<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Robot NASA Mulai Ngebor Batuan di Mars</title><description>Ini merupakan pertama kalinya robot dengan misi senilai USD2,6 miliar itu melakukan pengeboran di batuan dasar planet merah.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/01/16/56/746900/robot-nasa-mulai-ngebor-batuan-di-mars</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2013/01/16/56/746900/robot-nasa-mulai-ngebor-batuan-di-mars"/><item><title>Robot NASA Mulai Ngebor Batuan di Mars</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2013/01/16/56/746900/robot-nasa-mulai-ngebor-batuan-di-mars</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2013/01/16/56/746900/robot-nasa-mulai-ngebor-batuan-di-mars</guid><pubDate>Rabu 16 Januari 2013 08:57 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2013/01/16/56/746900/Pg3GSQMYmH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Space)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2013/01/16/56/746900/Pg3GSQMYmH.jpg</image><title>(Foto: Space)</title></images><description>CALIFORNIA - NASA telah memilih situs pertama untuk rover Curiosity melakukan pengeboran. Ini merupakan pertama kalinya robot dengan misi senilai USD2,6 miliar itu melakukan pengeboran di batuan dasar planet merah.&quot;Mengebor ke dalam sebuah batu untuk mengoleksi sampel akan menjadi misi dengan aktivitas yang sangat menantang,&quot; ungkap Richard Cook, Project Manager Mars Science Laboratory Project NASA, seperti dikutip Theregister, Rabu (16/1/2013). Ia mengatakan, aktivitas Curiosity mengebor batu di Mars belum pernah dilakukan.Lebih lanjut ia menjelaskan, interaksi hardware untuk melakukan pengeboran dengan material Mars tidak dikendalikan oleh ilmuwan NASA. &quot;Kami tidak akan terkejut bila beberapa langkah dalam proses tidak berjalan persis seperti yang telah direncanakan,&quot; imbuhnya.Seperti diketahui, situs pengeboran merupaka daerah datar yang dipenuhi dengan &quot;urat&quot; batu. Area tersebut dinamakan John Klein, sebagai penghormatan kepada manajer Mars Science Laboratory yang meninggal di 2011.Ilmuwan sangat tertarik dalam meneliti &quot;urat&quot; batu di planet merah tersebut. Sebab, bagian tersebut diyakini mampu memberikan wawasan mengenai sejarah awal Mars. &quot;Urat ini kemungkinan besar terdiri dari kalsium sulfat terhidrasi, seperti bassinite atau gipsum,&quot; kata anggota tim ChemCam, Nicolas Mangold.</description><content:encoded>CALIFORNIA - NASA telah memilih situs pertama untuk rover Curiosity melakukan pengeboran. Ini merupakan pertama kalinya robot dengan misi senilai USD2,6 miliar itu melakukan pengeboran di batuan dasar planet merah.&quot;Mengebor ke dalam sebuah batu untuk mengoleksi sampel akan menjadi misi dengan aktivitas yang sangat menantang,&quot; ungkap Richard Cook, Project Manager Mars Science Laboratory Project NASA, seperti dikutip Theregister, Rabu (16/1/2013). Ia mengatakan, aktivitas Curiosity mengebor batu di Mars belum pernah dilakukan.Lebih lanjut ia menjelaskan, interaksi hardware untuk melakukan pengeboran dengan material Mars tidak dikendalikan oleh ilmuwan NASA. &quot;Kami tidak akan terkejut bila beberapa langkah dalam proses tidak berjalan persis seperti yang telah direncanakan,&quot; imbuhnya.Seperti diketahui, situs pengeboran merupaka daerah datar yang dipenuhi dengan &quot;urat&quot; batu. Area tersebut dinamakan John Klein, sebagai penghormatan kepada manajer Mars Science Laboratory yang meninggal di 2011.Ilmuwan sangat tertarik dalam meneliti &quot;urat&quot; batu di planet merah tersebut. Sebab, bagian tersebut diyakini mampu memberikan wawasan mengenai sejarah awal Mars. &quot;Urat ini kemungkinan besar terdiri dari kalsium sulfat terhidrasi, seperti bassinite atau gipsum,&quot; kata anggota tim ChemCam, Nicolas Mangold.</content:encoded></item></channel></rss>
