<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Galaksi Ini Hasilkan 3 Ribu Bintang dalam Setahun</title><description>Galaksi ini mampu memproduksi hingga 3 ribu bintang yang menyerupai Matahari dalam satu tahun.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/04/18/56/793437/galaksi-ini-hasilkan-3-ribu-bintang-dalam-setahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/04/18/56/793437/galaksi-ini-hasilkan-3-ribu-bintang-dalam-setahun"/><item><title>Galaksi Ini Hasilkan 3 Ribu Bintang dalam Setahun</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/04/18/56/793437/galaksi-ini-hasilkan-3-ribu-bintang-dalam-setahun</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/04/18/56/793437/galaksi-ini-hasilkan-3-ribu-bintang-dalam-setahun</guid><pubDate>Kamis 18 April 2013 09:20 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/18/56/793437/9KgqHEBA0z.jpg" expression="full" type="image/jpeg">HFLS3 (Foto: ABC)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/18/56/793437/9KgqHEBA0z.jpg</image><title>HFLS3 (Foto: ABC)</title></images><description>CALIFORNIA - Astronom mengklaim telah menemukan galaksi starburst paling tua di alam semesta (universe). Galaksi ini mampu memproduksi hingga 3 ribu bintang yang menyerupai Matahari dalam satu tahun.Dilansir ABC, Kamis (18/4/2013), galaksi ini memiliki semua bahan yang digunakannya untuk menghasilkan jumlah bintang yang luar biasa. Galaksi ini mulai menghasilkan bintang baru sejak 880 juta tahun lalu setelah peristiwa ledakan Big Bang.Galaksi ini diberi kode nama HFLS3, yang berjarak 12,8 miliar tahun cahaya. Dengan jarak tersebut, membuatnya menjadi galaksi starburst paling awal yang pernah diamati.Menurut Dominik Riechers dari California Institute of Technology, HFLS3 bisa memproduksi bintang rata-rata lebih dari 2.000 kali lipat ketimbang galaksi Bima Sakti. Riechers dan timnya mencari galaksi starburst dengan memeriksa data survei yang dikumpulkan oleh teleskop luar angkasa, Herschel Space Observatory.&quot;Kami menggunakan bantuan teknologi inframerah, di mana galaksi starburst itu berada dalam posisi terang,&quot; ungkap Riechers. Menurutnya, galaksi ini menghasilkan banyak cahaya ultraviolet, namun lingkungan sekitarnya penuh dengan debu serta gas. Debu, gas serta cahaya ultraviolet inilah yang pada akhirnya mampu membentuk bintang. Radiasi ultraviolet diserap oleh molekul gas dan debu serta dipancarkan kembali sebagai inframerah yang ditangkap oleh Herschel.</description><content:encoded>CALIFORNIA - Astronom mengklaim telah menemukan galaksi starburst paling tua di alam semesta (universe). Galaksi ini mampu memproduksi hingga 3 ribu bintang yang menyerupai Matahari dalam satu tahun.Dilansir ABC, Kamis (18/4/2013), galaksi ini memiliki semua bahan yang digunakannya untuk menghasilkan jumlah bintang yang luar biasa. Galaksi ini mulai menghasilkan bintang baru sejak 880 juta tahun lalu setelah peristiwa ledakan Big Bang.Galaksi ini diberi kode nama HFLS3, yang berjarak 12,8 miliar tahun cahaya. Dengan jarak tersebut, membuatnya menjadi galaksi starburst paling awal yang pernah diamati.Menurut Dominik Riechers dari California Institute of Technology, HFLS3 bisa memproduksi bintang rata-rata lebih dari 2.000 kali lipat ketimbang galaksi Bima Sakti. Riechers dan timnya mencari galaksi starburst dengan memeriksa data survei yang dikumpulkan oleh teleskop luar angkasa, Herschel Space Observatory.&quot;Kami menggunakan bantuan teknologi inframerah, di mana galaksi starburst itu berada dalam posisi terang,&quot; ungkap Riechers. Menurutnya, galaksi ini menghasilkan banyak cahaya ultraviolet, namun lingkungan sekitarnya penuh dengan debu serta gas. Debu, gas serta cahaya ultraviolet inilah yang pada akhirnya mampu membentuk bintang. Radiasi ultraviolet diserap oleh molekul gas dan debu serta dipancarkan kembali sebagai inframerah yang ditangkap oleh Herschel.</content:encoded></item></channel></rss>
