<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mobil pun Bisa Eratkan Hubungan Keluarga</title><description>Mobil bisa menjadi sarana untuk mempererat hubungan keluarga. Hubungan lebih hangat bisa terjalin saat orangtua mengantar anak ke sekolah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/10/27/15/1057486/mobil-pun-bisa-eratkan-hubungan-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2014/10/27/15/1057486/mobil-pun-bisa-eratkan-hubungan-keluarga"/><item><title>Mobil pun Bisa Eratkan Hubungan Keluarga</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/10/27/15/1057486/mobil-pun-bisa-eratkan-hubungan-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2014/10/27/15/1057486/mobil-pun-bisa-eratkan-hubungan-keluarga</guid><pubDate>Senin 27 Oktober 2014 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Arief Aszhari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/10/27/15/1057486/mobil-pun-bisa-eratkan-hubungan-keluarga-mhWnYsPGFT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mobil MPV Chevrolet Spin Activ (Foto: Arief Aszhari/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/10/27/15/1057486/mobil-pun-bisa-eratkan-hubungan-keluarga-mhWnYsPGFT.jpg</image><title>Mobil MPV Chevrolet Spin Activ (Foto: Arief Aszhari/Okezone)</title></images><description>
JAKARTA - Di era teknologi maju ini, kebersamaan dalam keluarga mungkin sesuatu yang langka. Anggota keluarga sibuk dengan aktivitas masing-masing, dan dihubungkan dengan hanya perangkat komunikasi.

Sani Hermawan, psikolog keluarga dan Direktur Lembaga Daya Insani &amp;amp; Roosie Setiawan, menjelaskan, banyak orangtua yang tidak menyadari pentingnya membentuk fondasi kepribadian anak.

&amp;ldquo;Perilaku seorang anak di masyarakat memang tergantung pendekatan di rumah. Jika tidak ada ruang untuk berkumpul di rumah, seharusnya ada space saat berkumpul di kendaraan,&amp;rdquo; papar Sani saat berbincang dengan wartawan di Pavilliun 28, Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2014).

Dia mengibaratkan mobil sebagai rumah kedua yang bisa dimanfaatkan untuk menjalin kehangatan hubungan keluarga.

Tdak harus saat perjalanan jauh saat liburan, namun orangtua saat mengantar anak ke sekolah bisa terjadi interaksi untuk meningkatkan kedekatan mereka. Hal tersebut bisa terjalin di dalam mobil.

Lebih lanjut Sani mengatakan, jika tidak ada kedekatan sesama anggota keluarga, anak bisa terjerumus ke hal-hal negatif. Sang anak akan mencari lingkungan yang di luar keluarga.

&amp;ldquo;Dampak anak yang tidak dekat dengan keluarga bisa mencari kesenangan dengan temannya di luar. Main-main, atau pergi clubbing. Dan orangtua harus mencari cara untuk memberikan stimulasi kendekatan, salah satunya saat berpergian dengan kendaraan,&amp;rdquo; pungkasnya.
</description><content:encoded>
JAKARTA - Di era teknologi maju ini, kebersamaan dalam keluarga mungkin sesuatu yang langka. Anggota keluarga sibuk dengan aktivitas masing-masing, dan dihubungkan dengan hanya perangkat komunikasi.

Sani Hermawan, psikolog keluarga dan Direktur Lembaga Daya Insani &amp;amp; Roosie Setiawan, menjelaskan, banyak orangtua yang tidak menyadari pentingnya membentuk fondasi kepribadian anak.

&amp;ldquo;Perilaku seorang anak di masyarakat memang tergantung pendekatan di rumah. Jika tidak ada ruang untuk berkumpul di rumah, seharusnya ada space saat berkumpul di kendaraan,&amp;rdquo; papar Sani saat berbincang dengan wartawan di Pavilliun 28, Gandaria, Jakarta Selatan, Senin (27/10/2014).

Dia mengibaratkan mobil sebagai rumah kedua yang bisa dimanfaatkan untuk menjalin kehangatan hubungan keluarga.

Tdak harus saat perjalanan jauh saat liburan, namun orangtua saat mengantar anak ke sekolah bisa terjadi interaksi untuk meningkatkan kedekatan mereka. Hal tersebut bisa terjalin di dalam mobil.

Lebih lanjut Sani mengatakan, jika tidak ada kedekatan sesama anggota keluarga, anak bisa terjerumus ke hal-hal negatif. Sang anak akan mencari lingkungan yang di luar keluarga.

&amp;ldquo;Dampak anak yang tidak dekat dengan keluarga bisa mencari kesenangan dengan temannya di luar. Main-main, atau pergi clubbing. Dan orangtua harus mencari cara untuk memberikan stimulasi kendekatan, salah satunya saat berpergian dengan kendaraan,&amp;rdquo; pungkasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
