<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Fokus Indosat Dapatkan Filling Satelit 150,5 BT </title><description>Sejauh ini, Indosat sendiri telah meneken kerjasama PALAPA-E in Orbit  Delivery Contract dengan Orbital Sciences pada 27 November 2013.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/02/24/54/945635/fokus-indosat-dapatkan-filling-satelit-150-5-bt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2014/02/24/54/945635/fokus-indosat-dapatkan-filling-satelit-150-5-bt"/><item><title>Fokus Indosat Dapatkan Filling Satelit 150,5 BT </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/02/24/54/945635/fokus-indosat-dapatkan-filling-satelit-150-5-bt</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2014/02/24/54/945635/fokus-indosat-dapatkan-filling-satelit-150-5-bt</guid><pubDate>Senin 24 Februari 2014 13:48 WIB</pubDate><dc:creator>Gesit Prayogi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/24/54/945635/5vfL8uHd0e.jpg" expression="full" type="image/jpeg">CEO Indosat, Alexander Rusli (tengah) bersama karyawannya (foto: Koran Sindo)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/24/54/945635/5vfL8uHd0e.jpg</image><title>CEO Indosat, Alexander Rusli (tengah) bersama karyawannya (foto: Koran Sindo)</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Filling satelit di orbit 150,5 BT merupakan isu hangat di operator kuning saat ini. Rumors bahwa surat hak penggunaan filing satelit Indosat berakhir pada 2014 menjadi isu yang kurang mengenakan.Padahal, dalam aturan, operator diwajibkan memiliki rencana pengadaan satelit 3 tahun sebelum umur satelit berakhir. Bahkan, hingga akhir 2012 Indosat tidak dapat menunjukkan bukti yang nyata terhadap pengadaan satelit dan berdasarkan Peraturan Menteri, maka pada awal tahun 2013 Kementerian Kominfo mengirimkan surat peringatan pertama ke Indosat dan dilanjutkan dengan surat peringatan kedua pada pertengahan tahun 2013.Pada akhir November 2013, Indosat telah menyerahkan kontrak pengadaan satelit. Kontrak ini berisi rencana pengadaan satelit antara Indosat dengan manufaktur satelit Orbital. Evaluasi masih berjalan mengingat beberapa dokumen kontrak tidak diserahkan oleh Indosat dengan alasan perjanjian kerahasiaan dengan manufaktur satelit.Chief Executive Officer (CEO) Indosat Alexander Rusli ketika ditanya terkait hak penggunaan filling satelit di 150,5 BT mengatakan bahwa saat ini bola berada di Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kominfo).&amp;ldquo;Kami sangat koperatif dengan pemerintah, pada dasarnya apa yang diminta pemerintah kami penuhi, baik teknis atau apapun,&amp;rdquo; kata Alexander Rusli saat Okezone bertandang di kantornya di Jakarta, waktu lalu.Menurutnya, filling satelit di orbit 150,5 BT merupakan isu hangat di operator kuning itu. Pak Alex &amp;ndash; sapaan akrabnya &amp;ndash; menjelaskan masa filling satelit sebetulnya baru habis pada 2015, oleh karena itu Indosat berkirim surat ke Kominfo pada akhir 2012. &amp;ldquo;Sebenarnya kan pas tiga tahun,&amp;rdquo; ujarnya. Dia pun tak menampik kemungkinan adanya intensi lain dalam filling satelit 150,5 BT itu. Sejauh ini, Indosat sendiri telah meneken kerjasama PALAPA-E in Orbit Delivery Contract dengan Orbital Sciences pada 27 November 2013. Adapun, kerjasama ini diteken oleh CEO Indosat Alexander Rusli dengan GM Orbital Sciences Michael E Larkin sebagai bentuk tindak lanjut untuk mempersiapkan peluncuran satelit PALAPA-E pada 2016. &amp;ldquo;Kami sudah beli satelit dan sudah bayar down payment (DP). Tapi saat ini masih menunggu pemerintah. Karena nampaknya ada pihak lain yang mengincar filling satelit di 150,5BT meskipun bukan dari operator,&amp;rdquo; urai Alex. Menurut Alex, masalah pendanaan untuk meluncurkan satelit baru bukanlah masalah. Sebab, anggaran untuk satelit jauh lebih kecil daripada jaringan.&amp;nbsp; Sebagai catatan, Indosat mengalokasikan sebesar Rp10 triliun dari total capex hanya untuk jaringan tahun lalu, sementara untuk satelit, menurut dia tak sebesar itu. &amp;ldquo;Rp 3 triliun aja nggak sampe, dan itu untuk tiga tahun,&amp;rdquo; ungkap dia. Sementara itu, apabila Indosat gagal mendapatkan filling satelit di orbit 150,5 BT, secara otomatis pelanggan dana layanan akan terganggu. &amp;ldquo;Pelanggan Indosat akan teriak, dan layanan jasa yang ditopang tidak akan kelanjutan sehingga kemudian kebutuhan internal juga bermasalah,&amp;rdquo; kata Alex. </description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Filling satelit di orbit 150,5 BT merupakan isu hangat di operator kuning saat ini. Rumors bahwa surat hak penggunaan filing satelit Indosat berakhir pada 2014 menjadi isu yang kurang mengenakan.Padahal, dalam aturan, operator diwajibkan memiliki rencana pengadaan satelit 3 tahun sebelum umur satelit berakhir. Bahkan, hingga akhir 2012 Indosat tidak dapat menunjukkan bukti yang nyata terhadap pengadaan satelit dan berdasarkan Peraturan Menteri, maka pada awal tahun 2013 Kementerian Kominfo mengirimkan surat peringatan pertama ke Indosat dan dilanjutkan dengan surat peringatan kedua pada pertengahan tahun 2013.Pada akhir November 2013, Indosat telah menyerahkan kontrak pengadaan satelit. Kontrak ini berisi rencana pengadaan satelit antara Indosat dengan manufaktur satelit Orbital. Evaluasi masih berjalan mengingat beberapa dokumen kontrak tidak diserahkan oleh Indosat dengan alasan perjanjian kerahasiaan dengan manufaktur satelit.Chief Executive Officer (CEO) Indosat Alexander Rusli ketika ditanya terkait hak penggunaan filling satelit di 150,5 BT mengatakan bahwa saat ini bola berada di Kementerian Komunikasi dan Informatik (Kominfo).&amp;ldquo;Kami sangat koperatif dengan pemerintah, pada dasarnya apa yang diminta pemerintah kami penuhi, baik teknis atau apapun,&amp;rdquo; kata Alexander Rusli saat Okezone bertandang di kantornya di Jakarta, waktu lalu.Menurutnya, filling satelit di orbit 150,5 BT merupakan isu hangat di operator kuning itu. Pak Alex &amp;ndash; sapaan akrabnya &amp;ndash; menjelaskan masa filling satelit sebetulnya baru habis pada 2015, oleh karena itu Indosat berkirim surat ke Kominfo pada akhir 2012. &amp;ldquo;Sebenarnya kan pas tiga tahun,&amp;rdquo; ujarnya. Dia pun tak menampik kemungkinan adanya intensi lain dalam filling satelit 150,5 BT itu. Sejauh ini, Indosat sendiri telah meneken kerjasama PALAPA-E in Orbit Delivery Contract dengan Orbital Sciences pada 27 November 2013. Adapun, kerjasama ini diteken oleh CEO Indosat Alexander Rusli dengan GM Orbital Sciences Michael E Larkin sebagai bentuk tindak lanjut untuk mempersiapkan peluncuran satelit PALAPA-E pada 2016. &amp;ldquo;Kami sudah beli satelit dan sudah bayar down payment (DP). Tapi saat ini masih menunggu pemerintah. Karena nampaknya ada pihak lain yang mengincar filling satelit di 150,5BT meskipun bukan dari operator,&amp;rdquo; urai Alex. Menurut Alex, masalah pendanaan untuk meluncurkan satelit baru bukanlah masalah. Sebab, anggaran untuk satelit jauh lebih kecil daripada jaringan.&amp;nbsp; Sebagai catatan, Indosat mengalokasikan sebesar Rp10 triliun dari total capex hanya untuk jaringan tahun lalu, sementara untuk satelit, menurut dia tak sebesar itu. &amp;ldquo;Rp 3 triliun aja nggak sampe, dan itu untuk tiga tahun,&amp;rdquo; ungkap dia. Sementara itu, apabila Indosat gagal mendapatkan filling satelit di orbit 150,5 BT, secara otomatis pelanggan dana layanan akan terganggu. &amp;ldquo;Pelanggan Indosat akan teriak, dan layanan jasa yang ditopang tidak akan kelanjutan sehingga kemudian kebutuhan internal juga bermasalah,&amp;rdquo; kata Alex. </content:encoded></item></channel></rss>
