<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tikus, Mamalia yang Tak Kenal Nyasar</title><description>Tikus ahli dalam menelusuri sebuah labirin serta memiliki apa yang disebut sebagai 'sense of place'.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/04/05/56/786896/tikus-mamalia-yang-tak-kenal-nyasar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/04/05/56/786896/tikus-mamalia-yang-tak-kenal-nyasar"/><item><title>Tikus, Mamalia yang Tak Kenal Nyasar</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/04/05/56/786896/tikus-mamalia-yang-tak-kenal-nyasar</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/04/05/56/786896/tikus-mamalia-yang-tak-kenal-nyasar</guid><pubDate>Jum'at 05 April 2013 16:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/04/05/56/786896/8a4S9NHc2i.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Nbcnews)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/04/05/56/786896/8a4S9NHc2i.jpg</image><title>(Foto: Nbcnews)</title></images><description>CALIFORNIA - Ilmuwan asal Amerika Serikat melakukan penelitian pada tikus dan menemukan bahwa tikus memiliki kemampuan mengenal tempat pernah dilaluinya. Dengan demikian, tikus ahli dalam menelusuri sebuah labirin serta memiliki apa yang disebut sebagai 'sense of place'.Dilansir Nbcnews, Jumat (5/4/2013), ilmuwan telah melihat jaringan spesifik pada sel otak tikus untuk menciptakan pemetaan mental terkait lokasi mereka. Studi baru ini mengungkapkan, sel otak tikus bisa menunjukkan tanda-tanda aktif atau non-aktif pada lokasi tertentu.Ilmuwan telah mengetahui bahwa hippocampus (komponen otak) terlibat dalam menciptakan peta mental pada makhluk hidup vertebrata (bertulang belakang). Namun, ilmuwan belum yakin bagaimana mental membentuk peta atau mengapa manusia bisa tersesat.Studi terdahulu menunjukkan bahwa sel-sel tempat tertentu di hippocampus diaktifkan ketika hewan menjelajah sebuah tempat baru. Namun, mengetahui sel otak mana yang mengirimkan informasi ke sel tempat tersebut terbukti rumit.&quot;Otak tikus adalah seukuran buah anggur. Di dalamnya terdapat sekira 50 juta neuron yang terhubung bersama-sama,&quot; jelas Edvard Moser, Direktur Institut Kavli.Untuk menyaksikan seluruh proses mempelajari tempat baru ini, Moser dan timnya menciptakan sebuah virus yang bisa memasukkan cahaya biologis kecil ke dalam neuron tikus. Kemudian, ilmuwan memasukkan serat optik ke dalam otak tikus guna menyambungkannya ke sel otak.Setelah proses tersebut, ilmuwan memasukkan elektroda yang dapat merekam sinyal-sinyal listrik yang aktif di antara sel-sel otak yang berbeda. Ilmuwan dapat mengidentifikasi neuron tikus serta mengukur sinyal listrik yang aktif pada sel-sel otak tersebut.</description><content:encoded>CALIFORNIA - Ilmuwan asal Amerika Serikat melakukan penelitian pada tikus dan menemukan bahwa tikus memiliki kemampuan mengenal tempat pernah dilaluinya. Dengan demikian, tikus ahli dalam menelusuri sebuah labirin serta memiliki apa yang disebut sebagai 'sense of place'.Dilansir Nbcnews, Jumat (5/4/2013), ilmuwan telah melihat jaringan spesifik pada sel otak tikus untuk menciptakan pemetaan mental terkait lokasi mereka. Studi baru ini mengungkapkan, sel otak tikus bisa menunjukkan tanda-tanda aktif atau non-aktif pada lokasi tertentu.Ilmuwan telah mengetahui bahwa hippocampus (komponen otak) terlibat dalam menciptakan peta mental pada makhluk hidup vertebrata (bertulang belakang). Namun, ilmuwan belum yakin bagaimana mental membentuk peta atau mengapa manusia bisa tersesat.Studi terdahulu menunjukkan bahwa sel-sel tempat tertentu di hippocampus diaktifkan ketika hewan menjelajah sebuah tempat baru. Namun, mengetahui sel otak mana yang mengirimkan informasi ke sel tempat tersebut terbukti rumit.&quot;Otak tikus adalah seukuran buah anggur. Di dalamnya terdapat sekira 50 juta neuron yang terhubung bersama-sama,&quot; jelas Edvard Moser, Direktur Institut Kavli.Untuk menyaksikan seluruh proses mempelajari tempat baru ini, Moser dan timnya menciptakan sebuah virus yang bisa memasukkan cahaya biologis kecil ke dalam neuron tikus. Kemudian, ilmuwan memasukkan serat optik ke dalam otak tikus guna menyambungkannya ke sel otak.Setelah proses tersebut, ilmuwan memasukkan elektroda yang dapat merekam sinyal-sinyal listrik yang aktif di antara sel-sel otak yang berbeda. Ilmuwan dapat mengidentifikasi neuron tikus serta mengukur sinyal listrik yang aktif pada sel-sel otak tersebut.</content:encoded></item></channel></rss>
