<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Banyak Ahli Teknologi Nuklir Indonesia Direkrut Malaysia </title><description>Yarianto S Budi Susilo, Nuclear engineering, Environmental Science -  BATAN mengungkapkan bahwa pengusaan teknologi nuklir Indonesia lebih  baik dari negeri tetangga, Malaysia.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/09/28/56/696246/banyak-ahli-teknologi-nuklir-indonesia-direkrut-malaysia</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/09/28/56/696246/banyak-ahli-teknologi-nuklir-indonesia-direkrut-malaysia"/><item><title>Banyak Ahli Teknologi Nuklir Indonesia Direkrut Malaysia </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/09/28/56/696246/banyak-ahli-teknologi-nuklir-indonesia-direkrut-malaysia</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/09/28/56/696246/banyak-ahli-teknologi-nuklir-indonesia-direkrut-malaysia</guid><pubDate>Jum'at 28 September 2012 10:01 WIB</pubDate><dc:creator>Gesit Prayogi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/09/28/56/696246/OVjOFZY0O4.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi PLTN (foto: corbis.com)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/09/28/56/696246/OVjOFZY0O4.jpg</image><title>ilustrasi PLTN (foto: corbis.com)</title></images><description>JAKARTA - Yarianto S Budi Susilo, Nuclear Engineering, Environmental Science - BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) mengungkapkan bahwa pengusaan teknologi nuklir Indonesia lebih baik dari negeri tetangga, Malaysia. Hal itu terlihat dari banyaknya ahli-ahli teknologi nuklir Indonesia yang direkrut untuk mempersiapkan dan membangun fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) negeri Jiran itu.&amp;ldquo;Untuk mengembangkan fasilitas tersebut Malaysia mulai merekrut tenaga ahli dari Indonesia, dan itu jumlahnya tidak sedikit,&amp;rdquo; kata Yarianto S Budi Susilo saat berbincang-bincang dengan Okezone di sela-sela seminar &amp;ldquo;International Seminar of Earthquake and Tsunami to NPP&amp;rdquo; di Jakarta (27/9/2012).Hal ini menunjukkan bahwa tenaga-tenaga ahli nuklir Indonesia tidak kalah hebat dengan Negara Asia lainnya, khususnya Malaysia. &amp;ldquo;Kalo dibandingkan dengan ahli teknologi nuklir Malaysia, ahli kita (Indonesia) masih lebih unggul,&amp;rdquo; tuturnya.Sementara menanggapi pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengatakan bahwa sejumlah insinyur nuklir Tanah Air harus diboyong ke Amerika Serikat untuk belajar teknologi nuklir di negeri Paman Sam tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah itu sangat bagus.&amp;nbsp;&quot;Bagus aja rencana tersebut, namun masalahnya saat balik ke Tanah Air apakah dapat apresiasi? Permasalahnnya kan saat ini banyak orang pintar kurang apresiasi,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Yarianto S Budi Susilo, Nuclear Engineering, Environmental Science - BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional) mengungkapkan bahwa pengusaan teknologi nuklir Indonesia lebih baik dari negeri tetangga, Malaysia. Hal itu terlihat dari banyaknya ahli-ahli teknologi nuklir Indonesia yang direkrut untuk mempersiapkan dan membangun fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) negeri Jiran itu.&amp;ldquo;Untuk mengembangkan fasilitas tersebut Malaysia mulai merekrut tenaga ahli dari Indonesia, dan itu jumlahnya tidak sedikit,&amp;rdquo; kata Yarianto S Budi Susilo saat berbincang-bincang dengan Okezone di sela-sela seminar &amp;ldquo;International Seminar of Earthquake and Tsunami to NPP&amp;rdquo; di Jakarta (27/9/2012).Hal ini menunjukkan bahwa tenaga-tenaga ahli nuklir Indonesia tidak kalah hebat dengan Negara Asia lainnya, khususnya Malaysia. &amp;ldquo;Kalo dibandingkan dengan ahli teknologi nuklir Malaysia, ahli kita (Indonesia) masih lebih unggul,&amp;rdquo; tuturnya.Sementara menanggapi pernyataan Menteri BUMN Dahlan Iskan yang mengatakan bahwa sejumlah insinyur nuklir Tanah Air harus diboyong ke Amerika Serikat untuk belajar teknologi nuklir di negeri Paman Sam tersebut. Ia menegaskan bahwa langkah itu sangat bagus.&amp;nbsp;&quot;Bagus aja rencana tersebut, namun masalahnya saat balik ke Tanah Air apakah dapat apresiasi? Permasalahnnya kan saat ini banyak orang pintar kurang apresiasi,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
