<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Galaksi Paling Jauh Ditemukan?</title><description>NASA mengatakan, umur alam semesta mencapai 13,8 miliar tahun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/02/09/56/938228/galaksi-paling-jauh-ditemukan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2014/02/09/56/938228/galaksi-paling-jauh-ditemukan"/><item><title>Galaksi Paling Jauh Ditemukan?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2014/02/09/56/938228/galaksi-paling-jauh-ditemukan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2014/02/09/56/938228/galaksi-paling-jauh-ditemukan</guid><pubDate>Senin 10 Februari 2014 06:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2014/02/09/56/938228/mr2r4oWvCY.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ibtimes)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2014/02/09/56/938228/mr2r4oWvCY.jpg</image><title>(Foto: Ibtimes)</title></images><description>CALIFORNIA - NASA mengklaim menemukan galaksi paling jauh. Menggunakan Teleskop Hubble dan Spitzer, badan antariksa Amerika Serikat ini menemukan kelompok galaksi Abell2744 Y1.Dilansir Ibtimes, Minggu (9/2/2014), dua teleskop luar angkasa NASA, Spitzer dan Hubble menemukan galaksi yang diyakini oleh peneliti merupakan galaksi yang paling jauh. Galaksi Abell2744 Y1 ini menarik bagi ilmuwan.Abell2744 Y1 bisa membantu astronom melihat kembali ketika alam semesta berusia 650 juta tahun lalu. NASA mengatakan, umur alam semesta mencapai 13,8 miliar tahun. Galaksi yang baru ditemukan ini berukuran 30 kali lipat lebih kecil dibandingkan galaksi Bima Sakti. &quot;Hanya beberapa galaksi pada jarak yang besar ini yang dikenal,&quot; tutur Jason Surace dari NASA's Spitzer Science Center di California Institute of Technology, Pasadena.Lebih lanjut ia mengatakan, ada program misi luar angkasa Frontier Fields  yang sedang dikerjakan untuk menemukan lebih banyak galaksi yang letaknya sangat jauh atau galaksi yang redup. &quot;Ini adalah gambaran dari apa yang akan datang,&quot; ungkapnya.Program ini menurut NASA mendorong batas-batas mengenai seberapa jauh astronom dapat melihat galaksi yang terjauh di alam semesta. Peneliti menggunakan teknologi gelombang multi-panjang Great Observatories seperti Chandra X-Ray Observatory dan Compton Gamma Ray Observatory.NASA mengungkapkan, teleskop Spitzer bisa mendeteksi cahaya inframerah dan teleskop Hubble mampu melihat cahaya inframerah. Gambar yang ditangkap Hubble akan digunakan untuk melihat kandidat galaksi jauh. Sementara Spitzer diperlukan untuk menentukan keberadaan galaksi. Data Spitzer juga digunakan untuk membantu menentukan ada berapa banyak bintang di galaksi tersebut.</description><content:encoded>CALIFORNIA - NASA mengklaim menemukan galaksi paling jauh. Menggunakan Teleskop Hubble dan Spitzer, badan antariksa Amerika Serikat ini menemukan kelompok galaksi Abell2744 Y1.Dilansir Ibtimes, Minggu (9/2/2014), dua teleskop luar angkasa NASA, Spitzer dan Hubble menemukan galaksi yang diyakini oleh peneliti merupakan galaksi yang paling jauh. Galaksi Abell2744 Y1 ini menarik bagi ilmuwan.Abell2744 Y1 bisa membantu astronom melihat kembali ketika alam semesta berusia 650 juta tahun lalu. NASA mengatakan, umur alam semesta mencapai 13,8 miliar tahun. Galaksi yang baru ditemukan ini berukuran 30 kali lipat lebih kecil dibandingkan galaksi Bima Sakti. &quot;Hanya beberapa galaksi pada jarak yang besar ini yang dikenal,&quot; tutur Jason Surace dari NASA's Spitzer Science Center di California Institute of Technology, Pasadena.Lebih lanjut ia mengatakan, ada program misi luar angkasa Frontier Fields  yang sedang dikerjakan untuk menemukan lebih banyak galaksi yang letaknya sangat jauh atau galaksi yang redup. &quot;Ini adalah gambaran dari apa yang akan datang,&quot; ungkapnya.Program ini menurut NASA mendorong batas-batas mengenai seberapa jauh astronom dapat melihat galaksi yang terjauh di alam semesta. Peneliti menggunakan teknologi gelombang multi-panjang Great Observatories seperti Chandra X-Ray Observatory dan Compton Gamma Ray Observatory.NASA mengungkapkan, teleskop Spitzer bisa mendeteksi cahaya inframerah dan teleskop Hubble mampu melihat cahaya inframerah. Gambar yang ditangkap Hubble akan digunakan untuk melihat kandidat galaksi jauh. Sementara Spitzer diperlukan untuk menentukan keberadaan galaksi. Data Spitzer juga digunakan untuk membantu menentukan ada berapa banyak bintang di galaksi tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
