<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kaca Tertipis di Dunia Seukuran Dua Atom</title><description>Para ilmuwan  dari Cornell University dan University of Ulm mengumumkan temuan  terbarunya yakni kaca tertipis di dunia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/09/17/56/867399/kaca-tertipis-di-dunia-seukuran-dua-atom</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/09/17/56/867399/kaca-tertipis-di-dunia-seukuran-dua-atom"/><item><title>Kaca Tertipis di Dunia Seukuran Dua Atom</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/09/17/56/867399/kaca-tertipis-di-dunia-seukuran-dua-atom</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/09/17/56/867399/kaca-tertipis-di-dunia-seukuran-dua-atom</guid><pubDate>Selasa 17 September 2013 15:29 WIB</pubDate><dc:creator>Ramadhan Aditya</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/17/56/867399/Lde61NoeOA.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/17/56/867399/Lde61NoeOA.jpg</image><title>Ilustrasi.</title></images><description>CORNELL - Para ilmuwan  dari Cornell University dan University of Ulm mengumumkan temuan  terbarunya yakni kaca tertipis di dunia. Kaca tersebut memecahkan rekor  Guinness World Records edisi 2014 dengan ukuran ketebalan hanya dua biji  atom.Gelas tertipis yang diciptakan  oleh para ilmuwan ini diukur tak lagi menggunakan milimeter, melainkan  atom sebagai partikel terkecil di dunia. Ketebalan kaca ini seukuran dua  atom atau satu buah molekul. Namun menariknya, para ilmuwan menciptakan  gelas atau lapisan kaca tertipis ini secara tak sengaja.Peneliti  awalnya hanya memanaskan material bernama graphene pada foil tembaga  dalam tungku kuarsa, namun para peneliti melihat ada beberapa benda yang  dikiranya kotoran. Setelah diperiksa lebih dekat, benda yang disebut  kotoran tersebut menjadi tampak jelas sebagai senyawa yang terdiri dari  silikon dan oksigen kemudian membentuk elemen kaca.Lapisan kaca  ini sangatlah tipis. Jika kaca seukuran dua atom ini dilihat lewat  mikroskop, maka senyawa silikon dan oksigen akan terlihat dengan jelas. &quot;Ini  adalah temuan yang akan membuat saya sangat bangga di sepanjang hidup  saya. Ini temuan pertama kali bahwa seseorang bisa melihat atom di dalam  lapisan kaca,&quot; kata David A.  Muller, profesor Fisika Terapan dan Rekayasa Cornell University,  seperti dikutip dari Softpedia, Selasa (17/9/2013).Ke depannya,  temuan kaca tertipis di dunia ini bisa digunakan untuk material prosesor  untuk meningkatkan kinerja kinerjanya pada produk komputer atau  smartphone.</description><content:encoded>CORNELL - Para ilmuwan  dari Cornell University dan University of Ulm mengumumkan temuan  terbarunya yakni kaca tertipis di dunia. Kaca tersebut memecahkan rekor  Guinness World Records edisi 2014 dengan ukuran ketebalan hanya dua biji  atom.Gelas tertipis yang diciptakan  oleh para ilmuwan ini diukur tak lagi menggunakan milimeter, melainkan  atom sebagai partikel terkecil di dunia. Ketebalan kaca ini seukuran dua  atom atau satu buah molekul. Namun menariknya, para ilmuwan menciptakan  gelas atau lapisan kaca tertipis ini secara tak sengaja.Peneliti  awalnya hanya memanaskan material bernama graphene pada foil tembaga  dalam tungku kuarsa, namun para peneliti melihat ada beberapa benda yang  dikiranya kotoran. Setelah diperiksa lebih dekat, benda yang disebut  kotoran tersebut menjadi tampak jelas sebagai senyawa yang terdiri dari  silikon dan oksigen kemudian membentuk elemen kaca.Lapisan kaca  ini sangatlah tipis. Jika kaca seukuran dua atom ini dilihat lewat  mikroskop, maka senyawa silikon dan oksigen akan terlihat dengan jelas. &quot;Ini  adalah temuan yang akan membuat saya sangat bangga di sepanjang hidup  saya. Ini temuan pertama kali bahwa seseorang bisa melihat atom di dalam  lapisan kaca,&quot; kata David A.  Muller, profesor Fisika Terapan dan Rekayasa Cornell University,  seperti dikutip dari Softpedia, Selasa (17/9/2013).Ke depannya,  temuan kaca tertipis di dunia ini bisa digunakan untuk material prosesor  untuk meningkatkan kinerja kinerjanya pada produk komputer atau  smartphone.</content:encoded></item></channel></rss>
