<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pemanasan Global Pengaruhi Kehidupan Tumbuhan</title><description>Perubahan waktu terkait mekarnya bunga memiliki implikasi luas pada hewan dan serangga, yang bergantung hidup pada tanaman.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/01/17/56/747873/pemanasan-global-pengaruhi-kehidupan-tumbuhan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/01/17/56/747873/pemanasan-global-pengaruhi-kehidupan-tumbuhan"/><item><title>Pemanasan Global Pengaruhi Kehidupan Tumbuhan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/01/17/56/747873/pemanasan-global-pengaruhi-kehidupan-tumbuhan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/01/17/56/747873/pemanasan-global-pengaruhi-kehidupan-tumbuhan</guid><pubDate>Kamis 17 Januari 2013 18:16 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/17/56/747873/bCIVAQgq9D.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bunga Nodding trillium (Foto: Tgdaily)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/17/56/747873/bCIVAQgq9D.jpg</image><title>Bunga Nodding trillium (Foto: Tgdaily)</title></images><description>WASHINGTON - Beberapa puluh tahun lalu, ilmuwan mengungkap efek global warming (pemanasan global) pada kehidupan tanaman di Amerika Serikat (AS). Menggunakan catatan penelitian yang dilakukan Thoreau dan Aldo Leopold, ilmuwan saat ini dapat menunjukkan bahwa tumbuhan asli di AS bagian timur dapat berbunga dengan jumlah banyak, selama satu bulan lebih awal ketimbang yang ditemukan pada penelitian sebelumnya.Dilansir Tgdaily, Kamis (17/1/2013), tumbuhan asli seperti serviceberry dan nodding trillium dapat berbunga 11 hari lebih awal. Tumbuhan tersebut hidup di kawasan Concord, Massachussetts.Di Wisconsin, di mana Leopold beberapa puluh tahun lalu mencatat perkembangan tanaman mekar, perubahan itu tampak semakin mencolok. Pada 2012, musim semi terpanas pada catatan Wisconsin, tanaman mekar rata-rata hampir satu bulan lebih awal ketimbang yang mereka lakukan di 67 tahun lalu.&quot;Rekaman sejarah ini menyediakan gambaran terkait waktu. Kami dapat membandingkan catatan penelitian baru-baruini dari periode di mana perubahan iklim berlangsung dengan cepat,&quot; kata Stan Temple, profesor emeritus dari Wildlife Ecology UW-Madison.Studi ini meneliti catatan mengenai 32 spesies tanaman asli Concord, Massachussetts. Penelitian juga melibatkan catatan Thoreau, yang dilakukannya pada 1852 dan 1858.Studi ini menunjukkan bahwa penelitian pada tanaman berbunga bisa dilanjutkan secara lebih mendalam. Perubahan waktu terkait mekarnya bunga memiliki implikasi luas pada hewan dan serangga, yang bergantung hidup pada tanaman.</description><content:encoded>WASHINGTON - Beberapa puluh tahun lalu, ilmuwan mengungkap efek global warming (pemanasan global) pada kehidupan tanaman di Amerika Serikat (AS). Menggunakan catatan penelitian yang dilakukan Thoreau dan Aldo Leopold, ilmuwan saat ini dapat menunjukkan bahwa tumbuhan asli di AS bagian timur dapat berbunga dengan jumlah banyak, selama satu bulan lebih awal ketimbang yang ditemukan pada penelitian sebelumnya.Dilansir Tgdaily, Kamis (17/1/2013), tumbuhan asli seperti serviceberry dan nodding trillium dapat berbunga 11 hari lebih awal. Tumbuhan tersebut hidup di kawasan Concord, Massachussetts.Di Wisconsin, di mana Leopold beberapa puluh tahun lalu mencatat perkembangan tanaman mekar, perubahan itu tampak semakin mencolok. Pada 2012, musim semi terpanas pada catatan Wisconsin, tanaman mekar rata-rata hampir satu bulan lebih awal ketimbang yang mereka lakukan di 67 tahun lalu.&quot;Rekaman sejarah ini menyediakan gambaran terkait waktu. Kami dapat membandingkan catatan penelitian baru-baruini dari periode di mana perubahan iklim berlangsung dengan cepat,&quot; kata Stan Temple, profesor emeritus dari Wildlife Ecology UW-Madison.Studi ini meneliti catatan mengenai 32 spesies tanaman asli Concord, Massachussetts. Penelitian juga melibatkan catatan Thoreau, yang dilakukannya pada 1852 dan 1858.Studi ini menunjukkan bahwa penelitian pada tanaman berbunga bisa dilanjutkan secara lebih mendalam. Perubahan waktu terkait mekarnya bunga memiliki implikasi luas pada hewan dan serangga, yang bergantung hidup pada tanaman.</content:encoded></item></channel></rss>
