<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Spesies Laba-Laba Baru Diberi Nama Obama</title><description>Para peneliti menemukan spesies laba-laba baru yang tinggal dan bersarang di dalam tanah dan menamainya dengan nama presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/12/27/56/737929/spesies-laba-laba-baru-diberi-nama-obama</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/12/27/56/737929/spesies-laba-laba-baru-diberi-nama-obama"/><item><title>Spesies Laba-Laba Baru Diberi Nama Obama</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/12/27/56/737929/spesies-laba-laba-baru-diberi-nama-obama</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/12/27/56/737929/spesies-laba-laba-baru-diberi-nama-obama</guid><pubDate>Kamis 27 Desember 2012 17:10 WIB</pubDate><dc:creator>Yoga Hastyadi Widiartanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/12/27/56/737929/ul0hoXUaHI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aptostichus barackobamai (foto: Live Science)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/12/27/56/737929/ul0hoXUaHI.jpg</image><title>Aptostichus barackobamai (foto: Live Science)</title></images><description>WASHINGTON - Para peneliti menemukan spesies laba-laba baru yang tinggal dan bersarang di dalam tanah. Hewan itu disebut dengan nama presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama.Dilansir dari Live Science, Kamis (27/12/2012), hewan itu diberi nama latin Aptostichus barackobamai dan merupakan salah satu dari 33 spesies yang baru teridentifikasi. Totalnya, genus Aptostichus terdapat sekira 40 ekor.Laba-laba dari genus atau marga ini jarang terlihat oleh manusia karena hidup di lubang di bawah tanah. Untuk melindungi diri, mereka akan membuat pintu menggunakan tanah, pasir dan sutra.Ahli laba-laba tanah dan direktur dari Auburn University Museum of Natural History, Jason Bond, menggambarkan 40 spesies yang ada dalam jurnal ZooKeys. Dia menyatakan kagum pada keragaman lingkungan habitat laba-laba tersebut, termasuk pasir pantai, hutan ekdan habitat pegununan alpine dari pegunungan Sierra Nevada.&quot;Meskipun penetapan ini didasarkan pada keragaman tumbuhan, wilayah ini jelas sangat kaya akan ragam hewan. Sementara itu, benar-benar luar biasa bahwa sejumlah besar spesies di wilayah yang padat penduduk telah hilang tanpa dketahui. Hal ini jelasjelas terkait dengan betapa sedikit yang kita ketahui tentang keanekaragaman hayati di sekitar kita dan bahwa ada banyak spesies yang menunggu ditemukan,&quot; imbuh Bond.</description><content:encoded>WASHINGTON - Para peneliti menemukan spesies laba-laba baru yang tinggal dan bersarang di dalam tanah. Hewan itu disebut dengan nama presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama.Dilansir dari Live Science, Kamis (27/12/2012), hewan itu diberi nama latin Aptostichus barackobamai dan merupakan salah satu dari 33 spesies yang baru teridentifikasi. Totalnya, genus Aptostichus terdapat sekira 40 ekor.Laba-laba dari genus atau marga ini jarang terlihat oleh manusia karena hidup di lubang di bawah tanah. Untuk melindungi diri, mereka akan membuat pintu menggunakan tanah, pasir dan sutra.Ahli laba-laba tanah dan direktur dari Auburn University Museum of Natural History, Jason Bond, menggambarkan 40 spesies yang ada dalam jurnal ZooKeys. Dia menyatakan kagum pada keragaman lingkungan habitat laba-laba tersebut, termasuk pasir pantai, hutan ekdan habitat pegununan alpine dari pegunungan Sierra Nevada.&quot;Meskipun penetapan ini didasarkan pada keragaman tumbuhan, wilayah ini jelas sangat kaya akan ragam hewan. Sementara itu, benar-benar luar biasa bahwa sejumlah besar spesies di wilayah yang padat penduduk telah hilang tanpa dketahui. Hal ini jelasjelas terkait dengan betapa sedikit yang kita ketahui tentang keanekaragaman hayati di sekitar kita dan bahwa ada banyak spesies yang menunggu ditemukan,&quot; imbuh Bond.</content:encoded></item></channel></rss>
