12/13/15/1078785/dari-bahan-sampah-arif-bisa-bikin-bbm-sekelas-pertamax-mykrBtmlOa.jpg</image><title>Arif membuat BBM beroktan 93 atau sekelas pertamax dari bahan sampah (Dok: Mukhtar/Sindo TV)</title></images><description>JOMBANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merangsang orang untuk berkreativitas, mulai dari mengonversi BBM ke bahan bakar gas (liquid petroleum gas/LPG) untuk kendaraan hingga menciptakan bahan bakar sendiri.
&amp;nbsp;
Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, seorang mantan guru SMA melakukan penelitian dengan mengolah sampah organik hingga menjadi BBM beroktan 93 atau kira-kira sekelas pertamax.
&amp;nbsp;
Pria bernama Arif Wibowo, warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, itu menjelaskan, membuat BBM dari sampah organik cukup sederhana. Awalnya, dedaunan kering atau jerami dihaluskan hingga menjadi serbuk.
&amp;nbsp;
Setelah itu, serbuk dicampur dengan cairan limbah tetes tebu lalu diaduk. Pada campuran itu dimasukkan ragi. Jika sudah selesai, campuran difermentasi dengan cara ditutup dan disimpan selama 14 hari.
&amp;nbsp;
&quot;Setelah selesai, lakukan proses destilasi dengan merebusnya menggunakan alat yang didesain khusus hingga mengeluarkan minyak,&quot; jelas pria yang kini menjadi pembina penelitian di beberapa SMA itu.
&amp;nbsp;
Minyak itu, lanjut dia, lalu ditaburi kapur barus. Tujuannya untuk meningkatkan kadar oktan.
&amp;nbsp;
Hasilnya, pria yang pernah menerima penghargaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2008 sebagai guru teladan itu mampu menghasilkan bahan bakar berkadar oktan 93.
&amp;nbsp;
Sampai saat ini Arif  masih mengembangkan penelitiannya.</description><content:encoded>JOMBANG - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) merangsang orang untuk berkreativitas, mulai dari mengonversi BBM ke bahan bakar gas (liquid petroleum gas/LPG) untuk kendaraan hingga menciptakan bahan bakar sendiri.
&amp;nbsp;
Di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, seorang mantan guru SMA melakukan penelitian dengan mengolah sampah organik hingga menjadi BBM beroktan 93 atau kira-kira sekelas pertamax.
&amp;nbsp;
Pria bernama Arif Wibowo, warga Desa Kaliwungu, Kecamatan Kota Jombang, Kabupaten Jombang, itu menjelaskan, membuat BBM dari sampah organik cukup sederhana. Awalnya, dedaunan kering atau jerami dihaluskan hingga menjadi serbuk.
&amp;nbsp;
Setelah itu, serbuk dicampur dengan cairan limbah tetes tebu lalu diaduk. Pada campuran itu dimasukkan ragi. Jika sudah selesai, campuran difermentasi dengan cara ditutup dan disimpan selama 14 hari.
&amp;nbsp;
&quot;Setelah selesai, lakukan proses destilasi dengan merebusnya menggunakan alat yang didesain khusus hingga mengeluarkan minyak,&quot; jelas pria yang kini menjadi pembina penelitian di beberapa SMA itu.
&amp;nbsp;
Minyak itu, lanjut dia, lalu ditaburi kapur barus. Tujuannya untuk meningkatkan kadar oktan.
&amp;nbsp;
Hasilnya, pria yang pernah menerima penghargaan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) tahun 2008 sebagai guru teladan itu mampu menghasilkan bahan bakar berkadar oktan 93.
&amp;nbsp;
Sampai saat ini Arif  masih mengembangkan penelitiannya.</content:encoded></item></channel></rss>
