<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengapa Situs Porno di Indonesia Sulit Diblokir </title><description>Kominfo terus melakukan upaya pencegahan, dengan langsung menutup situs  yang memuat informasi konten dan informasi yang dilarang,&amp;nbsp; atau berbau  hal-hal negatif.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/29/55/710486/mengapa-situs-porno-di-indonesia-sulit-diblokir</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/29/55/710486/mengapa-situs-porno-di-indonesia-sulit-diblokir"/><item><title>Mengapa Situs Porno di Indonesia Sulit Diblokir </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/29/55/710486/mengapa-situs-porno-di-indonesia-sulit-diblokir</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/29/55/710486/mengapa-situs-porno-di-indonesia-sulit-diblokir</guid><pubDate>Senin 29 Oktober 2012 12:50 WIB</pubDate><dc:creator>Gesit Prayogi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/29/55/710486/ZyJkQBr2yV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (Foto: GettyImages)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/29/55/710486/ZyJkQBr2yV.jpg</image><title>ilustrasi (Foto: GettyImages)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku mengalami kesulitan melakukan blokir situs-situs negatif yang &quot;mengakar&quot; di jagat maya.Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ashwin Sasongko menyadari bahwa dengan teknologi setiap orang terhubung ke sumber informasi apapun baik atau buruk. &quot;Misalkan, hari ini situs yang kami blok porn.com, namun besok dapat diakses dengan mengubah namanya menjadi news.com,&quot; ujar Ashwin dalam Konferensi Kejahatan Seksual Terhadap Anak Secara Online yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta (29/10/2012).Oleh sebab itu, untuk mencegah akses ke konten negatif melalui jagat maya, Kominfo terus melakukan upaya pencegahan, dengan langsung menutup situs yang memuat informasi konten dan informasi yang dilarang,&amp;nbsp; atau berbau hal-hal negatif. Orangtua TerlibatDiluar itu, Kominfo juga terus melakukan sosialiasi ke masyarakat untuk memberikan pemahaman berselancar sehat di&amp;nbsp; jagat maya. Dalam implementasinya, instansi pemerintah itu masih memiliki sejumlah kendala. &quot;Selain filter yang Kominfo lakukan, sebetulnya masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menggunakan Google Kit, namun sayangnya sejumlah orangtua masih tidak memahami penggunaan fitur tersebut,&quot; imbuh Ashwin. Karena itu, perlu peran aktif masyarakat untuk melaporkan situs-situ yang memuat informasi/konten negatif dan selanjutanya Kominfo akan melakukan tindakan blokir. &quot;Untuk menangani internet crimes kita memerlukan terobosan dalam pencegahan dan penindakan,&quot; tutupnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengaku mengalami kesulitan melakukan blokir situs-situs negatif yang &quot;mengakar&quot; di jagat maya.Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Ashwin Sasongko menyadari bahwa dengan teknologi setiap orang terhubung ke sumber informasi apapun baik atau buruk. &quot;Misalkan, hari ini situs yang kami blok porn.com, namun besok dapat diakses dengan mengubah namanya menjadi news.com,&quot; ujar Ashwin dalam Konferensi Kejahatan Seksual Terhadap Anak Secara Online yang digelar di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta (29/10/2012).Oleh sebab itu, untuk mencegah akses ke konten negatif melalui jagat maya, Kominfo terus melakukan upaya pencegahan, dengan langsung menutup situs yang memuat informasi konten dan informasi yang dilarang,&amp;nbsp; atau berbau hal-hal negatif. Orangtua TerlibatDiluar itu, Kominfo juga terus melakukan sosialiasi ke masyarakat untuk memberikan pemahaman berselancar sehat di&amp;nbsp; jagat maya. Dalam implementasinya, instansi pemerintah itu masih memiliki sejumlah kendala. &quot;Selain filter yang Kominfo lakukan, sebetulnya masyarakat dapat melakukan pencegahan dengan menggunakan Google Kit, namun sayangnya sejumlah orangtua masih tidak memahami penggunaan fitur tersebut,&quot; imbuh Ashwin. Karena itu, perlu peran aktif masyarakat untuk melaporkan situs-situ yang memuat informasi/konten negatif dan selanjutanya Kominfo akan melakukan tindakan blokir. &quot;Untuk menangani internet crimes kita memerlukan terobosan dalam pencegahan dan penindakan,&quot; tutupnya.</content:encoded></item></channel></rss>
