<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mesin Pasteurisasi, Bikin Susu Sapi Lebih Sehat</title><description>Forum Inovasi Teknologi (Inotek) memperkenalkan mesin pasteurisasi susu (Sulis atau Susu Listrik), untuk menghasilkan produk susu lebih sehat.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/21/56/707063/mesin-pasteurisasi-bikin-susu-sapi-lebih-sehat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/21/56/707063/mesin-pasteurisasi-bikin-susu-sapi-lebih-sehat"/><item><title>Mesin Pasteurisasi, Bikin Susu Sapi Lebih Sehat</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/21/56/707063/mesin-pasteurisasi-bikin-susu-sapi-lebih-sehat</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/21/56/707063/mesin-pasteurisasi-bikin-susu-sapi-lebih-sehat</guid><pubDate>Minggu 21 Oktober 2012 15:55 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/21/56/707063/LEDLLIca6Q.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mesin pasteurisasi Sulis</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/21/56/707063/LEDLLIca6Q.jpg</image><title>Mesin pasteurisasi Sulis</title></images><description>JAKARTA - Forum Inovasi Teknologi (Inotek) yang digelar di FX Lifestyle X'nter Jakarta, memamerkan produk inovasi teknologi karya anak bangsa. Perhelatan yang dimulai pada Jumat hingga Minggu (19-21 Oktober 2012) ini salah satunya memperkenalkan mesin pasteurisasi susu (Sulis atau Susu Listrik), untuk menghasilkan produk susu lebih sehat.Produk inovasi ini memiliki fungsi menurunkan jumlah bakteri dalam susu, tanpa merusak kandungan gizi di dalamnya. &quot;Ini mesin pasteurisasi susu, membunuh bakteri pada susu tanpa merusak kandungan gizi,&quot; ujar Veri Andriawan, Program Director CV Inovasi Anak Negeri yang menjelaskan keunggulan produk inovatif tersebut. CV Inovasi Anak Negeri merupakan pihak yang mengembangkan mesin Sulis.Ia mengatakan, pengembangan Sulis, telah dimulai sejak 2009, kemudian mulai bergabung ke dalam Inotek pada 2011. Ia juga menjelaskan, setelah mesin prototipe ini rampung, maka penciptaannya hanya memerlukan waktu selama 1 minggu.&quot;Inovasi ini dikembangkan, di mana saat susu diawetkan dengan dipanaskan, ada perubahan struktur warna dan kandungan gizi berubah. Yang merugikan, susu tersebut pada akhirnya tidak bisa dimanfaatkan untuk membuat produk makanan lain. Maka, harus ada alternatif tanpa menggunakan pemanasan,&quot; jelasnya.Ia menerangkan, Sulis menggunakan teknologi Pulse Electric Filed&amp;nbsp; (PEF) untuk berbagai susu seperti susu sapi, kambing, serta berbagai macam produk cair. &quot;Dengan Inotek kami mulai komersialisasi. Mesin ini salah satunya digunakan oleh peternak yang ingin menjual susunya ke konsumen,&quot; terangnya.Sehingga, susu steril yang telah melalui proses PEF ini, bisa langsung dijual ke masyarakat. Lanjutnya, saat ini Sulis telah didistribusikan ke berbagai wilayah seperti pulau Jawa, Medan, serta Bali.&quot;Kami juga mengembangkan ekspor. Sudah ada permintaan dari negara Timur Tengah (susu Unta). Kami juga masih standarisasi. Dukungan pemerintah sudah baik,&quot; tuturnya.Lebih detail ia mengatakan, Sulis ini dulunya merupakan pengembangan dari produk inovasi teknologi yang pernah digelar pemerintah. Dari event Teknopreneur Ship (Ristek), pemerintah memberikan dukungan dana sebesar 50 juta.&quot;Pemerintah juga punya bisnis inovasi center, untuk mempertemukan para inovator dengan investor,&quot; tambahnya.Sulis ini dapat menampung 10 liter susu (sistem batch). &quot;Kapasitas 10 liter, susu dimasukan ke alat Sulis, kemudian ada set timer. Timer bisa diputar dan selesai dalam waktu 5 menit,&quot; jelasnya.Ia menjelaskan bahwa Sulis ini memiliki model yang beragam, khusus yang kapasitas 10 liter dibanderol mulai harga 10 juta dan ada juga yang lebih dari 10 liter, tergantung kebutuhan konsumen.&quot;Kelebihan Sulis, hanya membutuhkan konsumsi 120 watt, tegangan 50 ribu volt (output listrik). Kami fokus pada susu, untuk menambah nilai jual susu. Selain itu kami juga kembangkan mesin lain, seperti mesin adonan susu, dodol serta susu kental manis,&quot; paparnya.Kendala yang dihadapi, ia mengatakan bahwa produksi alat ini masih terbatas. Dengan produksi yang mampu dicapai dalam sebulan, Sulis ini bisa dibuat hingga 10 unit. Selain itu, ketika susu telah steril (proses PEF) dijual, botol atau kemasan juga harus steril.&quot;Fokus target kami buat masyarakat. Dengan adanya teknologi, mereka termotivasi untuk jadi wirausaha sendiri dan membuat brand sendiri. Mereka juga ingin mengembangkan susunya sendiri dan menangkap adanya peluang,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Forum Inovasi Teknologi (Inotek) yang digelar di FX Lifestyle X'nter Jakarta, memamerkan produk inovasi teknologi karya anak bangsa. Perhelatan yang dimulai pada Jumat hingga Minggu (19-21 Oktober 2012) ini salah satunya memperkenalkan mesin pasteurisasi susu (Sulis atau Susu Listrik), untuk menghasilkan produk susu lebih sehat.Produk inovasi ini memiliki fungsi menurunkan jumlah bakteri dalam susu, tanpa merusak kandungan gizi di dalamnya. &quot;Ini mesin pasteurisasi susu, membunuh bakteri pada susu tanpa merusak kandungan gizi,&quot; ujar Veri Andriawan, Program Director CV Inovasi Anak Negeri yang menjelaskan keunggulan produk inovatif tersebut. CV Inovasi Anak Negeri merupakan pihak yang mengembangkan mesin Sulis.Ia mengatakan, pengembangan Sulis, telah dimulai sejak 2009, kemudian mulai bergabung ke dalam Inotek pada 2011. Ia juga menjelaskan, setelah mesin prototipe ini rampung, maka penciptaannya hanya memerlukan waktu selama 1 minggu.&quot;Inovasi ini dikembangkan, di mana saat susu diawetkan dengan dipanaskan, ada perubahan struktur warna dan kandungan gizi berubah. Yang merugikan, susu tersebut pada akhirnya tidak bisa dimanfaatkan untuk membuat produk makanan lain. Maka, harus ada alternatif tanpa menggunakan pemanasan,&quot; jelasnya.Ia menerangkan, Sulis menggunakan teknologi Pulse Electric Filed&amp;nbsp; (PEF) untuk berbagai susu seperti susu sapi, kambing, serta berbagai macam produk cair. &quot;Dengan Inotek kami mulai komersialisasi. Mesin ini salah satunya digunakan oleh peternak yang ingin menjual susunya ke konsumen,&quot; terangnya.Sehingga, susu steril yang telah melalui proses PEF ini, bisa langsung dijual ke masyarakat. Lanjutnya, saat ini Sulis telah didistribusikan ke berbagai wilayah seperti pulau Jawa, Medan, serta Bali.&quot;Kami juga mengembangkan ekspor. Sudah ada permintaan dari negara Timur Tengah (susu Unta). Kami juga masih standarisasi. Dukungan pemerintah sudah baik,&quot; tuturnya.Lebih detail ia mengatakan, Sulis ini dulunya merupakan pengembangan dari produk inovasi teknologi yang pernah digelar pemerintah. Dari event Teknopreneur Ship (Ristek), pemerintah memberikan dukungan dana sebesar 50 juta.&quot;Pemerintah juga punya bisnis inovasi center, untuk mempertemukan para inovator dengan investor,&quot; tambahnya.Sulis ini dapat menampung 10 liter susu (sistem batch). &quot;Kapasitas 10 liter, susu dimasukan ke alat Sulis, kemudian ada set timer. Timer bisa diputar dan selesai dalam waktu 5 menit,&quot; jelasnya.Ia menjelaskan bahwa Sulis ini memiliki model yang beragam, khusus yang kapasitas 10 liter dibanderol mulai harga 10 juta dan ada juga yang lebih dari 10 liter, tergantung kebutuhan konsumen.&quot;Kelebihan Sulis, hanya membutuhkan konsumsi 120 watt, tegangan 50 ribu volt (output listrik). Kami fokus pada susu, untuk menambah nilai jual susu. Selain itu kami juga kembangkan mesin lain, seperti mesin adonan susu, dodol serta susu kental manis,&quot; paparnya.Kendala yang dihadapi, ia mengatakan bahwa produksi alat ini masih terbatas. Dengan produksi yang mampu dicapai dalam sebulan, Sulis ini bisa dibuat hingga 10 unit. Selain itu, ketika susu telah steril (proses PEF) dijual, botol atau kemasan juga harus steril.&quot;Fokus target kami buat masyarakat. Dengan adanya teknologi, mereka termotivasi untuk jadi wirausaha sendiri dan membuat brand sendiri. Mereka juga ingin mengembangkan susunya sendiri dan menangkap adanya peluang,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
