<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Makin Agresif dengan APU, AMD Gandeng Banyak Vendor</title><description> AMD sejak beberapa waktu lalu  mempromosikan prosesor dengan  teknologi Accelerated Processing Unit (APU) besutannya.  Kini tampak,  salah satu raksasa prosesor komputer itu makin agresif dengan   promosinya.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/15/324/678067/makin-agresif-dengan-apu-amd-gandeng-banyak-vendor</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/15/324/678067/makin-agresif-dengan-apu-amd-gandeng-banyak-vendor"/><item><title>Makin Agresif dengan APU, AMD Gandeng Banyak Vendor</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/15/324/678067/makin-agresif-dengan-apu-amd-gandeng-banyak-vendor</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/15/324/678067/makin-agresif-dengan-apu-amd-gandeng-banyak-vendor</guid><pubDate>Minggu 19 Agustus 2012 08:05 WIB</pubDate><dc:creator>Yoga Hastyadi Widiartanto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/15/324/678067/elAisUTigL.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Salah satu produk Asus X401U dengan prosesor APU dari AMD (foto: Yoga Hastyadi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/15/324/678067/elAisUTigL.jpg</image><title>Salah satu produk Asus X401U dengan prosesor APU dari AMD (foto: Yoga Hastyadi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; AMD sejak beberapa waktu lalu  mempromosikan prosesor dengan teknologi Accelerated Processing Unit (APU) besutannya.  Kini tampak, salah satu raksasa prosesor komputer itu makin agresif dengan  promosinya.
&amp;nbsp;
Segmen yang diincar oleh AMD ada dikisaran harga  mainstream. Country Head AMD Indonesia Hermawan Sutanto mengatakan, dalam pasar  PC di Indonesia dikenal tiga tingkatan berbentuk  piramida.
&amp;nbsp;
Pada puncak piramida ini adalah segmen premium dengan  rentang harga sekira USD800 sampai USD1.500. Kemudian di bawahnya adalah segmen  mainstream dengan rentang harga USD600 sampai USD800 dan terakhir adalah kelas  entry level atau pemula dengan rentang harga di bawah USD300.
&amp;nbsp;
Prosesor AMD tidak dipungkiri lagi banyak dikenal dalam  soal grafis. Hermawan mengungkap bahwa keunggulan grafis tersebutlah yang ingin  dibawanya ke segmen harga mainstream. Sementara itu, fitur-fitur yang ada di  mainstream ingin dibawanya ke segmen harga entry level.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua fitur premium ini terkait dengan visual.  Investasi AMD sudah jelas, kami akan fokus di grafis,&amp;rdquo; ujarnya di peluncuran  Asus Slimbook X401U beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita sudah jalan dengan hampir semua pabrikan PC di  Indonesia, seperti Acer, Asus, Lenovo, HP, Samsung, Toshiba dan Sony. Kita ingin  lebih agresif agar konsumen mendapat nilai lebih,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Produk pertama yang diluncurkan adalah Samsung NP535  yang merupakan komputer jinjing ultrathin pertama di Indonesia. Komputer jinjng  ini menggunakan APU generasi kedua seri A, dengan kode nama Trinity. Samsung  NP535 ini merupakan keluarga Series 5 yang meluncur pada Juli lalu.
&amp;nbsp;
Sedangkan beberapa waktu lalu, AMD bersama Asus juga  menggelontorkan Slimbook X401U yang merupakan komputer jinjing tipis dengan  banderol seharga netbook yaitu Rp2,99 juta. Terkini, AMD bersama Sony  meluncurkan Vaio E11 yang disematkan prosesor AMD E2 APU dengan banderol harga  Rp4,5 juta. Menilik pernyataan dari Hermawan, para penggemar AMD akan bisa  menemukan produk lain lagi menggunakan prosesor APU tersebut dalam beberapa  waktu ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; AMD sejak beberapa waktu lalu  mempromosikan prosesor dengan teknologi Accelerated Processing Unit (APU) besutannya.  Kini tampak, salah satu raksasa prosesor komputer itu makin agresif dengan  promosinya.
&amp;nbsp;
Segmen yang diincar oleh AMD ada dikisaran harga  mainstream. Country Head AMD Indonesia Hermawan Sutanto mengatakan, dalam pasar  PC di Indonesia dikenal tiga tingkatan berbentuk  piramida.
&amp;nbsp;
Pada puncak piramida ini adalah segmen premium dengan  rentang harga sekira USD800 sampai USD1.500. Kemudian di bawahnya adalah segmen  mainstream dengan rentang harga USD600 sampai USD800 dan terakhir adalah kelas  entry level atau pemula dengan rentang harga di bawah USD300.
&amp;nbsp;
Prosesor AMD tidak dipungkiri lagi banyak dikenal dalam  soal grafis. Hermawan mengungkap bahwa keunggulan grafis tersebutlah yang ingin  dibawanya ke segmen harga mainstream. Sementara itu, fitur-fitur yang ada di  mainstream ingin dibawanya ke segmen harga entry level.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Semua fitur premium ini terkait dengan visual.  Investasi AMD sudah jelas, kami akan fokus di grafis,&amp;rdquo; ujarnya di peluncuran  Asus Slimbook X401U beberapa waktu lalu.
&amp;nbsp;
&amp;ldquo;Kita sudah jalan dengan hampir semua pabrikan PC di  Indonesia, seperti Acer, Asus, Lenovo, HP, Samsung, Toshiba dan Sony. Kita ingin  lebih agresif agar konsumen mendapat nilai lebih,&amp;rdquo; imbuhnya.
&amp;nbsp;
Produk pertama yang diluncurkan adalah Samsung NP535  yang merupakan komputer jinjing ultrathin pertama di Indonesia. Komputer jinjng  ini menggunakan APU generasi kedua seri A, dengan kode nama Trinity. Samsung  NP535 ini merupakan keluarga Series 5 yang meluncur pada Juli lalu.
&amp;nbsp;
Sedangkan beberapa waktu lalu, AMD bersama Asus juga  menggelontorkan Slimbook X401U yang merupakan komputer jinjing tipis dengan  banderol seharga netbook yaitu Rp2,99 juta. Terkini, AMD bersama Sony  meluncurkan Vaio E11 yang disematkan prosesor AMD E2 APU dengan banderol harga  Rp4,5 juta. Menilik pernyataan dari Hermawan, para penggemar AMD akan bisa  menemukan produk lain lagi menggunakan prosesor APU tersebut dalam beberapa  waktu ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
