<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>2012, Samsung Stop Produksi TV Tabung </title><description>Samsung akan menghentikan produksi TV  tabung (CRT)  mulai tahun ini dan fokus pada TV LED.</description><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/02/57/672176/2012-samsung-stop-produksi-tv-tabung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/02/57/672176/2012-samsung-stop-produksi-tv-tabung"/><item><title>2012, Samsung Stop Produksi TV Tabung </title><link>https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/02/57/672176/2012-samsung-stop-produksi-tv-tabung</link><guid isPermaLink="false">https://ototekno.okezone.com/read/2012/08/02/57/672176/2012-samsung-stop-produksi-tv-tabung</guid><pubDate>Kamis 02 Agustus 2012 12:01 WIB</pubDate><dc:creator>Ahmad Luthfi</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2012/08/02/57/672176/VMqQV3S8o0.jpg" expression="full" type="image/jpeg">TV Tabung Samsung (Foto: Mediacollege)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2012/08/02/57/672176/VMqQV3S8o0.jpg</image><title>TV Tabung Samsung (Foto: Mediacollege)</title></images><description>JAKARTA - Consumer Electronics Business Director Samsung Electronics Indonesia , Iffan Suryanto mengatakan bahwa perusahaan akan menghentikan produksi TV tabung (CRT) Samsung mulai tahun ini. Penghentian itu merupakan langkah yang diambil perusahaan yang berkantor pusat di Korea itu untuk membidik potensi pasar di Indonesia pada jenis TV LED untuk masa yang akan datang.&amp;nbsp; &quot;Secara bisnis, TV CRT tidak sampai memberikan kontribusi value sebesar 20 persen. Tahun ini perusahaan stop produksi TV CRT,&quot; ujarnya di sela-sela acara media session peluncuran tiga produk TV LED Samsung layar lebar di Jakarta, (1/8/2012).Namun pengguna yang masih memiliki TV tabung Samsung tidak perlu khawatir apabila terjadi kerusakan, karena perusahaan akan tetap melayani dan menyediakan spare part pada perangkat TV itu dalam batas waktu tertentu. Pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat untuk beralih ke TV LED. Bahkan bila memungkinkan, kata Iffan, bisa dilakukan tukar tambah TV CRT dengan TV LED oleh konsumen.Berdasarkan catatan , lanjutnya, di tahun ini penjualan jenis flat panel TV mengalami peningkatan signifikan ketimbang TV tabung. &quot;3 bulan terakhir naik terus angkanya. LED memiliki total market value sebesar 47 persen,&quot; ungkapnya.Iffan mengatakan bahwa keunggulan TV LED jauh lebih baik ketimbang layar LCD. Menurutnya, tren ke depan, seiring dengan daya beli masyarakat yang meningkat, banderol harga TV LED juga cenderung akan berangsur menurun. Maka, potensi bisnis produk TV LED akan sangat menjanjikan.&quot;TV LED lebih hemat energi, ketimbang LCD pakai teknologi neon (dengan bentuk memanjang), sehingga ada daerah dengan layar yang terang, ada yang gelap. Kalau LED, bisa otomatis menyesuikan (daerah terang atau gelap tersebut), lebih real dan kontras,&quot; tuturnya.Menurutnya, sejak 2009, Samsung merupakan pelopor mengusung teknologi backlit LED, hingga 2012 dengan smart TV 3D. Ke depan, perusahaan akan fokus pada produk TV LED di Indonesia, kemudian teknologi yang lebih canggih sepert TV OLED yang akan diperkenalkan beberapa waktu ke depan.</description><content:encoded>JAKARTA - Consumer Electronics Business Director Samsung Electronics Indonesia , Iffan Suryanto mengatakan bahwa perusahaan akan menghentikan produksi TV tabung (CRT) Samsung mulai tahun ini. Penghentian itu merupakan langkah yang diambil perusahaan yang berkantor pusat di Korea itu untuk membidik potensi pasar di Indonesia pada jenis TV LED untuk masa yang akan datang.&amp;nbsp; &quot;Secara bisnis, TV CRT tidak sampai memberikan kontribusi value sebesar 20 persen. Tahun ini perusahaan stop produksi TV CRT,&quot; ujarnya di sela-sela acara media session peluncuran tiga produk TV LED Samsung layar lebar di Jakarta, (1/8/2012).Namun pengguna yang masih memiliki TV tabung Samsung tidak perlu khawatir apabila terjadi kerusakan, karena perusahaan akan tetap melayani dan menyediakan spare part pada perangkat TV itu dalam batas waktu tertentu. Pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat untuk beralih ke TV LED. Bahkan bila memungkinkan, kata Iffan, bisa dilakukan tukar tambah TV CRT dengan TV LED oleh konsumen.Berdasarkan catatan , lanjutnya, di tahun ini penjualan jenis flat panel TV mengalami peningkatan signifikan ketimbang TV tabung. &quot;3 bulan terakhir naik terus angkanya. LED memiliki total market value sebesar 47 persen,&quot; ungkapnya.Iffan mengatakan bahwa keunggulan TV LED jauh lebih baik ketimbang layar LCD. Menurutnya, tren ke depan, seiring dengan daya beli masyarakat yang meningkat, banderol harga TV LED juga cenderung akan berangsur menurun. Maka, potensi bisnis produk TV LED akan sangat menjanjikan.&quot;TV LED lebih hemat energi, ketimbang LCD pakai teknologi neon (dengan bentuk memanjang), sehingga ada daerah dengan layar yang terang, ada yang gelap. Kalau LED, bisa otomatis menyesuikan (daerah terang atau gelap tersebut), lebih real dan kontras,&quot; tuturnya.Menurutnya, sejak 2009, Samsung merupakan pelopor mengusung teknologi backlit LED, hingga 2012 dengan smart TV 3D. Ke depan, perusahaan akan fokus pada produk TV LED di Indonesia, kemudian teknologi yang lebih canggih sepert TV OLED yang akan diperkenalkan beberapa waktu ke depan.</content:encoded></item></channel></rss>
