<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hati-Hati dengan Sindrom Kecanduan Teknologi</title><description>Teknologi kini semakin maju dengan hadirnya berbagai perangkat genggam  yang  bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Namun demikian, di sisi  lain, kemudahan  yang diberikan teknologi ternyata juga bisa menimbulkan   kecanduan.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/15/56/678129/hati-hati-dengan-sindrom-kecanduan-teknologi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/15/56/678129/hati-hati-dengan-sindrom-kecanduan-teknologi"/><item><title>Hati-Hati dengan Sindrom Kecanduan Teknologi</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/15/56/678129/hati-hati-dengan-sindrom-kecanduan-teknologi</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/15/56/678129/hati-hati-dengan-sindrom-kecanduan-teknologi</guid><pubDate>Kamis 23 Agustus 2012 08:03 WIB</pubDate><dc:creator>Yoga Hastyadi Widiartanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/15/56/678129/ikjYfJsJSC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">ilustrasi (foto: Mashable)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/15/56/678129/ikjYfJsJSC.jpg</image><title>ilustrasi (foto: Mashable)</title></images><description>WASHINGTON &amp;ndash; Teknologi kini semakin maju dengan hadirnya berbagai perangkat genggam yang  bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Namun demikian, di sisi lain, kemudahan  yang diberikan teknologi ternyata juga bisa menimbulkan  kecanduan.
&amp;nbsp;
Menurut penelitian pada Januari lalu yang dipublikasikan  dalam jurnal ilmiah PloS ONE, kecanduan pada teknologi juga memiliki dampak pada  tubuh. Orang yang kecanduan internet mungkin saja mengalami perubahan kimia pada  otaknya, serupa dengan orang yang kecanduan alkohol atau  obat-obatan.
&amp;nbsp;
Namun, itu baru internet saja. Seperti dilansir  Mashable, Kamis (23/8/2012), masih ada kecanduan lain yang sebaiknya Anda cermati dan hindari  sehingga kemudahan yang diberikan teknologi tidak berubah menjadi  mudarat.

1. Sindrom Getaran Gaib
 
Pernahkah Anda mengambil telefon genggam karena merasa  perangkat genggam itu bergetar, tapi ternyata tidak ada apa-apa sama sekali? Ini  bisa jadi merupakan sesuatu yang oleh banyak orang disebut sindrom getaran gaib.  Pengidapnya akan merasakan getaran meskipun perangkat genggam miliknya berada di  ruangan lain.
&amp;nbsp;
Nama ini kemungkinan besar di dasarkan pada phantom limb  syndrome, suatu kondisi di mana seseorang yang telah kehilangan lengan masih  merasakan halusinasi sensor bahwa lengan tersebut masih terpasang pada tubuh dan  berfungsi. Orang yang mengalami sindrom getaran gaib serupa dengan ini,  merasakan telefon genggamnya sebagai bagian tubuh  sendiri.
&amp;nbsp;
2. Gangguan Kecanduan Internet
   
Internet addiction disorder (IAD) merujuk pada  penggunaan internet secara terus menerus sehingga mengganggu kehidupan  sehari-hari. Penelitian mengungkapkan bahwa kecanduan pada internet bisa  menyebabkan masalah sosial yang sama dengan kecanduan  judi.
&amp;nbsp;
Pada editorial 2008 lalu dalam The American Journal if  Psychiatry, Jerard J. Block menulis bahwa IAD dicirikan dengan penggunaan yang  berlebihan, penarikan diri dan dampak negatif seperti argumentasi serta  kelelahan. Penggunaan internet yang tidak sehat juga bisa menyebabkan depresi  tingkat akut.

3. Kecanduan Jejaring Sosial
&amp;nbsp;
Kecanduan jejaring sosial merupakan bagian dari  kecanduan internet. Tipe kecanduan ini bisa dikatakan sebagai sindrom kecanduan  teknologi yang paling umum ditemukan belakangan  ini.
&amp;nbsp;
Para peneliti  dari University of Chicago Booth School of Business melakukan survei pada 250  partisipan. Tim peneliti itu memberikan mereka perangkat yang mencatat sekira  8.000 laporan mengenai hasrat mereka setiap hari.
&amp;nbsp;
Menurut penelitian, mengecek jejaring sosial untuk  update merupakan kebiasaan yang lebih sulit dihilangkan ketimbang alkohol atau  rokok.
&amp;nbsp;
Di Norwegia, para peneliti menyusun&amp;nbsp; Bergen Facebook  Addictions Scale. Ini adalah sebuah tes untuk mengetahui apakah Anda mengidap  kecanduan jejaring sosial. Uji cobanya didasarkan pada enam metrik, misalnya,  menggunakan Facebook untuk melupakan masalah atau gagal menghentikan kebiasaan  membuka Facebook.
&amp;nbsp;
4. Kecanduan Video Game
&amp;nbsp;
Kecanduan video game sama seperti IAD dan kecanduan yang  lain. Ciri khasnya adalah kebiasaan memainkan game sampai mengganggu aspek  kehidupan yang lain. Meskipun belum dikategorikan sebagai istilah kecanduan yang  resmi oleh American Medical Association, video game bisa memiliki dampak yang  sangat buruk.
&amp;nbsp;
Pada Juli 2011, seorang programmer komputer berusia 20  tahun meninggal akibat deep vein thrombosis yang dipicu oleh duduk terlalu lama.  Penyumbatan darah terjadi di bagian calf dan menyebabkan penyumbatan fatal di  paru-parunya.</description><content:encoded>WASHINGTON &amp;ndash; Teknologi kini semakin maju dengan hadirnya berbagai perangkat genggam yang  bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Namun demikian, di sisi lain, kemudahan  yang diberikan teknologi ternyata juga bisa menimbulkan  kecanduan.
&amp;nbsp;
Menurut penelitian pada Januari lalu yang dipublikasikan  dalam jurnal ilmiah PloS ONE, kecanduan pada teknologi juga memiliki dampak pada  tubuh. Orang yang kecanduan internet mungkin saja mengalami perubahan kimia pada  otaknya, serupa dengan orang yang kecanduan alkohol atau  obat-obatan.
&amp;nbsp;
Namun, itu baru internet saja. Seperti dilansir  Mashable, Kamis (23/8/2012), masih ada kecanduan lain yang sebaiknya Anda cermati dan hindari  sehingga kemudahan yang diberikan teknologi tidak berubah menjadi  mudarat.

1. Sindrom Getaran Gaib
 
Pernahkah Anda mengambil telefon genggam karena merasa  perangkat genggam itu bergetar, tapi ternyata tidak ada apa-apa sama sekali? Ini  bisa jadi merupakan sesuatu yang oleh banyak orang disebut sindrom getaran gaib.  Pengidapnya akan merasakan getaran meskipun perangkat genggam miliknya berada di  ruangan lain.
&amp;nbsp;
Nama ini kemungkinan besar di dasarkan pada phantom limb  syndrome, suatu kondisi di mana seseorang yang telah kehilangan lengan masih  merasakan halusinasi sensor bahwa lengan tersebut masih terpasang pada tubuh dan  berfungsi. Orang yang mengalami sindrom getaran gaib serupa dengan ini,  merasakan telefon genggamnya sebagai bagian tubuh  sendiri.
&amp;nbsp;
2. Gangguan Kecanduan Internet
   
Internet addiction disorder (IAD) merujuk pada  penggunaan internet secara terus menerus sehingga mengganggu kehidupan  sehari-hari. Penelitian mengungkapkan bahwa kecanduan pada internet bisa  menyebabkan masalah sosial yang sama dengan kecanduan  judi.
&amp;nbsp;
Pada editorial 2008 lalu dalam The American Journal if  Psychiatry, Jerard J. Block menulis bahwa IAD dicirikan dengan penggunaan yang  berlebihan, penarikan diri dan dampak negatif seperti argumentasi serta  kelelahan. Penggunaan internet yang tidak sehat juga bisa menyebabkan depresi  tingkat akut.

3. Kecanduan Jejaring Sosial
&amp;nbsp;
Kecanduan jejaring sosial merupakan bagian dari  kecanduan internet. Tipe kecanduan ini bisa dikatakan sebagai sindrom kecanduan  teknologi yang paling umum ditemukan belakangan  ini.
&amp;nbsp;
Para peneliti  dari University of Chicago Booth School of Business melakukan survei pada 250  partisipan. Tim peneliti itu memberikan mereka perangkat yang mencatat sekira  8.000 laporan mengenai hasrat mereka setiap hari.
&amp;nbsp;
Menurut penelitian, mengecek jejaring sosial untuk  update merupakan kebiasaan yang lebih sulit dihilangkan ketimbang alkohol atau  rokok.
&amp;nbsp;
Di Norwegia, para peneliti menyusun&amp;nbsp; Bergen Facebook  Addictions Scale. Ini adalah sebuah tes untuk mengetahui apakah Anda mengidap  kecanduan jejaring sosial. Uji cobanya didasarkan pada enam metrik, misalnya,  menggunakan Facebook untuk melupakan masalah atau gagal menghentikan kebiasaan  membuka Facebook.
&amp;nbsp;
4. Kecanduan Video Game
&amp;nbsp;
Kecanduan video game sama seperti IAD dan kecanduan yang  lain. Ciri khasnya adalah kebiasaan memainkan game sampai mengganggu aspek  kehidupan yang lain. Meskipun belum dikategorikan sebagai istilah kecanduan yang  resmi oleh American Medical Association, video game bisa memiliki dampak yang  sangat buruk.
&amp;nbsp;
Pada Juli 2011, seorang programmer komputer berusia 20  tahun meninggal akibat deep vein thrombosis yang dipicu oleh duduk terlalu lama.  Penyumbatan darah terjadi di bagian calf dan menyebabkan penyumbatan fatal di  paru-parunya.</content:encoded></item></channel></rss>
