<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Peneliti Ungkap Misteri Sisi Terang &amp; Gelap Bulan</title><description>Ilmuwan menemukan area gelap yang terlihat di bulan, yang dikenal sebagai  Ocean of Storms (Lautan Badai) merupakan bekas &quot;luka&quot; akibat dampak  kosmik raksasa.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/31/56/711526/peneliti-ungkap-misteri-sisi-terang-gelap-bulan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/31/56/711526/peneliti-ungkap-misteri-sisi-terang-gelap-bulan"/><item><title>Peneliti Ungkap Misteri Sisi Terang &amp; Gelap Bulan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/31/56/711526/peneliti-ungkap-misteri-sisi-terang-gelap-bulan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/31/56/711526/peneliti-ungkap-misteri-sisi-terang-gelap-bulan</guid><pubDate>Rabu 31 Oktober 2012 11:23 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/31/56/711526/cE5yQ29BFy.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Redorbit)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/31/56/711526/cE5yQ29BFy.jpg</image><title>(Foto: Redorbit)</title></images><description>TOKYO - Peneliti dari National Institute of Advanced Industrial Science and Technology yang bermarkas di Jepang, mengungkap misteri tentang sisi bagian bulan yang gelap dan terang. Mereka menemukan area gelap yang terlihat di bulan, yang dikenal sebagai Ocean of Storms (Lautan Badai) merupakan bekas &quot;luka&quot; akibat dampak kosmik raksasa.Dilansir Redorbit, Rabu (31/10/2012), tim ilmuwan Jepang menjelaskan dampak kosmik raksasa menciptakan lautan magma yang lebarnya lebih dari seribu mil dengan kedalaman beberapa ratus mil. Temuan ini dapat membantu mengungkap misteri tentang mengapa sisi bulan yang menghadap ke bumi, memiliki daerah datar dan banyak bagian-bagian yang gelap, sementara sisi lainnya memiliki elevasi yang lebih tinggi dan kerak yang tebal.Tim menganalisis relfeksi cahaya dari data yang direkam oleh Kaguya di 70 juta lokasi permukaan bulan. Menurut laporan dari Asahi Shimbun, ilmuwan mempelajari distribusi mineral dalam data peta yang diperoleh oleh eksplorasi orbit bulan Jepang.Salah satu mineral yang ditemukan merupakan zat pyroxene berkalsium rendah. Zat tersebut tampaknya dihasilkan ketika mencairnya batu di bawah suhu panas, sebagai dampak di lingkaran sekitar cekungan Procellarum .Ilmuwan percaya bahwa asteroid berukuran besar dengan diameter lebih dari 180 mil, menghantam bulan sekira 3,9 miliar tahun lalu. Akibat hantaman asteroid tersebut, sehingga mampu menciptakan cekungan atau kawah dan lelehan batu bulan.&quot;Penelitian terbaru menjelaskan mengapa dua sisi bulan sangat berbeda. Ini membantu mengungkap misteri sejarah bulan itu sendiri,&quot; jelas profesor astronomi di National Astronomical Observatory of Japan, Junichi Watanabe. Penelitian terbaru ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah British scientific journal Nature Geoscience.</description><content:encoded>TOKYO - Peneliti dari National Institute of Advanced Industrial Science and Technology yang bermarkas di Jepang, mengungkap misteri tentang sisi bagian bulan yang gelap dan terang. Mereka menemukan area gelap yang terlihat di bulan, yang dikenal sebagai Ocean of Storms (Lautan Badai) merupakan bekas &quot;luka&quot; akibat dampak kosmik raksasa.Dilansir Redorbit, Rabu (31/10/2012), tim ilmuwan Jepang menjelaskan dampak kosmik raksasa menciptakan lautan magma yang lebarnya lebih dari seribu mil dengan kedalaman beberapa ratus mil. Temuan ini dapat membantu mengungkap misteri tentang mengapa sisi bulan yang menghadap ke bumi, memiliki daerah datar dan banyak bagian-bagian yang gelap, sementara sisi lainnya memiliki elevasi yang lebih tinggi dan kerak yang tebal.Tim menganalisis relfeksi cahaya dari data yang direkam oleh Kaguya di 70 juta lokasi permukaan bulan. Menurut laporan dari Asahi Shimbun, ilmuwan mempelajari distribusi mineral dalam data peta yang diperoleh oleh eksplorasi orbit bulan Jepang.Salah satu mineral yang ditemukan merupakan zat pyroxene berkalsium rendah. Zat tersebut tampaknya dihasilkan ketika mencairnya batu di bawah suhu panas, sebagai dampak di lingkaran sekitar cekungan Procellarum .Ilmuwan percaya bahwa asteroid berukuran besar dengan diameter lebih dari 180 mil, menghantam bulan sekira 3,9 miliar tahun lalu. Akibat hantaman asteroid tersebut, sehingga mampu menciptakan cekungan atau kawah dan lelehan batu bulan.&quot;Penelitian terbaru menjelaskan mengapa dua sisi bulan sangat berbeda. Ini membantu mengungkap misteri sejarah bulan itu sendiri,&quot; jelas profesor astronomi di National Astronomical Observatory of Japan, Junichi Watanabe. Penelitian terbaru ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah British scientific journal Nature Geoscience.</content:encoded></item></channel></rss>
