<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sistem Virtualisasi Bisa Hemat Biaya IT 40%</title><description>Pemanfaatan sistem virtualisasi diklaim mampu mengurangi biaya belanja IT yang tinggi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/11/18/207/1067236/sistem-virtualisasi-bisa-hemat-biaya-it-40</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2014/11/18/207/1067236/sistem-virtualisasi-bisa-hemat-biaya-it-40"/><item><title>Sistem Virtualisasi Bisa Hemat Biaya IT 40%</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/11/18/207/1067236/sistem-virtualisasi-bisa-hemat-biaya-it-40</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2014/11/18/207/1067236/sistem-virtualisasi-bisa-hemat-biaya-it-40</guid><pubDate>Selasa 18 November 2014 16:00 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyu Noor Hasan</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/11/18/207/1067236/sistem-virtualisasi-bisa-hemat-biaya-it-40-FiMWMTFssy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Telkomsigma-VMware bersinergi bangun keamanan layanan cloud (foto: Wahyu/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/11/18/207/1067236/sistem-virtualisasi-bisa-hemat-biaya-it-40-FiMWMTFssy.jpg</image><title>Telkomsigma-VMware bersinergi bangun keamanan layanan cloud (foto: Wahyu/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Biaya produk IT suatu perusahaan yang diprediksi akan meningkat terus tiap tahunnya, baik untuk pembaharuan maupun pemeliharaan memaksa perusahaan untuk beralih ke model services/ layanan.
Pemanfaatan sistem virtualisasi diklaim mampu mengurangi biaya belanja IT yang tinggi, bahkan mempu memberikan tingkat keamanan yang baik.
&quot;Biaya penurunan produk IT atau biaya belanja IT suatu perusahaan yang menggunakan sistem virtualisasi bisa mencapai hingga 40 persen,&quot; jelas Andreas Kagawa, Country Manager VMware Indonesia, di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Badan riset IDC Indonesia juga mengungkapkan bahwa bisnis model service saat ini berkembang signifikan. Setiap perusahaan mulai beralih menggunakan sistem layanan ini, untuk menghemat biaya IT perusahaan yang dikeluarkan.
&quot;Sekarang perusahaan di Indonesia lebih mengarah ke model service, untuk mengurangi biaya IT perusahaan yang tinggi,&quot; jelas Sudev Bangah, Associate Research Director and Head of Operations IDC Indonesia, di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Sudev juga mengungkapkan, menurut Catatan IDC untuk wilayah Asia Pasifik dalam C-Suite Barometer 2014, model layanan bisnis ini meningkat sebanyak 68 persen di Indonesia dan lebih tinggi dibandingkan global.

</description><content:encoded>
JAKARTA - Biaya produk IT suatu perusahaan yang diprediksi akan meningkat terus tiap tahunnya, baik untuk pembaharuan maupun pemeliharaan memaksa perusahaan untuk beralih ke model services/ layanan.
Pemanfaatan sistem virtualisasi diklaim mampu mengurangi biaya belanja IT yang tinggi, bahkan mempu memberikan tingkat keamanan yang baik.
&quot;Biaya penurunan produk IT atau biaya belanja IT suatu perusahaan yang menggunakan sistem virtualisasi bisa mencapai hingga 40 persen,&quot; jelas Andreas Kagawa, Country Manager VMware Indonesia, di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Badan riset IDC Indonesia juga mengungkapkan bahwa bisnis model service saat ini berkembang signifikan. Setiap perusahaan mulai beralih menggunakan sistem layanan ini, untuk menghemat biaya IT perusahaan yang dikeluarkan.
&quot;Sekarang perusahaan di Indonesia lebih mengarah ke model service, untuk mengurangi biaya IT perusahaan yang tinggi,&quot; jelas Sudev Bangah, Associate Research Director and Head of Operations IDC Indonesia, di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Sudev juga mengungkapkan, menurut Catatan IDC untuk wilayah Asia Pasifik dalam C-Suite Barometer 2014, model layanan bisnis ini meningkat sebanyak 68 persen di Indonesia dan lebih tinggi dibandingkan global.

</content:encoded></item></channel></rss>
