<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Panasonic Kembangkan Sistem Fotosintesis Buatan</title><description>Panasonic baru-baru ini mengumumkan pengembangan sistem fotosintesis buatan yang menggunakan proses mudah dan sederhana.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/03/56/672706/panasonic-kembangkan-sistem-fotosintesis-buatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/03/56/672706/panasonic-kembangkan-sistem-fotosintesis-buatan"/><item><title>Panasonic Kembangkan Sistem Fotosintesis Buatan</title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/03/56/672706/panasonic-kembangkan-sistem-fotosintesis-buatan</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/03/56/672706/panasonic-kembangkan-sistem-fotosintesis-buatan</guid><pubDate>Jum'at 03 Agustus 2012 15:07 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/03/56/672706/jdf0131a0x.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Gizmag)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/03/56/672706/jdf0131a0x.jpg</image><title>(Foto: Gizmag)</title></images><description>TOKYO - Panasonic baru-baru ini mengumumkan pengembangan sistem fotosintesis buatan yang menggunakan proses mudah dan sederhana. Sistem tersebut mampu mengkonversi karbon dioksida menjadi materi organik.Dilansir Gizmag, Jumat (3/8/2012), pengembangan ini dapat menciptakan cara yang lebih ringkas untuk menangkap polusi dari incinerators dan pembangkit tenaga listrik. Kemudian, mengubahnya menjadi senyawa yang tidak berbahaya dan dapat dimanfaatkan.Beberapa tahun terakhir, telah terungkap sejumlah sistem fotosintesis buatan yang dapat menggunakan cahaya matahari untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen. Kini, fotosintesis buatan yang dikembangkan ini mengusung mekanisme ke tingkat baru. Tidak hanya membagi air menjadi komponen atom, tetapi menggunakan hidrogen yang dihasilkan untuk mengubah karbon dioksida ke dalam formic acid (asam format).Teknologi ini mendukung sinar cahaya pada semikonduktor nitrida di dalam wadah air, di mana nitrida bertindak sebagai elektroda foto dan memecah air menjadi oksigen dan hidrogen. Lalu, didorong oleh katalis logam elektron dengan energi yang cukup untuk mengurangi CO2 dan menciptakan asam format.Solusi ini dinilai lebih sederhana ketimbang sistem sebelumnya yang bergantung pada proses bertahap dan tingkat kerumitan yang lebih. Namun, dengan sistem fotosintesis buatan ini, peneliti mendapatkan tingkat efisiensi yang lebih baik sebesar 0,2 persen. Mereka mengklaim ini merupakan peningkatan signifikan dibanding hasil sebelumnya.</description><content:encoded>TOKYO - Panasonic baru-baru ini mengumumkan pengembangan sistem fotosintesis buatan yang menggunakan proses mudah dan sederhana. Sistem tersebut mampu mengkonversi karbon dioksida menjadi materi organik.Dilansir Gizmag, Jumat (3/8/2012), pengembangan ini dapat menciptakan cara yang lebih ringkas untuk menangkap polusi dari incinerators dan pembangkit tenaga listrik. Kemudian, mengubahnya menjadi senyawa yang tidak berbahaya dan dapat dimanfaatkan.Beberapa tahun terakhir, telah terungkap sejumlah sistem fotosintesis buatan yang dapat menggunakan cahaya matahari untuk memecah air menjadi hidrogen dan oksigen. Kini, fotosintesis buatan yang dikembangkan ini mengusung mekanisme ke tingkat baru. Tidak hanya membagi air menjadi komponen atom, tetapi menggunakan hidrogen yang dihasilkan untuk mengubah karbon dioksida ke dalam formic acid (asam format).Teknologi ini mendukung sinar cahaya pada semikonduktor nitrida di dalam wadah air, di mana nitrida bertindak sebagai elektroda foto dan memecah air menjadi oksigen dan hidrogen. Lalu, didorong oleh katalis logam elektron dengan energi yang cukup untuk mengurangi CO2 dan menciptakan asam format.Solusi ini dinilai lebih sederhana ketimbang sistem sebelumnya yang bergantung pada proses bertahap dan tingkat kerumitan yang lebih. Namun, dengan sistem fotosintesis buatan ini, peneliti mendapatkan tingkat efisiensi yang lebih baik sebesar 0,2 persen. Mereka mengklaim ini merupakan peningkatan signifikan dibanding hasil sebelumnya.</content:encoded></item></channel></rss>
