<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BBM Error, Jangan Konsumen Jadi Tumbal </title><description>Tumbangnya layanan BlackBerry Messenger (BBM) kemarin menambah daftar panjang minimnya kualitas layanan Research in Motion (RIM).</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/04/54/699271/bbm-error-jangan-konsumen-jadi-tumbal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/04/54/699271/bbm-error-jangan-konsumen-jadi-tumbal"/><item><title>BBM Error, Jangan Konsumen Jadi Tumbal </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/04/54/699271/bbm-error-jangan-konsumen-jadi-tumbal</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/10/04/54/699271/bbm-error-jangan-konsumen-jadi-tumbal</guid><pubDate>Jum'at 05 Oktober 2012 06:00 WIB</pubDate><dc:creator>Gesit Prayogi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/10/04/54/699271/L6paJ7sKpM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/10/04/54/699271/L6paJ7sKpM.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Tumbangnya layanan BlackBerry Messenger (BBM) kemarin menambah daftar panjang minimnya kualitas layanan Research in Motion (RIM). Meski layanan tersebut telah kembali normal, akibat peristiwa tersebut lagi-lagi konsumen di Indonesia yang jadi korban.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui jutaan pengguna BlackBerry mengeluhkan layanan BBM Rabu (3/10/2012). Terhitung hingga pertengahan tahun ini sudah tiga kali layanan RIM tumbang. Pertama kali layanan perusahaan asal Kanada itu tumbang pada 30 Maret, kemudian disusul pada 15 Agustus, dan yang baru-baru ini terjadi pada 3 Oktober 2012.
&amp;nbsp;
Menurut Pakar Telematika, Ruby Alamsyah agar para pengguna BlackBerry di Tanah Air tidak melulu dijadikan tumbal, harus ada mekanisme yang mengikat agar RIM dapat menjamin kualitas layanan yang diberikannya prima.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Seharusnya ada Service Level Agreement (SLA) antara RIM dan Konsumen di Indonesia, jadi ketika RIM tidak dapat memberikan layanan yang baik perusahaan harus memberikan kompensasi kepada konsumen,&amp;rdquo; kata Ruby saat dihubungi Okezone.
&amp;nbsp;
Sementara itu, apabila RIM dan konsumen menerapkan SLA, perusahaan yang berbasis di Kanada tersebut dituntut untuk memberikan layanan yang terbaik bagi konsumen. &amp;ldquo;SLA biasanya dibuat untuk memberikan jaminan yang diberikan penyelenggara layanan ke penerima layanan (Konsumen),&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Ruby pun menjelaskan SLA sendiri biasanya memberikan standar jaminan kualitas layanan yang akan diberikan ke konsumen, &amp;ldquo;Standar yang dipatok untuk menjamin kualitasnya berkisar di 99 persen lebih,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Dengan demikian dengan penerapan standar tersebut, pengguna BlackBerry di Indonesia tidak lagi &amp;ldquo;ditumbalkan&amp;rdquo; saat layanan RIM mengalami gangguan. Ia pun mengatakan bahwa perusahaan seperti RIM seharunya memiliki cara-cara yang professional dalam menangani produk layanannya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;RIM itu kan perusahaan teknologi jadi seharunya mereka sudah memiliki metode-metode khusus yang digunakan untuk menangani kendala dalam layanannya. Jangan lagi pengguna BlackBerry di Indonesia dirugikan,&amp;rdquo; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Tumbangnya layanan BlackBerry Messenger (BBM) kemarin menambah daftar panjang minimnya kualitas layanan Research in Motion (RIM). Meski layanan tersebut telah kembali normal, akibat peristiwa tersebut lagi-lagi konsumen di Indonesia yang jadi korban.
&amp;nbsp;
Seperti diketahui jutaan pengguna BlackBerry mengeluhkan layanan BBM Rabu (3/10/2012). Terhitung hingga pertengahan tahun ini sudah tiga kali layanan RIM tumbang. Pertama kali layanan perusahaan asal Kanada itu tumbang pada 30 Maret, kemudian disusul pada 15 Agustus, dan yang baru-baru ini terjadi pada 3 Oktober 2012.
&amp;nbsp;
Menurut Pakar Telematika, Ruby Alamsyah agar para pengguna BlackBerry di Tanah Air tidak melulu dijadikan tumbal, harus ada mekanisme yang mengikat agar RIM dapat menjamin kualitas layanan yang diberikannya prima.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Seharusnya ada Service Level Agreement (SLA) antara RIM dan Konsumen di Indonesia, jadi ketika RIM tidak dapat memberikan layanan yang baik perusahaan harus memberikan kompensasi kepada konsumen,&amp;rdquo; kata Ruby saat dihubungi Okezone.
&amp;nbsp;
Sementara itu, apabila RIM dan konsumen menerapkan SLA, perusahaan yang berbasis di Kanada tersebut dituntut untuk memberikan layanan yang terbaik bagi konsumen. &amp;ldquo;SLA biasanya dibuat untuk memberikan jaminan yang diberikan penyelenggara layanan ke penerima layanan (Konsumen),&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Ruby pun menjelaskan SLA sendiri biasanya memberikan standar jaminan kualitas layanan yang akan diberikan ke konsumen, &amp;ldquo;Standar yang dipatok untuk menjamin kualitasnya berkisar di 99 persen lebih,&amp;rdquo; jelasnya.
&amp;nbsp;
Dengan demikian dengan penerapan standar tersebut, pengguna BlackBerry di Indonesia tidak lagi &amp;ldquo;ditumbalkan&amp;rdquo; saat layanan RIM mengalami gangguan. Ia pun mengatakan bahwa perusahaan seperti RIM seharunya memiliki cara-cara yang professional dalam menangani produk layanannya.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;RIM itu kan perusahaan teknologi jadi seharunya mereka sudah memiliki metode-metode khusus yang digunakan untuk menangani kendala dalam layanannya. Jangan lagi pengguna BlackBerry di Indonesia dirugikan,&amp;rdquo; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
