<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ini Pemanfaatan Teknologi Nuklir di Bidang Kedokteran</title><description>Buktinya, teknologi nuklir juga bisa digunakan untuk kebutuhan medis, yaitu kedokteran nuklir dan radiologi.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/11/22/56/900945/ini-pemanfaatan-teknologi-nuklir-di-bidang-kedokteran</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/11/22/56/900945/ini-pemanfaatan-teknologi-nuklir-di-bidang-kedokteran"/><item><title>Ini Pemanfaatan Teknologi Nuklir di Bidang Kedokteran</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/11/22/56/900945/ini-pemanfaatan-teknologi-nuklir-di-bidang-kedokteran</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/11/22/56/900945/ini-pemanfaatan-teknologi-nuklir-di-bidang-kedokteran</guid><pubDate>Jum'at 22 November 2013 10:06 WIB</pubDate><dc:creator>Ramadhan Aditya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/11/22/56/900945/MuW54VsLX1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu teknologi nuklir di bidang kedokteran (foto: Batan)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/11/22/56/900945/MuW54VsLX1.jpg</image><title>Salah satu teknologi nuklir di bidang kedokteran (foto: Batan)</title></images><description>YOGYAKARTA - Teknologi nuklir tak selalu berkaitan dengan pembangkit sumber daya, dan tak melulu menyeramkan. Buktinya, teknologi nuklir juga bisa digunakan untuk kebutuhan medis, yaitu kedokteran nuklir dan radiologi.Dokter spesialis kedokteran nuklir dan spesialis radiologi di Rumah Sakit An Nur Yogyakarta, Suyitno, mengatakan teknologi nuklir sekarang sudah digunakan untuk mendeteksi sebuah penyakit ataupun penanganan berupa terapi. Bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), alat bernama Renograf diciptakan untuk mendeteksi berbagai penyakit, khususnya untuk mengetahui fungsi ginjal seseorang.Metode pendeteksi bernama Renogram ini hanya menggunakan sebuah kursi khusus dengan alat yang berada di sandaran kursi. Fungsi alat tersebut untuk memindai dan mengumpulkan berbagai profil informasi mengenai ginjal sesorang untuk kemudian ditransfer ke komputer. Dengan metode ini pemeriksaan fungsi ginjal lebih sederhana, praktis, dan hanya membutuhkan waktu singkat.Dengan adanya metode Renogram ini, bisa menjadi pilihan modalitas lain bagi pasien yang ingin melakukan pemeriksaan. Pasalnya dengan menggunakan Renogram ini, para dokter di Kedokteran Nuklir bisa mendapatkan profil fungsi ginjal secara detil, aman, akurat, dan tidak merusak tubuh. Namun demikian, dokter Suyitno tak menampik akan adanya risiko dari metode tersebut. &quot;Semua tindakan medis pasti ada risikonya. No zero risk. Tapi dilihat dulu, mana yang lebih banyak didapatkan dari tindakan metode Renogram ini, manfaat atau mudharatnya?&quot;, ujar Suyitno.&quot;Ini sangat membantu bagi pasien yang akan melakukan tranplantasi ginjal,&quot; tutup dokter RS An Nur ini.</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Teknologi nuklir tak selalu berkaitan dengan pembangkit sumber daya, dan tak melulu menyeramkan. Buktinya, teknologi nuklir juga bisa digunakan untuk kebutuhan medis, yaitu kedokteran nuklir dan radiologi.Dokter spesialis kedokteran nuklir dan spesialis radiologi di Rumah Sakit An Nur Yogyakarta, Suyitno, mengatakan teknologi nuklir sekarang sudah digunakan untuk mendeteksi sebuah penyakit ataupun penanganan berupa terapi. Bekerja sama dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan), alat bernama Renograf diciptakan untuk mendeteksi berbagai penyakit, khususnya untuk mengetahui fungsi ginjal seseorang.Metode pendeteksi bernama Renogram ini hanya menggunakan sebuah kursi khusus dengan alat yang berada di sandaran kursi. Fungsi alat tersebut untuk memindai dan mengumpulkan berbagai profil informasi mengenai ginjal sesorang untuk kemudian ditransfer ke komputer. Dengan metode ini pemeriksaan fungsi ginjal lebih sederhana, praktis, dan hanya membutuhkan waktu singkat.Dengan adanya metode Renogram ini, bisa menjadi pilihan modalitas lain bagi pasien yang ingin melakukan pemeriksaan. Pasalnya dengan menggunakan Renogram ini, para dokter di Kedokteran Nuklir bisa mendapatkan profil fungsi ginjal secara detil, aman, akurat, dan tidak merusak tubuh. Namun demikian, dokter Suyitno tak menampik akan adanya risiko dari metode tersebut. &quot;Semua tindakan medis pasti ada risikonya. No zero risk. Tapi dilihat dulu, mana yang lebih banyak didapatkan dari tindakan metode Renogram ini, manfaat atau mudharatnya?&quot;, ujar Suyitno.&quot;Ini sangat membantu bagi pasien yang akan melakukan tranplantasi ginjal,&quot; tutup dokter RS An Nur ini.</content:encoded></item></channel></rss>
