<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BlackBerry Rumahkan 250 Karyawan, Ada Apa?</title><description>Produsen ponsel yang berbasis di Kanada ini kabarnya akan memangkas  sejumlah pegawainya yang kinerjanya mengecewakan selama enam bulan di  2013 ini.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/07/26/57/842797/blackberry-rumahkan-250-karyawan-ada-apa</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/07/26/57/842797/blackberry-rumahkan-250-karyawan-ada-apa"/><item><title>BlackBerry Rumahkan 250 Karyawan, Ada Apa?</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/07/26/57/842797/blackberry-rumahkan-250-karyawan-ada-apa</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/07/26/57/842797/blackberry-rumahkan-250-karyawan-ada-apa</guid><pubDate>Jum'at 26 Juli 2013 10:44 WIB</pubDate><dc:creator>Ayunda W Savitri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/07/26/57/842797/veplyRaj8N.jpg" expression="full" type="image/jpeg">BlackBerry Z10 (Foto: CNet)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/07/26/57/842797/veplyRaj8N.jpg</image><title>BlackBerry Z10 (Foto: CNet)</title></images><description>OTTAWA &amp;ndash; BlackBerry sedang dirundung awan pekat. Produsen ponsel yang berbasis di Kanada ini kabarnya akan memangkas sejumlah pegawainya yang kinerjanya mengecewakan selama enam bulan di 2013 ini.Dilansir CNet, Jumat (26/7/2013), BlackBerry &amp;ndash; dulu dikenal sebagai Research In Motion (RIM) &amp;ndash; telah merumahkan 250 pekerjanya di Wareloo, Ontario, Kanada saat melakukan uji fasilitas produk, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg pada Kamis 25 Juli.Sontak, hal ini kian menambah rangkaian cerita buruk perusahaan setelah menuai kegagalan dalam memantapkan kembali langkahnya di pasar ponsel dunia. Sebagaimana diketahui, perusahaan sengaja mengeluarkan BlackBerry 10 (BB 10) terutama Z10 untuk menyaingi perangkat iOS dan Android yang kian menguat.Akan tetapi, pupus sudah harapan perusahaan. Sebab, ponsel berlayar sentuh keluarannya tersebut justru menuai kegagalan dalam menarik konsumen.Ditambah lagi, banyak pemegang saham BlackBerry secara berbondong-bondong pergi meninggalkannya. Hal ini berimbas pada penurunan saham perusahaan sebesar 24 persen menjadi USD9,04 sejak awal 2013 lalu.Saat ini BlackBerry masih diperkuat dengan 13 ribu karyawan. Namun apakah ponsel asal Kanada itu dapat kembali meraih masa keemasannya. Lihat saja nanti.</description><content:encoded>OTTAWA &amp;ndash; BlackBerry sedang dirundung awan pekat. Produsen ponsel yang berbasis di Kanada ini kabarnya akan memangkas sejumlah pegawainya yang kinerjanya mengecewakan selama enam bulan di 2013 ini.Dilansir CNet, Jumat (26/7/2013), BlackBerry &amp;ndash; dulu dikenal sebagai Research In Motion (RIM) &amp;ndash; telah merumahkan 250 pekerjanya di Wareloo, Ontario, Kanada saat melakukan uji fasilitas produk, seperti yang dilaporkan oleh Bloomberg pada Kamis 25 Juli.Sontak, hal ini kian menambah rangkaian cerita buruk perusahaan setelah menuai kegagalan dalam memantapkan kembali langkahnya di pasar ponsel dunia. Sebagaimana diketahui, perusahaan sengaja mengeluarkan BlackBerry 10 (BB 10) terutama Z10 untuk menyaingi perangkat iOS dan Android yang kian menguat.Akan tetapi, pupus sudah harapan perusahaan. Sebab, ponsel berlayar sentuh keluarannya tersebut justru menuai kegagalan dalam menarik konsumen.Ditambah lagi, banyak pemegang saham BlackBerry secara berbondong-bondong pergi meninggalkannya. Hal ini berimbas pada penurunan saham perusahaan sebesar 24 persen menjadi USD9,04 sejak awal 2013 lalu.Saat ini BlackBerry masih diperkuat dengan 13 ribu karyawan. Namun apakah ponsel asal Kanada itu dapat kembali meraih masa keemasannya. Lihat saja nanti.</content:encoded></item></channel></rss>
