<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Apa Tujuan Microsoft Beli Bisnis Ponsel Nokia?</title><description>Rakasa software itu menjelaskan mengapa akuisisi terbaru ini sangat masuk akal bagi perusahaan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/09/03/57/860101/apa-tujuan-microsoft-beli-bisnis-ponsel-nokia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/09/03/57/860101/apa-tujuan-microsoft-beli-bisnis-ponsel-nokia"/><item><title>Apa Tujuan Microsoft Beli Bisnis Ponsel Nokia?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/09/03/57/860101/apa-tujuan-microsoft-beli-bisnis-ponsel-nokia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/09/03/57/860101/apa-tujuan-microsoft-beli-bisnis-ponsel-nokia</guid><pubDate>Selasa 03 September 2013 16:58 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Librianty</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/09/03/57/860101/YY6H5wKwzz.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Capture</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/09/03/57/860101/YY6H5wKwzz.jpg</image><title>Capture</title></images><description>HELSINKI - Microsoft memiliki alasan-alasan logis mengakuisisi bisnis ponsel Nokia. Rakasa software itu menjelaskan mengapa akuisisi terbaru ini sangat masuk akal bagi perusahaan.
&amp;nbsp;
Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Steve Ballmer memaparkan tiga alasan yang akan mengubah berbagai hal, jika memiliki bisnis ponsel Nokia. Ia yakin bisnis ponsel Microsoft akan semakin kuat.
&amp;nbsp;
Pertama, Ballmer mengatakan meski selama ini kedua perusahaan berhubungan dekat tapi ada hambatan legal dan logistik untuk bekerjasama secara keseluruhan.
&amp;nbsp;
&quot;Selama ini kami berada dalam sebuah model dengan dua perusahaan berbeda. Selalu ada semacam batas yang sulit untuk berinovasi dari sebuah perspektif hardware/software,&quot; jelas Ballmer, seperti dikutip dari AllThingsD, Selasa (2/9/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini bukan berarti kami tidak melakukannya, tapi kami tahu dan mampu meningkatkan kelincahan perusahaan,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;
Kedua, Ballmer mencatat bahwa semua perusahaan secara terpisah mencoba membangun brand mereka sendiri, sebuah usaha duplikasi yang bisa membuang-buang uang.
&amp;nbsp;
&quot;Pikirkan Lumia Windows Phone 1020 Nokia dan Anda akan tahu bahwa kami bisa menyederhanakan pesan dengan lebih jelas untuk pasar,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Ballmer mengatakan, Nokia menguasai 80 persen dari semua pasar Windows Phone. Namun ia berharap, Microsoft akan terus bekerjasama dengan mitra Windows Phone lain, meskipun telah mengambilalih bisnis ponsel Nokia.
&amp;nbsp;
Alasan ketiga, kata Ballmer, jika menjadi dua perusahaan berbeda, maka Nokia dan Microsoft harus membuat pilihan berbeda tentang tempat dan jumlah investasi.
&amp;nbsp;
&quot;Kita tahu, seiring pertumbuhan, kita perlu berinvestasi di balik bisnis ini. Ini (akuisisi) menyederhanakan pengambilan keputusan bisnis dan membuat ekonomi menjadi lebih bersatu,&quot; jelas Ballmer.
&amp;nbsp;
Secara keseluruhan, membeli bisnis ponsel Nokia akan memberikan Microsoft peluang bisnis yang lebih besar jika bisa sukses di pasar. &quot;Kami pemain smartphone No.3. Kami memiliki jalan panjang untuk pergi dan kami memiliki banyak hal yang ingin dilakukan,&quot; pungkas pria yang akan akan pensiun sebagai CEO Microsoft dalam 12 bulan tersebut.</description><content:encoded>HELSINKI - Microsoft memiliki alasan-alasan logis mengakuisisi bisnis ponsel Nokia. Rakasa software itu menjelaskan mengapa akuisisi terbaru ini sangat masuk akal bagi perusahaan.
&amp;nbsp;
Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Steve Ballmer memaparkan tiga alasan yang akan mengubah berbagai hal, jika memiliki bisnis ponsel Nokia. Ia yakin bisnis ponsel Microsoft akan semakin kuat.
&amp;nbsp;
Pertama, Ballmer mengatakan meski selama ini kedua perusahaan berhubungan dekat tapi ada hambatan legal dan logistik untuk bekerjasama secara keseluruhan.
&amp;nbsp;
&quot;Selama ini kami berada dalam sebuah model dengan dua perusahaan berbeda. Selalu ada semacam batas yang sulit untuk berinovasi dari sebuah perspektif hardware/software,&quot; jelas Ballmer, seperti dikutip dari AllThingsD, Selasa (2/9/2013).
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Ini bukan berarti kami tidak melakukannya, tapi kami tahu dan mampu meningkatkan kelincahan perusahaan,&amp;rdquo; sambungnya.
&amp;nbsp;
Kedua, Ballmer mencatat bahwa semua perusahaan secara terpisah mencoba membangun brand mereka sendiri, sebuah usaha duplikasi yang bisa membuang-buang uang.
&amp;nbsp;
&quot;Pikirkan Lumia Windows Phone 1020 Nokia dan Anda akan tahu bahwa kami bisa menyederhanakan pesan dengan lebih jelas untuk pasar,&quot; sambungnya.
&amp;nbsp;
Ballmer mengatakan, Nokia menguasai 80 persen dari semua pasar Windows Phone. Namun ia berharap, Microsoft akan terus bekerjasama dengan mitra Windows Phone lain, meskipun telah mengambilalih bisnis ponsel Nokia.
&amp;nbsp;
Alasan ketiga, kata Ballmer, jika menjadi dua perusahaan berbeda, maka Nokia dan Microsoft harus membuat pilihan berbeda tentang tempat dan jumlah investasi.
&amp;nbsp;
&quot;Kita tahu, seiring pertumbuhan, kita perlu berinvestasi di balik bisnis ini. Ini (akuisisi) menyederhanakan pengambilan keputusan bisnis dan membuat ekonomi menjadi lebih bersatu,&quot; jelas Ballmer.
&amp;nbsp;
Secara keseluruhan, membeli bisnis ponsel Nokia akan memberikan Microsoft peluang bisnis yang lebih besar jika bisa sukses di pasar. &quot;Kami pemain smartphone No.3. Kami memiliki jalan panjang untuk pergi dan kami memiliki banyak hal yang ingin dilakukan,&quot; pungkas pria yang akan akan pensiun sebagai CEO Microsoft dalam 12 bulan tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
