<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hak Paten, Kunci &quot;Dulang Emas&quot; Inovator Teknologi</title><description>Hak paten menjadi faktor utama yang harus dimiliki inovator untuk  produk-produk yang diciptakannya. Pasalnya, jika tidak memiliki paten,  inovasi mereka bisa dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/19/56/706513/hak-paten-kunci-dulang-emas-inovator-teknologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/19/56/706513/hak-paten-kunci-dulang-emas-inovator-teknologi"/><item><title>Hak Paten, Kunci &quot;Dulang Emas&quot; Inovator Teknologi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/19/56/706513/hak-paten-kunci-dulang-emas-inovator-teknologi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/19/56/706513/hak-paten-kunci-dulang-emas-inovator-teknologi</guid><pubDate>Jum'at 19 Oktober 2012 17:19 WIB</pubDate><dc:creator>Andina Librianty</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/19/56/706513/A2PuGxYlNa.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pameran Inotek yang digelar selama 3 hari di Jakarta (Foto: Andina/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/19/56/706513/A2PuGxYlNa.jpg</image><title>Pameran Inotek yang digelar selama 3 hari di Jakarta (Foto: Andina/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Hak paten menjadi faktor utama yang harus dimiliki inovator untuk produk-produk yang diciptakannya. Pasalnya, jika tidak memiliki paten, inovasi mereka bisa dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab.Untuk itu, inovator teknologi pun diharuskan memperhatikan masalah hak paten inovasi-inovasi mereka. Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia pun memperhatikan hak paten untuk inovasi dari para inovator yang dinaunginya.&quot;Produk-produk inovator itu bisa dinikmati masyarakat luas, untuk itu kami selalu memberikan dukungan untuk penemuan mereka. Karena kalau tidak ada hak patennya, orang lain bisa copy seenaknya,&quot; tegas. Business Development Manager Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia, Setyowati Rahayu, di FX Plaza, Jakarta, Jumat (19/10/2012).&quot;Karena dengan hak paten saja, orang bisa mendapatkan keuntungan. Dengan jadi inovator, tentu bisa menghasilkan uang,&quot; jelasnya.Untuk membuktikan dukungannya, Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia memberikan pengetahuan mengenai berbagai hal untuk mendukung para inovator. &quot;Memang ada yang awam soal paten, karena itu kami memiliki program seperti capacity building yang memberikan training dengan memanggil orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti paten dan keuangan,&quot; tururnya. &quot;Kami adakan pertemuan itu setiap 1 tahun dua kali,&quot; sambung Setyowati.Sementara itu, sejak Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia hadir pada 2008, dari 11 inovator, 7 diantaranya telah memiliki badan usaha sendiri. &quot;Dari 11 inovator Inotek ini, 7 diantaranya sudah ada badan usaha, tapi meski masih terbatas, sudah&amp;nbsp; 5 yang jalan di pasaran,&quot; pungkasnya. </description><content:encoded>JAKARTA - Hak paten menjadi faktor utama yang harus dimiliki inovator untuk produk-produk yang diciptakannya. Pasalnya, jika tidak memiliki paten, inovasi mereka bisa dimanfaatkan oleh orang tak bertanggungjawab.Untuk itu, inovator teknologi pun diharuskan memperhatikan masalah hak paten inovasi-inovasi mereka. Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia pun memperhatikan hak paten untuk inovasi dari para inovator yang dinaunginya.&quot;Produk-produk inovator itu bisa dinikmati masyarakat luas, untuk itu kami selalu memberikan dukungan untuk penemuan mereka. Karena kalau tidak ada hak patennya, orang lain bisa copy seenaknya,&quot; tegas. Business Development Manager Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia, Setyowati Rahayu, di FX Plaza, Jakarta, Jumat (19/10/2012).&quot;Karena dengan hak paten saja, orang bisa mendapatkan keuntungan. Dengan jadi inovator, tentu bisa menghasilkan uang,&quot; jelasnya.Untuk membuktikan dukungannya, Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia memberikan pengetahuan mengenai berbagai hal untuk mendukung para inovator. &quot;Memang ada yang awam soal paten, karena itu kami memiliki program seperti capacity building yang memberikan training dengan memanggil orang-orang yang ahli di bidangnya, seperti paten dan keuangan,&quot; tururnya. &quot;Kami adakan pertemuan itu setiap 1 tahun dua kali,&quot; sambung Setyowati.Sementara itu, sejak Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia hadir pada 2008, dari 11 inovator, 7 diantaranya telah memiliki badan usaha sendiri. &quot;Dari 11 inovator Inotek ini, 7 diantaranya sudah ada badan usaha, tapi meski masih terbatas, sudah&amp;nbsp; 5 yang jalan di pasaran,&quot; pungkasnya. </content:encoded></item></channel></rss>
