<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bakteri Ini Mampu Hidup di Lingkungan Bersuhu Ekstrem</title><description>Suhu khatulistiwa di Mars bisa mencapai 80 derajat sedangkan di kutub Mars suhunya bisa mencapai minus 199 derajat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/05/26/56/812899/bakteri-ini-mampu-hidup-di-lingkungan-bersuhu-ekstrem</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/05/26/56/812899/bakteri-ini-mampu-hidup-di-lingkungan-bersuhu-ekstrem"/><item><title>Bakteri Ini Mampu Hidup di Lingkungan Bersuhu Ekstrem</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/05/26/56/812899/bakteri-ini-mampu-hidup-di-lingkungan-bersuhu-ekstrem</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/05/26/56/812899/bakteri-ini-mampu-hidup-di-lingkungan-bersuhu-ekstrem</guid><pubDate>Senin 27 Mei 2013 08:31 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/05/26/56/812899/S1IKOd3Cu3.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Peneliti mempelajari bakteri di kutub utara (Foto: Astrobio)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/05/26/56/812899/S1IKOd3Cu3.jpg</image><title>Peneliti mempelajari bakteri di kutub utara (Foto: Astrobio)</title></images><description>OTTAWA - Peneliti menduga bahwa di Mars pernah ada kehidupan mikroorganisme. Hal ini diketahui melalui temuan bahwa Mars dahulu pernah memiliki kandungan air. Ilmuwan berupaya mencari tahu benarkah mikroorganisme tersebut bisa hidup di Mars, yang juga memiliki suhu yang ekstrem. Menurut penelitian, di garis khatulistiwa Mars, suhu planet ini bisa mencapai 80 derajat sedangkan di kutub suhunya bisa mencapai minus 199 derajat.Untuk membuktikan apakah mikroorganisme bisa hidup di lingkungan bersuhu ekstrem, peneliti telah mempelajari bakteri di Bumi. Terkini, ditemukan bakteri bernama Planococcus halocryophilus OR1 yang mampu hidup di suhu minus 15 derajat celcius di kutub utara (arktik ).Tim peneliti yang dipimpin Lyle Whyte dan Nadia Mykytczuk dari Dept of Natural Resource Sciences di McGill University menemukan bakteri ini setelah memeriksa sekitar 200 mikroba arktik yang terpisah. Mereka mencari bakteri yang mampu hidup di kondisi paling ekstrem dari lapisan es kutub utara.&quot;Kami percaya bahwa bakteri ini hidup dalam pembuluh yang sangat tipis dari air yang sangat asin. Bakter ini ditemukan dalam permafrost (lapisan es abadi) beku di Pulau Ellesmere,&quot; kata Whyte, seperti dikutip Astrobio, Minggu (26/5/2013).Menurutnya, garam dalam air membuat temperatur permafrost stabil di bawah titik beku. Temuan bakteri &quot;perkasa&quot; ini menunjukkan bahwa lokasi Ini bisa menciptakan lingkungan layak huni, namun dengan kondisi yang sangat keras.&quot;Ini bukan tempat yang mudah untuk bertahan hidup. Namun, organisme ini mampu tetap aktif (misalnya bernafas) setidaknya dalam suhu minus 25 derajat celcius di permafrost,&quot; terangnya.Bakteri Planococcus halocryophilus OR1 bisa memberi wawasan baru mengenai kemungkinan bakteri juga mampu hidup di Mars, meskipun dalam kondisi lingkungan bersuhu ekstrem.</description><content:encoded>OTTAWA - Peneliti menduga bahwa di Mars pernah ada kehidupan mikroorganisme. Hal ini diketahui melalui temuan bahwa Mars dahulu pernah memiliki kandungan air. Ilmuwan berupaya mencari tahu benarkah mikroorganisme tersebut bisa hidup di Mars, yang juga memiliki suhu yang ekstrem. Menurut penelitian, di garis khatulistiwa Mars, suhu planet ini bisa mencapai 80 derajat sedangkan di kutub suhunya bisa mencapai minus 199 derajat.Untuk membuktikan apakah mikroorganisme bisa hidup di lingkungan bersuhu ekstrem, peneliti telah mempelajari bakteri di Bumi. Terkini, ditemukan bakteri bernama Planococcus halocryophilus OR1 yang mampu hidup di suhu minus 15 derajat celcius di kutub utara (arktik ).Tim peneliti yang dipimpin Lyle Whyte dan Nadia Mykytczuk dari Dept of Natural Resource Sciences di McGill University menemukan bakteri ini setelah memeriksa sekitar 200 mikroba arktik yang terpisah. Mereka mencari bakteri yang mampu hidup di kondisi paling ekstrem dari lapisan es kutub utara.&quot;Kami percaya bahwa bakteri ini hidup dalam pembuluh yang sangat tipis dari air yang sangat asin. Bakter ini ditemukan dalam permafrost (lapisan es abadi) beku di Pulau Ellesmere,&quot; kata Whyte, seperti dikutip Astrobio, Minggu (26/5/2013).Menurutnya, garam dalam air membuat temperatur permafrost stabil di bawah titik beku. Temuan bakteri &quot;perkasa&quot; ini menunjukkan bahwa lokasi Ini bisa menciptakan lingkungan layak huni, namun dengan kondisi yang sangat keras.&quot;Ini bukan tempat yang mudah untuk bertahan hidup. Namun, organisme ini mampu tetap aktif (misalnya bernafas) setidaknya dalam suhu minus 25 derajat celcius di permafrost,&quot; terangnya.Bakteri Planococcus halocryophilus OR1 bisa memberi wawasan baru mengenai kemungkinan bakteri juga mampu hidup di Mars, meskipun dalam kondisi lingkungan bersuhu ekstrem.</content:encoded></item></channel></rss>
